Dukungan Moral untuk 2 Guru JIS yang Ditahan Polisi

Doddy Rosadi

Kamis, 09 Oktober 2014 | 15:46 WIB
Dukungan Moral untuk 2 Guru JIS yang Ditahan Polisi
Ilustrasi: Baliho dan spanduk dukungan buat dua guru tersangka sodomi di halaman sekolah JIS, Jakarta. [suara.com/Nur Ichsan]

Suara.com - Penahanan dua orang guru sekolah Jakarta International School (JIS), Neil Bantleman dan Ferdinant Tjiong di Polda Metro Jaya, terus mengundang simpati dan dukungan dari para siswa, guru dan orangtua siswa sekolah tersebut. Hari ini, Kamis (9/10/2014) sejumlah siswa, guru, karyawan, termasuk Serikat Pekerja dan orangtua siswa JIS mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjenguk dan memberikan semangat serta dukungan kepada kedua guru tersebut.

Sebuah tulisan menyebut We Love You Neil and Ferdi, dan tulisan We Miss You Neil and Ferdi. Please Come Back Soon dibuat khusus oleh murid-murid TK dan SD JIS serta dibawa untuk Ferdinant dan Neil sebagai ungkapan simpati kepada kedua guru tersebut.

Maya Lestari, orangtua sekaligus juru bicara kegiatan ini menjelaskan, kedatangan siswa, guru dan orangtua ini lebih didasari oleh keinginan para siswa dan staff untuk bertemu dengan guru-guru mereka.

Ferdinant, yang sudah bekerja di JIS selama lebih dari 17 tahun, selama ini dikenal sebagai asisten guru SD yang sangat dekat dengan para siswa. Itu sebabnya ketika Ferdinant tidak pernah hadir lagi selama hampir 90 hari terakhir banyak siswa yang menanyakan keberadaannya.

"Sebagian sudah ada yang tahu kondisi pak Ferdinant seperti yang terjadi saat ini. Namun banyak siswa yang bingung kemana guru yang selama ini mereka anggap sebagai teman dan pelindungnya di sekolah tak pernah ada lagi. Karena itulah kami mendampingi anak-anak dan sebagian guru dan staf di JIS untuk bisa bertatap muka dengan Pak Ferdinant sekaligus memberikan dukungan moral," jelas Maya di Polda Metro Jaya, Kamis (9/10/2014), dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com.

Neil dan Ferdinant hampir 90 hari berada dalam tahanan Polda Metro Jaya. Kedua guru JIS ini dilaporkan oleh salah satu orangtua murid berinisial D karena dianggap melakukan tindak asusila terhadap siswa di JIS.

Perwakilan guru, staf  dan Serikat Pekerja JIS Ayu Hartoyo mengaku sangat prihatin dengan seluruh tuduhan yang menimpa Neil dan Ferdi.  Tuduhan tersebut sangat tidak masuk akal dan sulit dipercaya oleh hampir seluruh guru dan staf di sekolah tersebut.

Pasalnya dengan kedudukan Neil sebagai wakil kepala sekolah dan Ferdinant sebagai asisten guru SD, sangat tidak mungkin bagi mereka untuk berinteraksi dengan siswa TK yang diduga menjadi korban tindak asusila ini. Apalagi peristiwanya dilakukan pada jam sekolah dan di ruang wakil kepala sekolah yang sangat transparan.

"Kami yang telah bertahun-tahun bekerja di JIS shock mendengar semua cerita ini. Bukan hanya sistemnya yang tidak memungkinkan ini terjadi, tapi juga cerita yang dibangun untuk menetapkan kedua rekan kami sebagai tersangka tersebut sangat mengejutkan, karena tidak masuk akal. Kami percaya kebenaran akan terungkap dan sangat berharap kedua rekan kami dapat berkumpul kembali dengan keluarga serta keluarga besar di sekolah," ujar Ayu.

?Kasus dugaan tindak asusila di JIS ini telah menjadi sorotan dunia international. Selain karena siswa yang bersekolah di JIS berasal dari berbagai negara, sejak awal kasus ini terlihat tidak lazim dan seperti memiliki motif tertentu.

Sebagai contoh, pelapor kasus ini telah menggugat JIS sebesar 125 juta dolar Amerika atau hampir senilai Rp 1,5 triliun. Bahkan nilai gugatannya berubah-ubah, dari sebelumnya  sekitar 12 juta dolar Amerika atau senilai Rp 140 miliar.

"Sebagai orangtua yang hampir setiap hari mengikuti kegiatan anak-anak di JIS, saya tidak percaya kejadian ini benar-benar ada. Kami yakin dan berharap para penegak hukum dapat membuktikan siapa yang benar dan siapa yang jahat dan memiliki motivasi tertentu. Sehingga tidak ada orang yang tidak bersalah yang harus dihukum," kata Maya.

Sementara itu, Sisca Tjiong, istri Ferdinant Tjiong mengaku sejak kasus yang melibatkan suaminya terjadi, kehidupan keluarganya semakin penuh tekanan. Kedua anaknya yang masih kecil terus menerus menanyakan kenapa ayahnya tidak pernah pulang.
"Setiap hari saya ke Polda Metro untuk bertemu suami, sementara anak-anak sangat bersedih dan menderita karena ayahnya sudah tidak pulang hampir 3 bulan. Karena masalah ini, anak-anak kami jadi tidak berani sekolah karena takut di-bully akibat dari kasus yang dituduhkan. Kami berharap kasus ini dapat diungkap secara terang-benderang, agar hidup kami juga plong, tidak menanggung beban dari masalah yang tidak pernah kami lakukan seumur hidup," imbuh Sisca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kak Seto Diagendakan Jadi Saksi di Sidang JIS

Kak Seto Diagendakan Jadi Saksi di Sidang JIS

News | Rabu, 08 Oktober 2014 | 10:48 WIB

Komnas HAM Selidiki Dugaan Kekerasan yang Dialami Terdakwa Kasus JIS

Komnas HAM Selidiki Dugaan Kekerasan yang Dialami Terdakwa Kasus JIS

News | Rabu, 17 September 2014 | 03:02 WIB

Masa Penahanan Dua Guru JIS Diperpanjang

Masa Penahanan Dua Guru JIS Diperpanjang

News | Jum'at, 12 September 2014 | 14:21 WIB

Minta Ganti Rugi 1,5 Triliun, Sidang Perdana Gugatan Perdata JIS Digelar

Minta Ganti Rugi 1,5 Triliun, Sidang Perdana Gugatan Perdata JIS Digelar

News | Selasa, 09 September 2014 | 16:15 WIB

KPAI Hadiri Sidang Kasus Sodomi Murid JIS

KPAI Hadiri Sidang Kasus Sodomi Murid JIS

News | Rabu, 03 September 2014 | 18:28 WIB

Terkini

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:09 WIB

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:01 WIB

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:50 WIB

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:00 WIB

Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia

Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:55 WIB

Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi

Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:34 WIB