Mantan Mendiknas: Indonesia Butuh Banyak Ahli Sejarah Kuno

Selasa, 26 Mei 2015 | 23:10 WIB
Mantan Mendiknas: Indonesia Butuh Banyak Ahli Sejarah Kuno
Sejumlah sejarawan melakukan proses digitalisasi naskah kuno melalui media kamera digital di Solo, Kamis (26/6/2014). [Antara]

Suara.com - Mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) ke-19, Wardiman Djojonegoro mengatakan, Indonesia masih butuh banyak tenaga ahli di bidang sejarah kuno dan sejenisnya.

"Bangsa ini masih kurang ahli sejarah, terutama sejarah kuno dan sebagainya," ungkap Wardiman, usai menjadi pembicara seminar internasional "Memory of the World", di Jakarta, baru-baru ini.

Wardiman pun menjelaskan bahwa sejarah kuno dibutuhkan untuk mempelajari perkembangan zaman Indonesia beserta dengan peninggalannya. Jika sejarah bisa dipelajari dengan mudah, maka menurutnya akan ada banyak cara pula untuk melestarikannya.

"Mungkin penyebabnya karena sejarah dan budaya adalah bukan ilmu populer. Padahal masih banyak dibutuhkan tenaga seperti itu," ujarnya.

Apabila sudah banyak ahli-ahli sejarah kuno, menurut Wardiman lagi, bisa dipastikan langkah Indonesia untuk mendaftarkan budayanya kepada UNESCO akan lebih mudah. Pasalnya, penelitian dan fakta-fakta akan lebih mudah untuk dijabarkan maksudnya.

"Dulu, batik hampir saja diakui oleh negara lain. Untung saja akhirnya dipatenkan kepada Indonesia," tuturnya.

Wardiman pun menyarankan kepada pemerintah untuk mengadakan sekolah lanjutan atau beasiswa khusus bagi bidang studi spesialis sejarah kuno, agar banyak tercipta generasi penerus ahli sejarah kuno.

"Sejarah kuno tidak hanya tentang sastra dan artefak, tapi masih banyak hal yang bisa digali serta dikembangkan asal muasalnya," kata Wardiman.

Sebelumnya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun telah mendorong agar arsip dan sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) untuk masuk dalam catatan sejarah penting dunia melalui "Memory of the World" (MOW).

"Momen tersebut merupakan representasi kekuatan baru negara-negara bekas jajahan di Asia-Afrika, dan menawarkan sebuah alternatif tata dunia baru di tengah dominasi negara adikuasa. Jadi sangatlah penting," ungkap Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI