Praperadilan Tersangka Korupsi jadi Tren, Buya: Kiamat Indonesia!

Arsito Hidayatullah | Bagus Santosa | Suara.com

Rabu, 25 Februari 2015 | 05:54 WIB
Praperadilan Tersangka Korupsi jadi Tren, Buya: Kiamat Indonesia!
Pertemuan Joko Widodo dan Buya Syafii Maarif. (Suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Anggota Tim Sembilan yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi), Buya Syafii Maarif, mengatakan bahwa Indonesia bisa kiamat, jika semua tersangka korupsi di KPK mengajukan gugatan praperadilan dan menang.

"Ya, masa terus (praperadilan)? Kiamat Indonesia toh," tegas Buya Syafii, usai menghadiri sebuah acara diskusi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta, Selasa (24/2/2015).

Hal itu diungkapkan Buya terkait putusan sidang praperadilan Komjen Pol Budi Gunawan terhadap penetapan tersangkanya di KPK. Dalam kasus ini, hakim tunggal Sarpin Rizaldi memenangkan gugatan tersebut dan memutuskan penetapan tersangka Budi Gunawan tidak sah. Imbasnya, tersangka korupsi lainnya yakni Suryadharma Ali, pun lantas mengajukan gugatan praperadilan dengan harapan yang sama.

Menurut Buya Syafii lagi, korupsi merupakan proses pemiskinan bangsa. Pasalnya menurutnya, korupsi merupakan tindakan yang luar biasa karena dilakukan secara masif dan menggurita.

"Masa yang kaya gitu dibiarkan? Kecuali (kalau) kita mau menggali kuburan (bagi) masa depan bangsa ini, silakan," tambahnya.

Buya Syafii menekankan, Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) juga harus membuka hati mengenai tren seperti ini. Apalagi menurutnya, bila semua prapeadilan yang diajukan tersangka korupsi ternyata dimenangkan pengadilan.

"Menurut saya, KY harus meneliti lagi hakim-hakim ini. Kemudian, MA juga membuka mata dan hati. Jangan seperti orang nggak paham saja," tandas Buya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Syafii Maarif Minta Kabareskrim Dicopot

Syafii Maarif Minta Kabareskrim Dicopot

News | Selasa, 24 Februari 2015 | 23:51 WIB

Syafi'i Maarif Minta Jokowi Dorong Polri Stop Kasus Samad dan BW

Syafi'i Maarif Minta Jokowi Dorong Polri Stop Kasus Samad dan BW

News | Selasa, 24 Februari 2015 | 20:21 WIB

Terkini

Perjalanan Kereta di Stasiun Gambir dan Senen Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Bekasi

Perjalanan Kereta di Stasiun Gambir dan Senen Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:32 WIB

KAI: 4 Penumpang Tewas dan 79 Luka-Luka Imbas Tragedi Stasiun Bekasi Timur

KAI: 4 Penumpang Tewas dan 79 Luka-Luka Imbas Tragedi Stasiun Bekasi Timur

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:25 WIB

Dudung Jadi KSP-Qodari Pimpin Bakom, DPR: Hak Prerogatif Presiden Sesuai Kapabilitas

Dudung Jadi KSP-Qodari Pimpin Bakom, DPR: Hak Prerogatif Presiden Sesuai Kapabilitas

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:25 WIB

Kapal Mewah Rp8 T Milik Taipan Rusia Tembus Blokade Hormuz, AS Gak Berani Nyerang

Kapal Mewah Rp8 T Milik Taipan Rusia Tembus Blokade Hormuz, AS Gak Berani Nyerang

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:24 WIB

Berteman dengan George W Bush, Megawati Cerita saat Menolak Serangan AS Terhadap Irak

Berteman dengan George W Bush, Megawati Cerita saat Menolak Serangan AS Terhadap Irak

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:00 WIB

Kasus Daycare Little Aresha: Polisi Dalami Dugaan Pemberian Obat Penenang dan Kekerasan Seksual!

Kasus Daycare Little Aresha: Polisi Dalami Dugaan Pemberian Obat Penenang dan Kekerasan Seksual!

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:00 WIB

Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu

Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu

News | Selasa, 28 April 2026 | 06:10 WIB

Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam

Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam

News | Selasa, 28 April 2026 | 00:21 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS

News | Selasa, 28 April 2026 | 00:01 WIB

Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit

Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit

News | Senin, 27 April 2026 | 23:52 WIB