Jenderal Pelaku "Trafficking" Muslim Rohingya Menyerah

Esti Utami

Selasa, 02 Juni 2015 | 18:19 WIB
Jenderal Pelaku "Trafficking" Muslim Rohingya Menyerah
Perahu pengangkut Muslim Rohingya ditarik perahu nelayan Aceh, (20/5). (Reuters/Antara Foto)

Suara.com - Jenderal berbintang tiga Thailand, yang diduga terlibat dalam perdagangan manusia, menyerahkan diri kepada kepolisian setempat pada Selasa (2/6/2015).

Letnan Jenderal Manus Kongpan menyerah di tengah serangkaian penangkapan yang dilakukan pemerintah Thailand untuk memberantas jaringan perdagangan manusia lintas negara di kawasan Asia Tenggara.

Secara keseluruhan, pemerintah Thailand merilis 84 perintah penangkapan terkait persoalan perdagangan manusia. Kepolisian menyatakan 51 penangkapan telah dilakukan.

Sementara itu, Letnan Jenderal Kongpan mengaku siap diadili.

"Saya meminta keadilan. Saya siap untuk bekerja sama dengan pihak yang berwenang," katanya kepada wartawan setempat melalui sambungan telepon.

Saat dihubungi dia sedang berkendara menuju kantor polisi Pedang Besar, sebuah kota perbatasan Thailand dan Malaysia yang diduga sebagai 'pusat' aktivitas perdagangan manusia.

"Apa pun yang diputuskan oleh pengadilan, saya siap menerimanya," kata Kongpan.

Menanggapi penyerahan diri Letjend Kongpan, mantan kepala angkatan bersenjata Thailand yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prawit Wogsuwan, menegaskan bahwa Manus harus dianggap tidak bersalah sampai terbukti sebaliknya.

"Dia hanyalah seorang terduga," kata Wongsuwan.

Pada pekan lalu, pihak kepolisian menyatakan bahwa tidak ada lagi aktivitas perdagangan manusia yang tersisa di Thailand bagian selatan setelah pemerintah menggelar operasi besar-besaran.

Kebijakan operasi tersebut diputuskan setelah penemuan sejumlah kuburan massal di daerah perbatasan Thailand dan Malaysia.

Sebagai akibat dari operasi tersebut, para pelaku perdagangan manusia, yang terlanjur mengangkut para korban dari Myanmar dan Bangladesh dengan kapal, tidak berani memasuki wilayah Thailand.

Pelaku meninggalkan korban di tengah lautan. Sekitar 4.000 orang yang diduga merupakan korban perdagangan manusia telah berhasil mendarat di Malaysia, Indonesia, Thailand, Myanmar, dan Bangladesh.

Sebagian besar di antara mereka adalah Muslim Rohingya yang hidup menderita di bawah diskriminasi rasial pemerintah Myanmar dan seringkali diserang oleh kelompok Buddha garis keras di negara bagian Rakhine.

Akibat penderitaan mereka, Muslim Rohingya rela menyerahkan nyawa kepada pelaku perdagangan manusia agar dapat menyebarang ke negeri lain dan memulai hidup baru. PBB memperkirakan ada sekitar 2.000 imigran masih berada di tengah lautan sejak Thailand melancarkan operasi pemberantasan jaringan perdagangan manusia. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Benarkah Isu Diplomat Arya Daru Dibunuh Karena Endus Mafia Perdagangan Manusia? Ini Kata Kemlu

Benarkah Isu Diplomat Arya Daru Dibunuh Karena Endus Mafia Perdagangan Manusia? Ini Kata Kemlu

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 11:17 WIB

Lindungi Hak Anak: Stop Perdagangan Manusia Sekarang!

Lindungi Hak Anak: Stop Perdagangan Manusia Sekarang!

Your Say | Rabu, 05 Maret 2025 | 16:00 WIB

Drama Laut Andaman: Mengungkap Sindikat Perdagangan Manusia Rohingya di Aceh

Drama Laut Andaman: Mengungkap Sindikat Perdagangan Manusia Rohingya di Aceh

Liks | Rabu, 13 November 2024 | 14:11 WIB

Harta Miliaran Rupiah Habis, Cynthiara Alona Siap Lawan Mantan Kuasa Hukum, Ini Penyebabnya

Harta Miliaran Rupiah Habis, Cynthiara Alona Siap Lawan Mantan Kuasa Hukum, Ini Penyebabnya

Entertainment | Jum'at, 31 Mei 2024 | 05:55 WIB

Wawancara Khusus Laurentina 'Suster Kargo', Pejuang Anti Human Trafficking Penerima Anugerah HWPA 2023

Wawancara Khusus Laurentina 'Suster Kargo', Pejuang Anti Human Trafficking Penerima Anugerah HWPA 2023

wawancara | Sabtu, 04 Mei 2024 | 12:30 WIB

Dedikasi 'Suster Kargo' Sang Pejuang Anti Human Trafficking Dapat Anugerah HWPA 2023

Dedikasi 'Suster Kargo' Sang Pejuang Anti Human Trafficking Dapat Anugerah HWPA 2023

News | Sabtu, 27 April 2024 | 11:07 WIB

Pengungsi Rohingya ke Indonesia Jadi Ladang Bisnis Gelap, UNHCR Terseret

Pengungsi Rohingya ke Indonesia Jadi Ladang Bisnis Gelap, UNHCR Terseret

Bisnis | Minggu, 10 Desember 2023 | 09:47 WIB

Komunitas di Jogja Gelar Sharing Pengalaman Pencegahan Perdagangan Manusia

Komunitas di Jogja Gelar Sharing Pengalaman Pencegahan Perdagangan Manusia

Your Say | Kamis, 31 Agustus 2023 | 08:16 WIB

Terdakwa Pengemudi Truk Trailer Maut Pembawa Migran di Texas Diduga Pakai Narkoba

Terdakwa Pengemudi Truk Trailer Maut Pembawa Migran di Texas Diduga Pakai Narkoba

Otomotif | Jum'at, 01 Juli 2022 | 10:23 WIB

Terkini

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda

Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:12 WIB

×