Ahok: Tanggul Laut Jakarta Tidak akan Meniru Korsel

Laban Laisila | Suara.com

Senin, 22 September 2014 | 11:23 WIB
Ahok: Tanggul Laut Jakarta Tidak akan Meniru Korsel
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok) (suara.com/ Bowo Raharjo)

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mengatakan konsep mega proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut yang akan diterapkan di utara Jakarta tidak sama dengan yang ada di Korea Selatan.

Menurut Ahok, Giant Sea Wall di Korea Selatan hanya sebatas penahan ombak dan belum bisa digunakan untuk penampung air bersih atau air baku, sesuai harapan Giant Sea Wall di Jakarta.

"Saya kira beda sekali konsepnya. Konsep Jakarta Great Sea Wall mau buat waduk jadi reservoir air, itu saya kira enggak masuk akal setelah lihat di situ (Korsel). Di sana saja mereka hanya bangun untuk penahan ombak, dia mempunyai persoalan dengan pencemaran waduk yang dia bikin. Kan dia tutup kan, berarti kan semua air kotor masuk ke situ. Itu aja enggak bisa dipake buat pertanian," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (22/9).

Ahok mengatakan hal ini setelah melakukan kunjungannya ke Korea Selatan setelah menghadiri pembukaan Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

Dia menambahkan, tanggul laut Korea Selatan tidak bisa membuat penampung air bersih, sebab ombak yang ada di Korea Selatan dikategorikan tinggi, sehingga lumpur pun masuk ke dalam tanggul tersebut.

"Itu saja gagal, apalagi kita. Kita kan enggak ada ombak yang besar di Utara. Kita kan bukan, artinya sebuah laut yang ganas di atas ini. Artinya cuma berusaha menahan supaya Jakarta tidak tenggelam, karena (ombaknya) 2,8 meter ya kira-kira," kata dia.

Menurutnya, konsep penampungan air yang cocok diterapkan di Jakarta adalah penampungan air yang digunakan di Rotterdam, Belanda.

"Kita lebih cocok Rotterdam sebetulnya, tapi teknik kerjanya mereka bener. Kerjanya kan di palung seperti itu bisa sampai 10 meter kedalaman, kita kan di bawah 10 meter. Teknik kerjanya bagus," ujarnya.

Kendati demikian, Ahok mengatakan tetap akan melakukan kerjasama dengan Korea Selatan, khususnya untuk membantu membuat desain tanggul laut yang cocok untuk diterapkan di Jakarta.

"Iya, mereka sudah pengalaman. Jadi orang Korsel ini dari dulu, dari zaman nenek moyangnya dulu membangun penahan ombak. Karena di sana ombaknya ganas," kata Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Asian Games 2018 di Jakarta, Ahok Ingin Lebih Meriah dari Korsel

Asian Games 2018 di Jakarta, Ahok Ingin Lebih Meriah dari Korsel

News | Senin, 22 September 2014 | 11:02 WIB

Korupsi Bus Karatan, Ahok Tantang Udar Buktikan Keterlibatan Jokowi

Korupsi Bus Karatan, Ahok Tantang Udar Buktikan Keterlibatan Jokowi

News | Kamis, 18 September 2014 | 13:22 WIB

Ahok: Tugas Hansip dan Linmas Tumpang Tindih

Ahok: Tugas Hansip dan Linmas Tumpang Tindih

News | Kamis, 18 September 2014 | 12:50 WIB

Bima Arya Bantah Ada Rencana Larangan "Pelat B" Masuk Bogor

Bima Arya Bantah Ada Rencana Larangan "Pelat B" Masuk Bogor

News | Rabu, 17 September 2014 | 15:28 WIB

Terkini

Kedok Pekerja Migran, Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 42 Calon Haji Ilegal di Bandara Soetta

Kedok Pekerja Migran, Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 42 Calon Haji Ilegal di Bandara Soetta

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17 WIB

Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:35 WIB

Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz

Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:57 WIB

Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah

Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:52 WIB

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:45 WIB

Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk

Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:32 WIB

Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan

Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:25 WIB

Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy

Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:24 WIB

Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar

Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:18 WIB

Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman

Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:10 WIB