Gerindra, Partai Paling Transparan di Indonesia

Ardi Mandiri

Sabtu, 13 Desember 2014 | 06:20 WIB
Gerindra, Partai Paling Transparan di Indonesia
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menegaskan partainya, sejak awal berdiri hingga sekarang, tetap berkomitmen melakukan transparansi publik.

"Bagi Gerindra, keterbukaan publik adalah komitmen Partai Gerindra sejak awal didirikannya," kata Hashim, di Jakarta, Jumat (12/12/2014).

Oleh karena itu, dia mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).

"Kami sangat berbangga dan berterima kasih atas penghargaan ini yang pasti akan memacu semangat Partai Gerindra untuk terus menjadi Partai yang terbuka," ucapnya.

Partai Gerindra meraih Award Komisi Informasi Pusat sebagai peringkat pertama Keterbukaan Informasi Publik Kategori Partai Politik pada tahun 2014.

Komisi Informasi Pusat melakukan penelitian dan penilaian terhadap enam kategori, yaitu kategori kementerian, lembaga, BUMN, partai politik, perguruan tinggi negeri, dan provinsi selama setahun.

Pada tahun 2014, penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla.

Untuk Partai Politik, peringkat kedua diraih oleh Partai Keadilan Sejahtera, peringkat ketiga Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan peringkat keempat Partai Amanat Nasional (PAN).

"Cita-cita menjadikan Indonesia negara yang bermartabat, maju, dan modern membutuhkan keterbukaan dan kejujuran. Usaha menuju ke arah itu, sedikit demi sedikit harus dimulai dari diri sendiri," tuturnya.

Bendahara Partai Gerindra Thomas Djiwandono mengatakan bahwa Partai Gerindra sangat serius dengan keterbukaan dan transparansi publik.

"Oleh karena itu, kami selalu berusaha keras menyajikan laporan aktivitas keuangan dan administrasi partai secara rapih dan transparan," ujarnya.

Pada tahun 2013, Partai Gerindra juga telah memperoleh penghargaan dari Transparansi Internasional Indoensia (TII) sebagai partai yang memiliki indeks transparansi pendanaan yang tertinggi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fadli Zon: Yang Ingin KMP Bubar, Pendapat Pribadi

Fadli Zon: Yang Ingin KMP Bubar, Pendapat Pribadi

News | Jum'at, 12 Desember 2014 | 13:11 WIB

Fadli Zon: Kegaduhan Politik adalah Hal Wajar

Fadli Zon: Kegaduhan Politik adalah Hal Wajar

News | Sabtu, 29 November 2014 | 15:56 WIB

Gerindra: Menkopolhukam berupaya melemahkan Golkar

Gerindra: Menkopolhukam berupaya melemahkan Golkar

News | Rabu, 26 November 2014 | 13:16 WIB

Ahok Tantang Taufik di Pilkada Jakarta 2017

Ahok Tantang Taufik di Pilkada Jakarta 2017

News | Senin, 10 November 2014 | 18:58 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×