Suara.com - Anggota kelompok misterius yang ditangkap warga RT 10 RW 06 Kelurahan Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, mengaku utusan dari sebuah masjid di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Hal itu diketahui dari kartu tanda penduduk (KTP) yang mereka bawa.
"Asalnya dari tambora, berdasarkan identitas, tapi ada beberapa yang tidak bawa (KTP)," kata Ketua RT 10 Sugiharto kepada suara.com.
Kelompok beranggotakan sekitar 20 orang itu digelandang ke rumah Ketua RW setempat setelah banyak laporan menyebutkan mereka meminta sumbangan ke rumah warga secara paksa. Warga menaruh curiga bahwa mereka adalah kelompok garis keras yang banyak diberitakan media massa.
"Mereka tidak bawa atribut (dari kelompok garis keras tersebut), hanya map dan mengatasnamakan masjid di daerah Tambora. Warga ada yang nanya apakah mereka anggota kelompok geris keras itu, tapi mereka nepis-nepis terus," terang Sugiharto.
Kini, warga masih belum melepaskan kelompok tersebut. Mereka sedang menunggu utusan pengurus masjid di kawasan Tambora untuk memastikan apakah benar mereka adalah penarik sumbangan dari masjid yang disebutkan.