Sambil Menangis, Gulat Manurung Bacakan Pledoi di Tipikor

Siswanto, Nikolaus Tolen

Kamis, 12 Februari 2015 | 17:14 WIB
Sambil Menangis, Gulat Manurung Bacakan Pledoi di Tipikor
Terdakwa kasus dugaan suap Gubernur Riau Annas Maamun, Gulat Medali Emas Manurung menangis (Antara)

Suara.com - Sambil duduk tertunduk di kursi persidangan, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Riau, Gulat Medali Emas Manurung, membacakan nota pembelaan atau pledoi di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor yang dipimpin hakim Mukhlis.

"Saya tidak pernah minta gubernur Riau agar lahan perkebunan saya masuk revisi SK Gubernur Riau. Lebih aneh lagi saya dituduh menyuap Annas," kata Gulat saat membacakan pledoi.

Gulat yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Riau itu diduga telah memberi suap kepada Gubernur (nonaktif) Riau Annas Maamun terkait revisi SK Gubernur Riau Nomor 673 tentang perubahan lahan kawasan hutan menjadi bukan hutan.

Gulat menyangkal menyuap Annas agar lahan perkebunan Kelapa Sawit miliknya dimasukkan ke dalam revisi SK Gubernur Riau Nomor 673. Dia hanya berusaha membantu Direktur PT Duta Palma Surya Darmadi mencari pinjaman uang untuk diberikan kepada Annas Maamun sebagai uang jaminan agar lahan perkebunan sawit milik PT Duta Palma masuk dalam SK tersebut.

Gulat berpendapat kesaksian Annas Maamun dalam beberapa sidang yang lalu berdasarkan pandangan dirinya sendiri tanpa didukung oleh kesaksian orang lain.

"Saya hanya pernah membicarakan tentang lahan Duta Palma. Tapi Anas Ma'amun dalam kesaksiannya berdiri sendiri. Satu saksi bukanlah saksi. Keterangan saksi yang tidak didukung keterangan saksi lainnya, bukanlah kesaksian. Faktanya selama persidangan, tidak ada satu pun yang dapat memastikan bahwa saya telah meminta tolong terkait lahan saya," kata Gulat.

"Saat Annas minta saya cari pinjaman, saya jengkel karena tidak ingin dikaitkan dengan PT Duta Palma, tapi saya ditelepon berkali-jali. Saya hormat dan akhirnya mencarikan pinjaman," kata Gulat sambil mengelap air mata.

Menanggapi pledoi Gulat, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum KPK Kresna Anto Wibowo mengatakan boleh saja Gulat membela. Tapi, lanjut Kresno, semua keterangan saksi yang dihadirkan persidangan akan menjadi pertimbangan dan penilaian bagi jaksa, khususnya bagi majelis hakim.

"Menurut kami (kesaksian Annas) tidak berdiri sendiri. Kalau dari kami tetap masuk tuntutan. Kami tidak mengajukan replik karena sudah sesuai tuntutan. Kalau ada hal baru yang belum dibahas di tuntutan pasti ada replik unuk membantah," kata Kresna.

Gulat dalam sidang sebelumnya dituntut empat tahun dan enam bulan penjara serta denda Rp150 juta atau subsider enam bulan kurungan. Gulat didakwa JPU KPK karena telah memberikan suap kepada Annas Maamun untuk memasukkan lahan perkebunannya ke dalam revisi SK Gubernur Riau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sidang Tuntutan Gulat Manurung

Sidang Tuntutan Gulat Manurung

Foto | Kamis, 05 Februari 2015 | 17:00 WIB

Dituntut Jaksa KPK 4,5 Tahun Penjara, Gulat Manurung Menangis

Dituntut Jaksa KPK 4,5 Tahun Penjara, Gulat Manurung Menangis

News | Kamis, 05 Februari 2015 | 15:33 WIB

Penyuap Gubernur Riau Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Penyuap Gubernur Riau Dituntut 4,5 Tahun Penjara

News | Kamis, 05 Februari 2015 | 13:19 WIB

Gulat Manurung Disebut Jadi Perantara Suap ke Annas Maamun

Gulat Manurung Disebut Jadi Perantara Suap ke Annas Maamun

News | Kamis, 29 Januari 2015 | 17:19 WIB

Kadisbun Riau: Hubungan Annas dan Gulat Seperti Ayah dan Anak

Kadisbun Riau: Hubungan Annas dan Gulat Seperti Ayah dan Anak

News | Kamis, 29 Januari 2015 | 13:29 WIB

Terkini

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB