Suara.com - Anna Duritskaya, kekasih Boris Nemtsov, tokoh oposisi Rusia yang tewas ditembak Jumat pekan lalu, akhirnya buka suara. Model cantik asal Ukraina itu mengungkap detik-detik pembunuhan terhadap kekasihnya tersebut.
Dalam sebuah wawancara di depan media, Anna, dengan nada datar mengaku tidak melihat si pembunuh. Ketika itu, dirinya dan Boris sedang berjalan menyusuri jembatan dengan Istana Kremlin, Moskow. Anna mengaku tidak bisa mengingat banyak hal pada saat kejadian.
Kepada media Dozhd, Anna mengaku tidak melihat sesuatu yang mencurigakan saat ia dan Boris makan malam berdua di sebuah restoran di dekat Lapangan Merah. Anna tidak pula mengetahui ada tidaknya orang yang mengikuti mereka saat berjalan menuju apartemen Boris.
"Saya tidak ingin menjawab pertanyaan tentang apa yang terjadi di jembatan. Saya tidak mau membicarakan tentang ini," kata Anna.
"Saya berada dalam kondisi prikologi yang amat sulit dan saya tidak dapat membicarakan tentang ini lagi sekarang. Saya merasa tidak nyaman... saya tidak melihat siapapun. Saya tidak tahu dari mana ia (si penembak) datang, ia berada di belakang saya," sambungnya.
Boris Nemtsov ditembak beberapa kali dan tewas seketika di tempat tersebut. Lelaki berusia 55 tahun itu adalah tokoh oposisi paling penting yang tewas di 15 tahun masa pemerintahan Presiden Vladimir Putin. Puluhan ribu warga Rusia menggelar aksi turun ke jalanan Moskow pada hari Minggu untuk menghormati Boris, si pejuang anti-korupsi yang pernah menjabat sebagai perdana menteri tersebut.
Sejak pembunuhan terjadi, Anna, si model berusia sekitar 23 atau 24 tahun itu, berada dalam kawalan ketat pihak berwajib dan kemungkinan akan menghadiri pemakaman Boris pada hari Selasa (3/3/2015). Ia pun dilarang ke luar negeri, termasuk ke kampung halamannya ke Ukraina.
"Saya punya hak untuk pergi dari Federasi Rusia. Saya bukan tersangka. Saya adalah saksi yang memberikan kesaksian lengkap dan melakukan segala yang bisa saya lakukan untuk membantu penyelidikan," ujar Anna.
"Mereka (pihak berwajib) tidak memperbolehkan saya pergi tanpa kawalan mereka," kata Anna.
Menurut Anna, ia tidak diperbolehkan pulang ke Ukraina lantaran alasan keamanan. (Reuters)