BI: Bocoran Wikileaks Tidak Terkait SBY-Mega

Laban Laisila

Senin, 04 Agustus 2014 | 18:46 WIB
BI: Bocoran Wikileaks Tidak Terkait SBY-Mega
Ilustrasi Wikileaks: (Shutterstock)

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menegaskan informasi yang dikeluarkan Wikileaks terkait dengan sinyalemen perintah mencegah penyidikan atas dugaan korupsi sejumlah pejabat di Asia, tidak melibatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

"Kami ingin tegaskan hal itu kalau terkait dengan pengadaan uang, khususnya pecahan 100 ribu sebanyak 550 juta lembar itu betul dilakukan pada tahun 1999 yang pengadaannya di bawah otoritas BI. Namun, seandainya dikaitkan dengan presiden saat itu tidak ada terkait presiden, apalagi dikaitkan dengan Presiden SBY atau Megawati," ujar Agus di Jakarta, Senin (4/8/2014).

Agus menuturkan, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan kepolisian terkait dengan pengadaan uang tersebut. BI juga akan bekerja sama dengan penegak hukum untuk menindaklanjutinya.

"Kalau penyelidikan terkait dengan kasus ini yang lain, kami telah minta ke pengawas intern BI untuk dalami hasil pengawas intern saat yang lalu untuk pahami apakah ada temuan yang bisa ditindaklanjuti," kata Agus.

Dia menambahkan bahwa pihaknya juga akan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika dalam proses audit nantinya ada temuan.

"Kalau perlu, akan dikerjasamakan dengan KPK. Akan tetapi, pada tahun 2010, kita sudah menyampaikan ke kepolisian dan sudah ditindaklanjuti. Nantinya diharapkan bisa ada kerja sama lagi. Akan tetapi, kalau perlu dengan KPK, kami akan buka diri," ujar Agus.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pemerintah Australia memberikan penjelasan mengenai informasi yang dikeluarkan Wikileaks tersebut.

Presiden menilai penjelasan itu penting karena dari informasi yang dikeluarkan oleh dan menyebut ada 17 nama pejabat senior di negara Asia yang dikatakan dilindungi oleh sebuah perintah khusus dari Pemerintah Australia.

Hal itu dilakukan agar jangan ada penyelidikan yang dikhawatirkan bisa menganggu hubungan Australia dengan negara-negara tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Adhie Massardi: Wikileaks Bukan Situs Penyebar Hoax

Adhie Massardi: Wikileaks Bukan Situs Penyebar Hoax

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 19:32 WIB

Kedubes Australia: SBY dan Mega Tak Terlibat Kasus Pencetakan Uang

Kedubes Australia: SBY dan Mega Tak Terlibat Kasus Pencetakan Uang

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 19:13 WIB

PDI Perjuangan: Dokumen Wikileaks Bohong!

PDI Perjuangan: Dokumen Wikileaks Bohong!

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 18:48 WIB

SBY Bantah Wikileaks

SBY Bantah Wikileaks

Foto | Kamis, 31 Juli 2014 | 16:48 WIB

Terkini

Harga Minyak Sentuh US$118 per Barel, OPEC+ Sepakat Tahan Target Produksi Desember

Harga Minyak Sentuh US$118 per Barel, OPEC+ Sepakat Tahan Target Produksi Desember

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:49 WIB

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

News | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:40 WIB

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:39 WIB

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:25 WIB

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:11 WIB

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:10 WIB

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 08:06 WIB

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

News | Senin, 02 November 2026 | 08:05 WIB

×