Pemkot Bekasi Minta Rp412 Miliar, Ahok: Kita Kasih

Rabu, 01 April 2015 | 02:00 WIB
Pemkot Bekasi Minta Rp412 Miliar, Ahok: Kita Kasih
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat blusukan ke Pintu Air Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu, (21/2). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak keberatan memberikan dana hibah untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sebesar Rp412 miliar. Begitu pun terhadap permintaan bantuan dari daerah sekitar lainnya seperti Tangerang.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meyakinkan, pihaknya akan selalu membantu mitra DKI, selama Detailed Engineering Design (DED) atau perencanaan proyek fisik untuk membuat detail bangunan sipilnya beres.

"Selama DED-nya oke, kita kasih. Kan seperti Kota Tangerang, dia mau minta Rp1,2 triliun. (Itu) Kita kasih, selama DED-nya ada," ujar Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (31/3/2015).

"Jadi, prinsip kebijakan DKI sekarang, kita memperluas wilayah, tapi bukan (dalam bentuk) kekuasaan melainkan tanggung jawab. Yang namanya transportasi, banjir, macet, semua hubungannya sama (wilayah) sekitar ini," terang Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu kembali menegaskan jika pihaknya tidak akan segan-segan mengucurkan dana untuk daerah-daerah di sekitar DKI Jakarta.

"Perbaikan jalan inspeksi Daan Mogot kalau tidak sampai tembus Tangerang, kan percuma. Terus Lebak Bulus dibongkar, ada Terminal Pondok Cabe, Tangsel. Kalau kita nggak mau bagusin jalan ke situ, kita juga yang menderita," papar Ahok.

Ahok pun mengungkapkan bahwa orang yang bekerja di Jakarta juga kebanyakan berdomisili di daerah sekitar mitra DKI. Oleh karena itu menurutnya, pihaknya tak akan segan memberikan bantuan.

"Misalkan kita mau lebarin jalan tembus ke Bekasi. Kalau Bekasinya nggak (bagus), percuma. Kayak putus. Kita mau bikin seolah-olah wilayah ini tanpa batas. Jadi kamu nggak ngerasa wilayah berbatasan, kecuali ada papannya ya," sambungnya.

"Jalannya, sungainya, elevated bus-nya, semua sama. Nah, itu tanggung jawab DKI. Tapi kekuasaannya tetap milik mereka. Itu konsep megapolitannya DKI. Jadi bukan kayak zamannya Bang Yos (Sutiyoso), kekuasaan diambil segala macam. Ribut dong sekitar. Kalau sekarang enggak. Kewajibannya kami ambil, kekuasaannya enggak. Selama ada pertanggungjawaban, kita akan bantu," tutup Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI