Tiga Kecerobohan di Balik Tertangkapnya Dua Polisi di Malaysia

Siswanto

Senin, 08 September 2014 | 06:31 WIB
Tiga Kecerobohan di Balik Tertangkapnya Dua Polisi di Malaysia
Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta. [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Sudah 11 hari kasus penangkapan dua anggota Polri di Malaysia bergulir, tapi belum juga ada tindakan nyata Mabes Polri terhadap internal kepolisian. Padahal, kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane, terjadinya kasus penangkapan yang memalukan Bangsa Indonesia itu tidak terlepas dari kecerobohan Polri, khususnya Polda Kalbar.

"Kami mencatat setidaknya ada tiga kecerobohan Polri dalam kasus tertangkapnya dua anggota Polda Kalbar, AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka MH Harahap, oleh Kepolisian Malaysia," kata Neta dalam pernyataan pers yang diterima suara.com, Senin (8/9/2014).

Pertama, kata Neta, kenapa kedua polisi itu bisa lolos pergi keluar negeri tanpa ijin atasan. Padahal, pada 12 April 2010, saat Komjen Susno Duaji hendak pergi berobat ke Singapura berhasil ditangkap Propam Polri di Bandara Soekarno-Hatta dengan alasan tidak ada izin atasan.

"Lolosnya kedua polisi itu ke Malaysia membuktikan intelijen Polri, khususnya intelijen Polda Kalbar tidak bekerja. Padahal, biasanya di setiap bandara ada intel kepolisian yang mendeteksi semua kegiatan di bandara," kata Neta.

Kedua, kasus AKBP Idha membuktikan buruknya sistem mutasi Polri dan cerobohnya Deputi SDM Polri.

"Bagaimana tidak, AKBP Idha yang sudah bermasalah di Polda Sumut bukannya dipecat atau ditindak, malah dimutasi ke Polda Kalbar dan mendapat jabatan strategis, yakni sebagai Kasubdit III di Dirnarkoba," kata Neta.

Selain itu, kata Neta, AKBP Idha kembali membuat masalah. Ia dituduh menggelapkan barang bukti narkoba dan istrinya disebut-sebut kehilangan perhiasan senilai Rp19 miliar di pesawat. Ironisnya, tambah Neta, tidak ada penyidikan serius dari Polri mengenai asal usul perhiasan itu hingga akhirnya AKBP Idha ditangkap polisi Malaysia.

Ketiga, menurut Neta, kasus penangkapan dua polisi itu membuktikan betapa lemahnya pengawasan internal kepolisian dan atasan tidak peduli dengan tingkah laku bawahan. Akibatnya, jaringan narkoba internasional dengan mudah memperalat dan menjadikan anggota Polri sebagai budaknya.

Dengan adanya kasus ini, Neta mendesak Polri segera mengevaluasi kinerja intelijen dan Deputi SDM. Intelijen harus bisa memantau dan mendeteksi tingkah laku aparat Polri yang bermasalah. Sementara Deputi SDM tidak lagi ceroboh memberi jabatan pada polisi-polisi bermasalah, kata Neta.

"Tak kalah penting, sudah saatnya Polri menelusuri, sejauh mana jajarannya diperalat dan diperbudak bandar narkoba, khususnya jaringan internasional. Sebab kasus dua polisi itu hanyalah puncak gunung es yang bukan mustahil di bawahnya, yang tidak terungkap cukup banyak polisi yang diduga terlibat," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

 Konsumsi Sabu, Dua Petugas Imigrasi Bandara Soeta Ditangkap

Konsumsi Sabu, Dua Petugas Imigrasi Bandara Soeta Ditangkap

News | Kamis, 04 September 2014 | 07:50 WIB

IPW: Budi Gunawan dan Syafruddin Calon Kuat Kapolri

IPW: Budi Gunawan dan Syafruddin Calon Kuat Kapolri

News | Rabu, 03 September 2014 | 13:16 WIB

Penyidikan Dua Perwira Polri terkait Narkoba Diserahkan ke Polisi Malaysia

Penyidikan Dua Perwira Polri terkait Narkoba Diserahkan ke Polisi Malaysia

News | Selasa, 02 September 2014 | 15:43 WIB

Dua Perwira Ditangkap di Malaysia, Kapolri Didesak Mundur

Dua Perwira Ditangkap di Malaysia, Kapolri Didesak Mundur

News | Senin, 01 September 2014 | 13:44 WIB

Terkini

Dari Tenun hingga Songket, Pertamina Siap Hadirkan Produk Unggulan UMK di Kriyanusa 2026

Dari Tenun hingga Songket, Pertamina Siap Hadirkan Produk Unggulan UMK di Kriyanusa 2026

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 12:21 WIB

Apakah Benar Akan Ada Pemadaman Internet Selama 3 Hari? Ini Penjelasan Komdigi

Apakah Benar Akan Ada Pemadaman Internet Selama 3 Hari? Ini Penjelasan Komdigi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:16 WIB

3 Rekomendasi Moisturizer Fungal Acne Safe Lokal, Bebas Minyak dan Redakan Gatal

3 Rekomendasi Moisturizer Fungal Acne Safe Lokal, Bebas Minyak dan Redakan Gatal

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:12 WIB

Muncul Daratan Seluas 32,8 Hektare Dekat Anak Krakatau: Pulau Baru?

Muncul Daratan Seluas 32,8 Hektare Dekat Anak Krakatau: Pulau Baru?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:09 WIB

Mata Kiri Kedutan Terus? Ini Arti Menurut Primbon Jawa dan Penjelasan Medis

Mata Kiri Kedutan Terus? Ini Arti Menurut Primbon Jawa dan Penjelasan Medis

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:07 WIB

Apakah Aman Menaruh Barang di Atas Kulkas? Ini 7 Barang yang Sebaiknya Tidak Ditaruh

Apakah Aman Menaruh Barang di Atas Kulkas? Ini 7 Barang yang Sebaiknya Tidak Ditaruh

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:04 WIB

5 Rekomendasi Ombre Lipstik Wardah Glasting, Kombinasi Warnanya Cantik

5 Rekomendasi Ombre Lipstik Wardah Glasting, Kombinasi Warnanya Cantik

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:02 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Rp6,71 T

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Rp6,71 T

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 12:00 WIB

Sekiro: No Defeat Hadirkan Format Anime TV 8 Episode, Tayang Januari 2027

Sekiro: No Defeat Hadirkan Format Anime TV 8 Episode, Tayang Januari 2027

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:00 WIB

Termasuk di Wonogiri, Bayer Panen Raya di 4 Daerah, Produktivitas Jagung Didorong Naik

Termasuk di Wonogiri, Bayer Panen Raya di 4 Daerah, Produktivitas Jagung Didorong Naik

Surakarta | Jum'at, 25 September 2026 | 12:00 WIB

×