Setiap Beraksi, Komplotan Pencuri di Bus Malam Tak Pernah Gagal

Laban Laisila | Suara.com

Senin, 08 September 2014 | 20:10 WIB
Setiap Beraksi, Komplotan Pencuri di Bus Malam Tak Pernah Gagal
Ilustrasi penjara. (Shutterstocks)

Suara.com - Dalam setiap aksinya, komplotan pencuri yang beraksi di bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) kelas eksekutif, selalu berhasil menggondol sedikitnya sepuluh barang berharga.

“Mereka tidak hanya mengambil barang dari satu orang, tapi beberapa orang di dalam bus. Dalam sehari beraksi, mereka bisa mendapat sampai sepuluh barang,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Heru Pranoto, di Polda Metro Jaya, Senin (9/8/2014).

Heru menambahkan, pada saat beraksi, para pelaku memantau dahulu suasana serta calon korbannya. Dalam satu bus, biasanya ada lima sampai tujuh orang yang menjadi korban.

“Mereka mengincar korban yang tertidur lelap, biasanya sudah masuk kawasan Pemalang (Jawa Tengah), mereka lihat yang tasnya dibekap, biasanya ada barang berharganya, pelaku kadang mengembalikan tas setelah menguras isinya, analisis kita, ini sudah ada jaringan pelakunya meski ini kejahatan konvensional,” tuturnya.

Keuntungan mereka bisa mencapai jutaan rupiah, pasalnya untuk membeli tiket saja sudah membutuhkan ratusan ribu, ditambah lagi mereka bisa menyewa mobil untuk melancarkan aksinya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya berhasil meringkus komplotan pencuri yang selalu beraksi di bus malam Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) kelas eksekutif.

"Tersangka yang diamankan yakni A bin S (35), CS alias C (39), dan SS alias S (49)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Heru Pranoto, di Polda Metro Jaya, Senin (8/9/2014).

Dari ketiga tersangka, petugas menyita barang bukti berupa dua tas ransel merek Eiger dan tracker serta laptop merek Acer, modem, tiga telefon seluler merek Cross, Samsung, dan Nokia.

Heru menambahkan, untuk melancarkan aksinya, komplotan penjahat ini pun rela menghabiskan uang hanya untuk membeli tiket bus serta menyewa mobil. Selain itu, pelaku memanfaatkan korban penumpang bus yang tidur dalam perjalanan.

Para pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Bekuk Komplotan Pencuri di Bus Malam

Polisi Bekuk Komplotan Pencuri di Bus Malam

News | Senin, 08 September 2014 | 19:42 WIB

Iseng Curi Helm, Sekujur Badan Remuk Dihajar Warga

Iseng Curi Helm, Sekujur Badan Remuk Dihajar Warga

News | Jum'at, 29 Agustus 2014 | 13:12 WIB

 Dikira Narkoba, Abu Jenazah Dihisap Pencuri

Dikira Narkoba, Abu Jenazah Dihisap Pencuri

News | Sabtu, 02 Agustus 2014 | 14:31 WIB

Wajah Pencuri Ini Terekam Kamera Tersembunyi

Wajah Pencuri Ini Terekam Kamera Tersembunyi

News | Selasa, 29 Juli 2014 | 04:00 WIB

Terkini

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB