Siapa yang Dipilih Jokowi, Golkar atau Demokrat?

Siswanto | Suara.com

Minggu, 24 Agustus 2014 | 09:32 WIB
Siapa yang Dipilih Jokowi, Golkar atau Demokrat?
Pasangan Jokowi-JK saat menghadiri Halal bihalal Partai Nasional Demokrat bersama relawan Jokowi-JK di Jakarta, beberapa waktu lalu. [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla, harus lebih cermat dalam menambah kawan koalisi, terutama untuk memperkuat cengkeraman di DPR RI.

Berdasarkan hitung-hitungan perolehan kursi di DPR, Direktur lembaga survei Populi Center Usep S Ahyar menilai Partai Golkar dan Partai Demokrat merupakan dua partai yang harus dipertimbangkan untuk ditarik ke dalam koalisi Jokowi-JK.

"Dari sisi kuantitas, misalnya, Golkar lebih banyak (91 kursi DPR). Mereka, kan pemenang kedua (di Pileg 2014). Kan kebutuhannya (Jokowi-JK) kan untuk perkuat Parlemen," kata Usep kepada suara.com, Minggu (8/4/2014).

Selain menarik Golkar atau Demokrat, PDI Perjuangan sebagai partai pemimpin koalisi pengusung Jokowi-JK juga perlu mengajak partai-partai lain yang selama ini tergabung dalam Koalisi Merah Putih pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, seperti PAN atau PPP.

"Tapi yang paling utama (perlu ditarik) ya, yang secara kuantitas berpengaruh secara signifikan di DPR (Demokrat atau Golkar)," katanya.

Terkait jargon yang diajukan Jokowi-JK bahwa partai yang pendukungnya adalah partai tanpa syarat -- artinya boleh bergabung asalkan tidak tawar menawar -- menurut Usep itu merupakan ide yang baik. Tapi, menurut Usep, dalam konteks politik Indonesia, hal itu naif.

"Mau gak mau, kepentingan itu sedikit banyak perlu dilihat. Jadi, keberpihakan itu ya ke rakyat, itu yang paling utama," kata Usep.

Usep mengatakan partai politik pasti punya kepentingan, baik itu Demokrat, Golkar, maupun PDI Perjuangan sendiri.

Usep kemudian menyontohkan seperti apa kepentingan partai politik. Golkar berkepentingan untuk tetap memimpin DPR, buktinya mereka berjuang untuk menggolkan UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3). Di UU MD3 diatur salah satunya soal pimpinan DPR, di mana mekanisme pemilihannya berdasarkan suara terbanyak dalam voting. Hal itu berbeda dengan mekanisme sebelumnya, di mana partai pemenang pemilihan legislatif pada 9 April lalu otomatis kadernya akan menjadi ketua.

"Statement elite Golkar bahwa mereka mau memilih di luar, walau tidak ada sejarahnya Golkar di luar pemerintah, ini kan surprise juga. Tapi bagi saya, ini hal yang perlu diragukan," kata Usep.

Partai Demokrat demokrat berkepentingan untuk tetap menjaga program-program dan gagasan-gagasan Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama ini.

"Demokrat memang belum ada tradisi koalisi sama PDI Perjuangan karena 10 tahun PDI Perjuangan ada di luar (pemerintah). Tapi menurut saya, Demokrat secara realistis berkepentingan untuk berkoalisi dengan pemenang pemilu," kata Usep.

Sedangkan PDI Perjuangan juga sangat berkepentingan untuk memperkuat posisi di DPR RI sehingga kebijakan-kebijakan yang diambil Jokowi-JK tidak direcoki DPR.

Menurut analisa Usep, kenapa saat ini mereka belum berkoalisi itu karena mereka belum klop.

"Ini kan kelihatan malu-malu kucing. Mungkin dengan gengsi yang selama ini yang selalu dimuncul-munculkan," kata Usep.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Hal yang Akan Dilakukan Jokowi-JK Demi Efisensi Anggaran

Dua Hal yang Akan Dilakukan Jokowi-JK Demi Efisensi Anggaran

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 06:30 WIB

Jokowi Diminta Cepat Bangun Jembatan Selat Sunda

Jokowi Diminta Cepat Bangun Jembatan Selat Sunda

Bisnis | Minggu, 24 Agustus 2014 | 05:30 WIB

Tidak Ada Alasan Untuk Menunda Pelantikan Jokowi

Tidak Ada Alasan Untuk Menunda Pelantikan Jokowi

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 02:30 WIB

 Koalisi Tanpa Syarat Jokowi Harus Diuji

Koalisi Tanpa Syarat Jokowi Harus Diuji

News | Sabtu, 23 Agustus 2014 | 22:59 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB