Anggota DPRD: Betulkah "Dana Siluman" Itu Datangnya dari Dewan?

Arsito Hidayatullah, Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 10 Maret 2015 | 05:56 WIB
Anggota DPRD: Betulkah "Dana Siluman" Itu Datangnya dari Dewan?
Rapat mediasi yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan jajarannya serta anggota DPRD DKI, di Gedung Kemendagri, Jakarta, Kamis (5/3/2015). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Saat ini, banyak sekali anggota DPRD DKI Jakarta yang mengaku tersinggung dengan sikap dan ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Salah satunya adalah Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta, Achmad Nawawi.

Nawawi mengaku tersinggung dengan perkataan Ahok yang suka menyebut anggota dewan sebagai "maling" anggaran (APBD). Dia pun beranggapan, dengan sikap itu, Ahok sedang membangun sebuah opini pubik untuk menjatuhkan para anggota dewan.

"Opini yang dibangun oleh Ahok itu opini sesat. Seolah-olah dia seorang malaikat yang bersih turun dari kayangan, untuk membersihkan kotoran-kotoran dewan," ujar Nawawi di ruang kerjanya, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2015).

Menurut Nawawi, dengan perkataan Ahok yang akan siap dipecat dari jabatan Gubernur DKI apabila terbukti melanggar terkait kisruh APBD 2015, menunjukan bahwa dirinya (Ahok) sedang merasa terancam. Makanya menurutnya, Ahok selalu melontarkan perkatan-perkataan tersebut.

"Saya sungguh tersinggung betul, sebagai anggota dewan dipojokkan betul. Seolah-olah anggota dewan (itu) maling, rampok, broker, dan lain sebagainya. Bahkan kalimat begini berulang-ulang sampai sekarang, 'Saya siap mundur, saya siap mundur. Siap dipecat. Yang penting angka Rp12,1 triliun tidak masuk'. Itu menyesatkan betul. Sangat menyesatkan masyarakat," tutur Nawawi.

Nawawi pun menuding, isu yang dibangun oleh mantan Bupati Belitung Timur itu sebagai sebuah bentuk pencitraan. Sebab menurutnya, dengan bermodalkan ketenaran, Ahok akan dapat dengan mudah mempengaruhi masyarakat dengan opini-opininya.

"Betulkah dana siluman itu datangnya dari dewan? Atau jangan-jangan dana siluman itu justru datang dari pemerintah DKI? Kenapa? Karena bahan APBD yang dikirimkan ke Kemendagri adalah APBD yang bukan hasil bahasan kita, (tapi) bahasan anggota dewan dengan eksekutif. Kalau itu yang terjadi, berarti yang 'dana siluman' itu kan dari sana, bukan dari dewan," paparnya pula.

"Tapi karena dia udah start dulu ngomong ke mana-mana, sampai rakyat terpengaruh betul seolah-olah dewan kumpulan para koruptor," tandas Nawawi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kisruh APBD, Djarot Pastikan Ada Komunikasi Pemprov dengan DPRD

Kisruh APBD, Djarot Pastikan Ada Komunikasi Pemprov dengan DPRD

News | Senin, 09 Maret 2015 | 19:25 WIB

Enam Jam Lebih Diperiksa, Dua Kepsek Kikuk Keluar Polda Metro

Enam Jam Lebih Diperiksa, Dua Kepsek Kikuk Keluar Polda Metro

News | Senin, 09 Maret 2015 | 19:00 WIB

Polisi: Tersangka UPS Bisa Lebih dari Satu Orang

Polisi: Tersangka UPS Bisa Lebih dari Satu Orang

News | Senin, 09 Maret 2015 | 15:06 WIB

Kisruh APBD, Pemprov DKI Masih Pikirkan Solusi Belanja Pegawai

Kisruh APBD, Pemprov DKI Masih Pikirkan Solusi Belanja Pegawai

News | Senin, 09 Maret 2015 | 14:42 WIB

Terkini

KPK Klaim Belum Ada Permintaan Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

KPK Klaim Belum Ada Permintaan Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:03 WIB

Hindari 'Jeruk Makan Jeruk', Kejagung Bentuk Tim Steril Tangani Kasus Febrie Adriansyah

Hindari 'Jeruk Makan Jeruk', Kejagung Bentuk Tim Steril Tangani Kasus Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 18:54 WIB

Celah Hukum Kasus Febrie: Mengapa Pengalihan ke Kejagung Bisa Bikin Tersangka Menang Praperadilan?

Celah Hukum Kasus Febrie: Mengapa Pengalihan ke Kejagung Bisa Bikin Tersangka Menang Praperadilan?

News | Senin, 13 Juli 2026 | 18:45 WIB

Ibu Santri di Lombok Tengah: Anak Saya ke Pesantren untuk Belajar Agama, Bukan Dibakar Hidup-Hidup

Ibu Santri di Lombok Tengah: Anak Saya ke Pesantren untuk Belajar Agama, Bukan Dibakar Hidup-Hidup

News | Senin, 13 Juli 2026 | 18:36 WIB

Lebih Cepat di Kejagung, Yusril Ungkap Alasan Berkas Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan

Lebih Cepat di Kejagung, Yusril Ungkap Alasan Berkas Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 18:27 WIB

RUU Perampasan Aset Berpotensi Dirombak, DPR Bahas Pembentukan Lembaga Khusus

RUU Perampasan Aset Berpotensi Dirombak, DPR Bahas Pembentukan Lembaga Khusus

News | Senin, 13 Juli 2026 | 18:27 WIB

Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu

Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu

News | Senin, 13 Juli 2026 | 18:17 WIB

Habiburokhman Sebut Penahanan Febrie Adriansyah Sangat Urgen: Akan Kami Cek, Ditahan Apa Belum

Habiburokhman Sebut Penahanan Febrie Adriansyah Sangat Urgen: Akan Kami Cek, Ditahan Apa Belum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 18:04 WIB

Dalih Iseng Teror Bom SDN Srengseng, Polisi Gandeng Densus 88 Bongkar Motif Asli Pelaku

Dalih Iseng Teror Bom SDN Srengseng, Polisi Gandeng Densus 88 Bongkar Motif Asli Pelaku

News | Senin, 13 Juli 2026 | 18:02 WIB

Prabowo Minta yang Pesimis Keluar dari RI, Pakar Komunikasi: Efektif tapi Berisiko Polarisasi

Prabowo Minta yang Pesimis Keluar dari RI, Pakar Komunikasi: Efektif tapi Berisiko Polarisasi

News | Senin, 13 Juli 2026 | 17:58 WIB

×