Nike Kembali Diterpa Isu Upah Murah Buruh

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 08 Mei 2015 | 15:36 WIB
Nike Kembali Diterpa Isu Upah Murah Buruh
Logo NIKE. (nike.com)

Suara.com - Perusahaan sepatu terkemuka di Amerika Serikat, Nike kembali diterpa isu pemberian upah rendah untuk buruhnya di seluruh dunia. Terutama menjelang kunjungan Presiden Barack Obama, Jumat (8/5/2015) ini.

Nike menjadi merk sepatu dan peralatan olahraga yang disukai Obama. Bahkan Obama tidak ragu memamerkan barang kelas dunia Nike saat bermain golf.

Namun dibalik harga peralatan olahraga Nike yang super mahal dan mewah, buruhnya di seluruh dunia merana dengan gaji super rendah. Berbeda dengan keadaan di perusahaan pusat Nike di Beaverton, Oregon. Di sana hanya ada pekerja elit. Seperti desainer sampai marketing. Sementara pabrik pembuatannya ada di Asia, salah satunya Vietnam. Buruh Vietnam mendapatkan upah sangat tidak layak.

Belum lagi, Nike menerapkan sistem kerja kontrak dan alih daya. Direktur Public Citizen Global Trade Watch, Lori Wallach mengatakan kunjungan Obama itu diharapkan bisa memberikan angin segar. Obama bisa mendesak perusahaan Nike untuk meningkatkan taraf hidup buruh-buruhnya di seluruh dunia.

Juru Bicara Gedung Putih mengatakan, Obama akan melihat berbagai perjanjian perdagangan Nike. Selain itu Obama akan mendorong sistem perdagangan dan pengupahan yang adil.

"menggambarkan bagaimana perjanjian perdagangan yang bertanggung jawab meliputi tenaga kerja dan lingkungan standar. Ini akan sangat menguntungkan keluarga kelas menengah di Amerika," jelas Gedung Putih.

AP melansir, selama 2 dekade Nike selalu mendapatkan kritik soal sistem perburuhan yang buruk. Banyak pekerja anak, upah rendah dan kondisi kerja yang buruk. Namun Nike akhirnya pernah menaikkan upah buruhnya.

"Kami telah membuat kemajuan yang signifikan dan perubahan positif untuk pekerja kontrak di pabrik-pabrik yang membuat produk Nike," kata Juru Bicara Nike, Greg Rossiter.

Sebelumnya investigasi AP di Indonesia tahun 2011 memperlihatkan buruh Nike begitu bernasib buruk. Tidak ada standar upah, jam kerja, bahkan perlindungan. (AP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

6.400 Buruh di Perusahaan Ini Liburan Gratis ke Paris

6.400 Buruh di Perusahaan Ini Liburan Gratis ke Paris

News | Jum'at, 08 Mei 2015 | 15:04 WIB

Jokowi Direncanakan Berkunjung ke AS untuk Bertemu Obama

Jokowi Direncanakan Berkunjung ke AS untuk Bertemu Obama

News | Kamis, 07 Mei 2015 | 16:10 WIB

Said Iqbal: Sah-sah Saja Buruh Punya Partai

Said Iqbal: Sah-sah Saja Buruh Punya Partai

News | Rabu, 06 Mei 2015 | 18:18 WIB

Qatar Bangun 7 'Kota Buruh' untuk Piala Dunia 2022

Qatar Bangun 7 'Kota Buruh' untuk Piala Dunia 2022

News | Rabu, 06 Mei 2015 | 11:04 WIB

BPS: Pekerja di Indonesia Masih Didominasi Lulusan SD dan SMP

BPS: Pekerja di Indonesia Masih Didominasi Lulusan SD dan SMP

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2015 | 19:24 WIB

Aktivis Buruh Bunuh Diri, FSPMI akan Demo Lanjutkan Perjuangan

Aktivis Buruh Bunuh Diri, FSPMI akan Demo Lanjutkan Perjuangan

News | Selasa, 05 Mei 2015 | 06:13 WIB

Jokowi akan Cek Kasus Aktivis FSPMI Bunuh Diri di GBK

Jokowi akan Cek Kasus Aktivis FSPMI Bunuh Diri di GBK

News | Senin, 04 Mei 2015 | 16:46 WIB

Psikolog Coba Ungkap Motif Aktivis Buruh FSPMI Bunuh Diri di GBK

Psikolog Coba Ungkap Motif Aktivis Buruh FSPMI Bunuh Diri di GBK

News | Senin, 04 Mei 2015 | 16:28 WIB

Aktivis FSPMI Bakar Diri, Ahok Punya Strategi Bantu Ekonomi Buruh

Aktivis FSPMI Bakar Diri, Ahok Punya Strategi Bantu Ekonomi Buruh

News | Senin, 04 Mei 2015 | 10:41 WIB

Terkini

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Belanda Kembalikan 20 Barang Curian ke Indonesia: dari Berlian hingga Alquran Kuno

Belanda Kembalikan 20 Barang Curian ke Indonesia: dari Berlian hingga Alquran Kuno

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:00 WIB

HUT ke-62 Golkar Digelar Sederhana, Bahlil Larang Acara di Hotel

HUT ke-62 Golkar Digelar Sederhana, Bahlil Larang Acara di Hotel

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Polisi Cimahi Ungkap Peredaran 1 Kg Tembakau Sintetis, Sita Senpi Rakitan

Polisi Cimahi Ungkap Peredaran 1 Kg Tembakau Sintetis, Sita Senpi Rakitan

Jabar | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Dituntut 5 Tahun Penjara, 11 Pengasuh Daycare Little Aresha Minta Keringanan dan Ngaku Korban Sistem

Dituntut 5 Tahun Penjara, 11 Pengasuh Daycare Little Aresha Minta Keringanan dan Ngaku Korban Sistem

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:53 WIB

×