Suara.com - Mahasiswa Universitas Trisakti Jakarta berharap Mahkamah Konstitusi (MK) yang tengah menangani Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) dari Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, bersikap netral.
"Kami mengimbau penyelesaian perselisihan mampu dituntasakan MK. Semoga MK dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) netral," kata Presiden Mahasiswa Universitas Trisaksi Prasetyo Wisnu di Jakarta, Kamis (7/8/2014).
Ia menilai wajar jika pasangan nomor urut 1 itu menyatakan adanya dugaan pelanggaran pada pelaksanaan Pilpres 2014.
"Karena itu hak dari kedua calon warga negara, mereka memiliki dugaan atas kecurangan," tegasnya.
Namun, ia menambahkan, yang menjadi masalah adalah reaksi pendukung calon nomor satu dan dua.
"Kedua pendukung harus 'grow up' dan dewasa. Jangan bertindak dan memicu perpecahan. Kami berharap kedua pendukung untuk tenang dan bersikap seperti yang harus dilakukan agar tidak timbul perpecahan," katanya.
Ia mengatakan, Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti tetap netral dalam pilpres 2014 alias tidak mendukung pasangan capres dan cawapres manapun
"Kami mendukung pilpres tahun ini aman dan berjalan maksimal. Apabila ada yang memberikan dukungan, itu individu bukan dari Kepresidenan Trisakti," katanya.
Prasetyo menegaskan kembali bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum di MK. (Antara)