Kak Seto Minta Warga Bantu Polisi Cari TKP Video Seks Anak

Siswanto, Firsta Nodia

Selasa, 26 Mei 2015 | 16:42 WIB
Kak Seto Minta Warga Bantu Polisi Cari TKP Video Seks Anak
Pemerhati Anak, Seto Mulyadi atau Kak Seto. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Pemerhati anak Seto Mulyadi atau Kak Seto mengaku prihatin dengan peredaran video seks yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur.

"Ini menunjukkan kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak. Dengan alasan kemiskinan dan kesibukan anak menjadi warga kelas dua, padahal penyimpangan perilaku anak ditentukan oleh seberapa besar pengawasan orang tua," kata Kak Seto, Selasa (26/5/2015)

Seto juga berharap masyarakat membantu aparat penegak hukum melacak lokasi pembuatan video tersebut. Dengan demikian, anak-anak yang terekam di video porno tersebut bisa segera direhabilitasi agar kelak tak memiliki perilaku yang menyimpang.

Kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika diharapkan segera memblokir akses ke link video asusila agar tak dilihat oleh anak-anak lainnya.

Menurut Kak Seto kasus ini juga harus menjadi pelajaran bagi semua orang tua agar lebih memerhatikan anak.

Agar kejadian serupa tidak dialami oleh anak-anak yang lain, Kak Seto menekankan pentingnya pembentukan Satgas Perlindungan Anak di tingkat RT dan RW.

"Inilah pentingnya Satgas Perlindungan Anak, agar semua ikut mengawasi, baik orang tua dan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya," kata dia.

Kak Seto juga menganjurkan agar orang tua memfasilitasi kebutuhan anak untuk melakukan kegiatan positif, seperti berolahraga dan menari.

Dalam video berdurasi 4 menit 8 detik terlihat anak lelaki dan perempuan melakukan berbagai gaya layaknya orang dewasa. Mereka diarahkan oleh seseorang yang membawa kamera. Raut wajah ceria tanpa tekanan terlihat dari kedua anak saat berhubungan intim. Terkesan tak ada perasaan malu atau bersalah yang mencuat dari mimik wajah mereka. 

Aksi tak senonoh tersebut ditonton oleh beberapa anak lainnya. Lokasinya di dekat tembok bangunan, di dekat kebun pisang. Diduga kejadian itu berlangsung di Jawa Tengah, tapi alamatnya belum ketahuan.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, juga mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika segera memblokir akses ke link yang menayangkan video asusila.

"Supaya orang yang menonton juga tidak menyebarkannya lagi karena justru bisa saja ditonton oleh anak-anak. Kami bersama kepolisian akan melacak situs ini," kata Arist.

Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak Jawa Tengah yang digagas Komnas PA telah diturunkan untuk melakukan pelacakan lokasi tempat pembuatan video.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lokasi Pembuatan Video Seks Anak-anak Diduga di Jawa Tengah

Lokasi Pembuatan Video Seks Anak-anak Diduga di Jawa Tengah

News | Selasa, 26 Mei 2015 | 15:27 WIB

Anak-anak Ngeseks Direkam Dikhawatirkan Kelak Punya Kelainan Seks

Anak-anak Ngeseks Direkam Dikhawatirkan Kelak Punya Kelainan Seks

News | Selasa, 26 Mei 2015 | 15:17 WIB

Video Anak Berhubungan Seks Jadi Perhatian DPR

Video Anak Berhubungan Seks Jadi Perhatian DPR

News | Selasa, 26 Mei 2015 | 14:24 WIB

KPAI: Kasus Anak Berhubungan Seks Ibarat Fenomena Gunung Es

KPAI: Kasus Anak Berhubungan Seks Ibarat Fenomena Gunung Es

News | Selasa, 26 Mei 2015 | 14:10 WIB

Ada Orang Dewasa yang Terlibat di Video Anak Berhubungan Intim

Ada Orang Dewasa yang Terlibat di Video Anak Berhubungan Intim

News | Selasa, 26 Mei 2015 | 12:59 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×