Jakarta Jadi Kota Termacet di Dunia, Ahok: Emang Iya

Laban Laisila | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Rabu, 04 Februari 2015 | 13:29 WIB
Jakarta Jadi Kota Termacet di Dunia, Ahok: Emang Iya
Kemacetan Jakarta. [suara.com/Kurniawan Mas'ud])

Suara.com - Jakarta dinobatkan sebagai kota termacet di dunia berdasarkan rilis dari Castrol’s Magnatec Stop-Start index, menggeser posisi kota Mexico yang selalu menjadi kota termacet.

Menanggapi hasil rilis ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membenarkan dan mengungkapkan penyebab macetnya kota Jakarta karena tidak memiliki trasnportasi berbasis rel.

"Emang iya. Kalau kamu tidak punya sistem transportasi berbasis rel pasti macet," ujar Basuki yang biasa disapa Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Ahok bahkan sempat membandingkan dengan negara Jepang yang sudah memiliki traspotasi massal berbasis rel yang masih mengalami kemacetan.

"Jepang yang punya aja masih macet, apalagi kita, mangkanya kita lagi bangun. Ini PR 30 sampai 40 tahun. Kita harus tahan saja," ujar Ahok.

Sedangkan menurut, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benjamin Bukit, pihaknya baru mendengar kalau Jakarta kini menjadi kota termacet di dunia.

Kemacetan itu muncul, kata Benjami, lantaran Pemprov masih belum bisa mengerem laju pertumbuhan kendaraan di Indonesia.

"Yang pertama karena kita tidak bisa mengerem laju pertumbuhan kendaraan, luas jalan kita tauh sendiri, setiap tahun cuma 0,01 persen. Intinya pemerintah harus melakukan semaksimal mungkin, kalu Jakarta punya strategi pola transpotasi mampu ini kita akan push sebalik-baiknya," jelas Benjamin.

Berdasarkan indeks tersebut, rata-rata terdapat 33.240 kali proses berhenti-jalan per tahun di Jakarta.

Indeks ini mengacu dari data navigasi pengguna Tom Tom, mesin GPS, untuk menghitung jumlah berhenti dan jalan yang dibuat setiap kilometer. Jumlah tersebut kemudian dikalikan dengan jarak rata-rata yang ditempuh setiap tahun di 78 negara.

Castrol’s Magnatec Stop-Start index juga mencatat, Surabaya Ibu Kota provinsi Jawa Timur berada di peringkat keempat sebagai kota termacet di dunia. Rata-rata, terjadi 29.880 kemacetan setiap tahun di Surabaya.

Istanbul, Turki menjadi kota kedua yang paling macet di dunia. Sedikitnya terjadi 32.520 kemacetan per tahun. Mexico City, Meksiko, berada di urutan ketiga dengan 30.840 kemacetan setiap tahun.

Sedangkan untuk kota yang paling lancar di dunia, diraih di kota Tampere, Finlandia. Rata-rata hanya terjadi 6.240 berhenti-jalan. Rotterdam, Belanda, di mana mayoritas penduduknya bersepeda, berada di peringkat kedua setelah Tampere dengan 6.360 kemacetan per tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Yuddy 'Gemetar' Gaji PNS DKI Besar

Menteri Yuddy 'Gemetar' Gaji PNS DKI Besar

News | Selasa, 03 Februari 2015 | 18:05 WIB

Izinkan Mobil Masuk Busway, Ahok: Itu Kalimat Sindiran

Izinkan Mobil Masuk Busway, Ahok: Itu Kalimat Sindiran

News | Selasa, 03 Februari 2015 | 15:18 WIB

Ahok Sewot Bus Tingkat Mercy Belum Dapat Izin Jalan

Ahok Sewot Bus Tingkat Mercy Belum Dapat Izin Jalan

News | Jum'at, 30 Januari 2015 | 15:05 WIB

Terkini

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:35 WIB

Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya

Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:58 WIB

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:47 WIB

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:38 WIB

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:30 WIB

DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!

DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:30 WIB

Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu

Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:20 WIB

ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan

ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:01 WIB

Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi

Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:52 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:49 WIB