Ternyata, Giok 20 Ton di Nagan Raya Lebih Banyak Batu Koral

Siswanto | Suara.com

Rabu, 01 April 2015 | 17:19 WIB
Ternyata, Giok 20 Ton di Nagan Raya Lebih Banyak Batu Koral
Batu giok 20 ton yang ditemukan di Nagan Raya. [Suara.com/Alfiansyah Ocxie]

Suara.com - Batu giok seberat 20 ton yang ditemukan warga di kawasan hutan lindung, Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, ternyata lebih banyak mengandung koral.

"Cuma ada sekitar 200 kilogram yang bagusnya, yang punya tali air," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nagan Raya, Samsul Kamal, saat dihubungi suara.com, Rabu (1/4/2015) dari Banda Aceh.

Batu seberat 20 ton tersebut mempunyai tiga lapisan, yakni kulit, koral, dan tali air. Bagian tali air atau yang memiliki kandungan giok super mempunyai lebar 25 sentimeter dan panjang dua meter. Tali air tersebut terdapat 40 sentimeter di dalam lapisan koral yang membalut batu.

"Yang ada-ada tali airnya udah kita pisahkan. Kita bawa ke gudang penyimpanan di rumah Ketua DPRK tempat kita menyimpan yang lima ton sebelumnya," kata dia.

Banyaknya koral atas batu 20 ton itu, kata dia, diketahui setelah proses pembelahan dan pengamanan lima ton beberapa waktu setelah ditemukan. Dari jumlah yang diturunkan itu, kata dia, batu yang memiliki unsur tali air hanya sedikit.

"Dari lima ton yang kita bawa turun itu, cuma sedikit yang punya tali air. Lain memang koral semua," katanya.

Menurut Samsul proses pembelahan batu sudah dihentikan sejak 6 Maret 2015. Hal itu dilakukan untuk memperkecil biaya yang selama ini telah berjalan. Tapi ketika ditanya berapa jumlah biaya yang telah dikeluarkan? Samsul mengatakan upah angkut dari lokasi menuju pos pengangkutan oleh kendaraan yakni sebesar Rp10 ribu per kilogram.

"Kalau semuanya itu belum kita rekap, berapa banyak habis biaya kita belum tau. Tapi ya lumanyanlah," katanya.

Seperti diketahui, penemuan giok 20 ton sempat membuat warga sekitar heboh. Bahkan, antar desa di kawasan itu saling berebut untuk mendapatnya.

Untuk menghindari pertikaian antar warga, Pemkab Nagan Raya akhirnya memutuskan untuk membelah batu giok 20 ton. Batu dipotong dengan menggunakan enam mesin serta melibatkan puluhan warga setempat. Proses pembelahan sudah dilakukan sejak hari Sabtu, 21 Februari lalu. [Alfiansyah Ocxie]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Hari, Pembelahan Batu Giok 20 Ton Baru Mencapai 50 Persen

10 Hari, Pembelahan Batu Giok 20 Ton Baru Mencapai 50 Persen

News | Rabu, 04 Maret 2015 | 16:33 WIB

Warga Pante Ara Minta Temuan Batu Giok 20 Ton Dibagi Rata

Warga Pante Ara Minta Temuan Batu Giok 20 Ton Dibagi Rata

News | Kamis, 26 Februari 2015 | 14:24 WIB

Giok 20 Ton Ditangani Pemerintah, Warga Protes Takut Tak Kebagian

Giok 20 Ton Ditangani Pemerintah, Warga Protes Takut Tak Kebagian

News | Kamis, 26 Februari 2015 | 12:45 WIB

Pemerintah Akhirnya Belah Giok 20 Ton di Nagan Raya

Pemerintah Akhirnya Belah Giok 20 Ton di Nagan Raya

News | Kamis, 26 Februari 2015 | 10:47 WIB

Terkini

Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor

Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:13 WIB

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:54 WIB

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:14 WIB

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:29 WIB

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:20 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:57 WIB

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB