Suara.com - Tumpahan zat kimia dari truk tanki nomor polisi L 8370 UN yang mengalami kecelakaan di jalan tol Angke arah Bandara Soekarno-Hatta kilometer 17.800, Selasa (5/5/2015) sekitar pukul 03.48 WIB telah memakan korban jiwa. Warga bernama Kusmiati (28) meninggal dunia setelah menghirup cairan yang tumpah ke kamar rumahnya yang berada di bawah tol.
Suami Kusmiati, Deden (35), mendengar kabar masih ada warga yang menjadi korban tumpahan cairan kimia.
"Saya dengar ada korban lain, luka kebakaran, kecipratan zat kimianya," katanya kepada suara.com di rumah duka RSCM, Salemba, Jakarta Pusat.
"Tapi saya ga tau korban lainnya siapa dan di bawa ke rumah sakit mana, saya ga tahu. Itu dikabarin sama orang aja," ayah dua orang anak itu menambahkan.
Sebab, saat istrinya pingsan tak lama setelah menghirup asap cairan kimia, ia langsung melarikannya ke Rumah Sakit Atmajaya, Pluit, Jakarta Utara.
"Yang saya khawatirkan saat itu istri saya pingsan," kata dia.
Menurut Deden rumah yang berdekat dengan rumahnya terkena tumpahan zat kimia.
"Zat kimianya nggak seluruh tumpah hanya separuh. Persis lewat satu rumah itu rumah saya. Tumpahannya itu di rumah samping rumah saya," kata dia.
Setelah dari RSCM, jenazah Kusmiati akan dibawa ke Tangerang untuk dimakamkan.
"Saya langsung bawa ke Tangerang, nanti di sana di urus soal pemakamannya. Kampung halaman almarhumah di sana dan di sana ada pemakaman keluarga. Orang tuanya udah ada di sana sama anak-anak saya," kata Deden.
Petugas operator radio trunking Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Inspektur Polisi Satu Darno menjelaskan sebelum kejadian, seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan datang dari arah Slipi menuju Pluit.
"Truk tangki L 8370 UN yang sedang berjalan di lajur kiri ditabrak oleh truk kontainer B 9107 BEH. Akibat ditabrak, truk tangki alami kebocoran dan muatan asam sulfat tumpah ke jalan. Saat bersamaan datang taksi nomor polisi B 1431 KTH dari arah yang sama, karena kaget lalu membuang kemudi dan bersenggolan dengan Nissan Livina B 1416 SQP," kata Sarno.
Pada waktu itu, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dari kecelakaan lalu lintas. Kasus tersebut kemudian ditangani Satuan PJR dan Unit Laka Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Tapi tak lama kemudian muncul laporan baru lagi, yakni seorang warga yang berada di bawah jalan layang terkena cairan kimia.
Hingga saat ini, jenis zat kimia yang tumpah masih belum dapat dipastikan namanya.