Menristek Usulkan Insentif Buat Insinyur yang Bekerja Sesuai Ilmu

Ruben Setiawan | Suara.com

Senin, 08 Juni 2015 | 06:22 WIB
Menristek Usulkan Insentif Buat Insinyur yang Bekerja Sesuai Ilmu
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengusulkan adanya pemberian insentif kepada para insinyur yang bekerja sesuai dengan bidang keilmuannya.

"Kita sudah minta tim untuk diajukan kepada Menteri Keuangan untuk memberikan insentif kepada para insinyur agar mau bekerja di bidangnya," katanya dalam Seminar Nasional Membangun Indonesia yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa NU Institut Pertanian Bogor (KMNU IPB) di Kampus Darmaga, Bogor, Minggu.

Menteri mengatakan pemberian insentif ini bertujuan untuk mendorong agar para insinyur mau bekerja sesuai dengan bidangnya, agar dapat mengawal pembangunan yang sedang dijalankan oleh pemerintah.

Ia mengatakan, pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp5.500 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Pembangunan ini membutuhkan tenaga insinyur yang banyak, baik di bidang baja, konstruksi bangunan, metalogi, dan lainnya.

"Ini penting sekali, jangan sampai kebutuhan insinyur di negara kita malah diisi oleh tenaga dari luar. Karena kita akan memberlakukan masyarakat ekonomi ASEAN," katanya.

Terkait berapa besaran insentif yang akan diberikan, menteri mengatakan hal itu tergantung kemampuan pemerintah. Seperti yang dialaminya saat bekerja sebagai konsultan, dimana ia mendapatkan insentif dari tugasnya lebih besar dari gaji yang diterimanya.

Ia mencontohkan gaji seorang pegawai negeri Rp2,4 juta, maka insinyur yang bekerja sesuai bidangnya selain menerima gaji sama seperti pegawai lainnya juga mendapat tambahan insentif karena kesediaannya bekerja sesuai bidangnya.

Insentif ini diberikan untuk mendorong agar para insinyur atau lulusan lainnya untuk bekerja sesuai bidang ilmu masing-masing. Terutama insinyur karena saat ini pemerintah tengah meningkatkan infrastruktur yang membutuhkan banyak tenaga profesional.

"Kedepan Indonesia juga harus bisa membangun kebutuhan dunia. Misalnya saja baja, saat ini kebutuhannya 1,5 juta. Sedangkan kemampuan produksi hanya 800 ribu ton, ada kekurangan 700 ribu ton. Dan ini yang harus didorong," katanya.

Menteri juga mengatakan, jumlah insinyur di Indonesia jalur lebih rendah dibanding negara tetangga, seperti di Malaysia jumlah insinyur berbanding 3.337 per 10 juta penduduk, dan Singapur 800 ribu per 10 juta penduduk.

"Berapa besaran insentifnya kita belum tahu, yang pasti pemerintah mendorong untuk pemberian insentif ini," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rocky Gerung: Reshuffle Kabinet Bukan Sekedar Ganti Menteri, Tapi Revisi Visi Prabowo

Rocky Gerung: Reshuffle Kabinet Bukan Sekedar Ganti Menteri, Tapi Revisi Visi Prabowo

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 17:57 WIB

Harga Setara 7 Mobil Avanza, Ini Keistimewaan Mobil Satryo Soemantri yang Kena Reshuffle

Harga Setara 7 Mobil Avanza, Ini Keistimewaan Mobil Satryo Soemantri yang Kena Reshuffle

Otomotif | Rabu, 19 Februari 2025 | 19:15 WIB

Deretan Calon Gubernur Riau Sudah Temukan Duetnya di Pilkada 2024

Deretan Calon Gubernur Riau Sudah Temukan Duetnya di Pilkada 2024

News | Kamis, 20 Juni 2024 | 09:10 WIB

Deretan Kontroversi Muhammad Nasir, Anggota DPR RI Maju di Pilgub Riau

Deretan Kontroversi Muhammad Nasir, Anggota DPR RI Maju di Pilgub Riau

News | Senin, 27 Mei 2024 | 15:26 WIB

Sosok Muhammad Nasir, Politisi Demokrat Jadi Calon Gubernur Riau

Sosok Muhammad Nasir, Politisi Demokrat Jadi Calon Gubernur Riau

News | Senin, 27 Mei 2024 | 13:46 WIB

Mengintip Kekayaan Muhammad Nasir, Anggota DPR Maju di Pemilihan Gubernur Riau

Mengintip Kekayaan Muhammad Nasir, Anggota DPR Maju di Pemilihan Gubernur Riau

News | Senin, 27 Mei 2024 | 12:18 WIB

Komisi III Minta KPK Koordinasi dengan Kepolisian untuk Tindaklanjuti Temuan Pungli di Rutan KPK

Komisi III Minta KPK Koordinasi dengan Kepolisian untuk Tindaklanjuti Temuan Pungli di Rutan KPK

DPR | Rabu, 28 Juni 2023 | 14:15 WIB

Komisi III Minta Dirjen Imigrasi Perkuat Pengawasan Penerima Golden Visa

Komisi III Minta Dirjen Imigrasi Perkuat Pengawasan Penerima Golden Visa

DPR | Selasa, 27 Juni 2023 | 14:15 WIB

Profil Ramson Siagian dan Muhammad Nasir, Duo Anggota DPR Sebut Kebakaran Kilang Pertamina Gegara Kurang Sedekah

Profil Ramson Siagian dan Muhammad Nasir, Duo Anggota DPR Sebut Kebakaran Kilang Pertamina Gegara Kurang Sedekah

News | Kamis, 06 April 2023 | 11:02 WIB

Harta Ramson Siagian Vs Muhammad Nasir, Anggota DPR yang Sebut Kebakaran Kilang karena Pertamina Kurang Sedekah

Harta Ramson Siagian Vs Muhammad Nasir, Anggota DPR yang Sebut Kebakaran Kilang karena Pertamina Kurang Sedekah

News | Rabu, 05 April 2023 | 19:31 WIB

Terkini

Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz

Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:46 WIB

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:35 WIB

Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal

Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:30 WIB

Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar

Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:30 WIB

Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun

Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:25 WIB

Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat

Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:24 WIB

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:21 WIB

Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus

Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:17 WIB

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16 WIB

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:10 WIB