Suara.com - Mohammad Nazir, 42, tak kuasa merawat keenam anaknya yang lumpuh. Lantaran itu, dia menyurati Presiden India Pranab Mukherjee agar diizinkan membunuh seluruh anaknya.
Nazir mengatakan bahwa seluruh anaknya sehat saat dilahirkan. Namun, seiring bertambahnya usia, mereka menderita penyakit saraf langka yang disebut Canavan,
Penyakit itu membuat anak Nazir kejang dan akhirnya lumpuh. Tak lagi dapat berdiri, apalagi berjalan sendiri.
"Izinkan saya untuk membunuh anak saya. Ini sangat melelahkan, saya juga tak punya uang untuk mengobati mereka," kata Nazir.
"Saya juga tidak tega melihat penderitaan anak-anak saya, karena saya tidak berdaya membantu mereka," lanjut Nazir.
Keinginan Nazir didukung oleh istrinya, Tabassum, 36. "Saya juga telah kehilangan harapan. Anak-anak saya setiap hari makin menderita," katanya.
"Jika keinginan kami ditolak, kami berharap Presiden memberikan bantuan keuangan untuk pengobatan anak-anak kami," lanjutnya.
Sejauh ini, Presiden India, belum memberikan respon atas permintaan Nazir.