Nama Angeline Mirip dengan Ibu Kandung Margaret

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Senin, 15 Juni 2015 | 07:21 WIB
Nama Angeline Mirip dengan Ibu Kandung Margaret
Polisi saat melakukan olah TKP pembunuhan Angeline di Jalan Sedap Malam, Sanur, Denpasar. [Antara]

Suara.com - Rosidi dan Hamidah, orangtua kandung Engeline Margriet Megawe atau Angeline, saat memberikan putri kedua mereka itu untuk diangkat anak orang lain, mengaku belum memberinya nama.

Nama Engeline itu ternyata diberikan oleh ibu angkatnya yaitu Margriet Christina Megawe alias Margaret. Nama Engeline itu sendiri mirip dengan nama ibu kandung Margaret yang bernama Engelina Sumilat.

Terkait hal itu, M Ali Sadikin, kuasa hukum Margaret mengatakan, kedua orangtua kandung Angeline memberikan kewenangan penuh kepada Margaret untuk memberi nama anak itu.

"Dalam akta pengangkatan anak seperti itu, dia yang memberi nama," jelas Sadikin di Mapolda Bali, Minggu (14/6/2015).

Sementara, nama belakang Angeline itu disebut diambil dari nama belakang ayah Margaret yang bernama Yohanes Paulus Megawe. Margaret yang kini berusia 60 tahun itu diketahui adalah anak keempat dari delapan bersaudara, serta sempat bekerja di Konsulat Filipina.

Sementara, seperti diberitakan sebelumnya, Rosidi mengatakan bahwa Margaret-lah yang meminta agar dia yang memberikan nama kepada anaknya.

"Dia yang minta. Ya, saya kasih dia memberikan nama ke anak saya," ujarnya.

Rosidi mengaku memberikan anaknya itu kepada janda bule Amerika tersebut karena merasa saat itu Margaret kelihatan baik. Diketahui, Angeline lahir pada tahun 2007 di sebuah klinik di Canggu, Kuta, Denpasar.

Sadikin menyebut bahwa Margaret dikenakan pasal 77 Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Selain itu, dia juga dikenakan pasal 45 dan 49 UU 23/2004 tentang Penelantaran Anak dan Kekerasan dalam Rumahtangga.

Angeline ditemukan tewas di belakang kandang ayam di rumahnya, di Jalan Sedap Malam, Denpasar, pada 10 Juni 2015 lalu. Sebelumnya, Angeline sendiri sempat dikabarkan hilang oleh ibu angkatnya Margaret, pada 16 Mei 2015 lalu.

Margaret ditangkap pada Minggu, 14 Juni, dini hari, di salah satu villa di Canggu, Kuta, Badung. Seperti diketahui, Polda Bali akhirnya menetapkan Margriet Christina Megawe menjadi tersangka penelantaran anak. Sementara untuk kasus pembunuhan Angeline, polisi telah menetapkan Agus, mantan pembantu ibu angkat Angeline, sebagai tersangka. [Luh Wayanti]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Margaret Berkilah Lupa Daftarkan Akta Pengangkatan Angeline

Margaret Berkilah Lupa Daftarkan Akta Pengangkatan Angeline

News | Minggu, 14 Juni 2015 | 22:57 WIB

Ibu Angkat Angeline Dulu Kerja di Konsulat Filipina, 2 Kali Kawin

Ibu Angkat Angeline Dulu Kerja di Konsulat Filipina, 2 Kali Kawin

News | Minggu, 14 Juni 2015 | 21:39 WIB

Terkini

Haji 2026 Dimulai: 391 Jemaah Kloter Pertama Resmi Bertolak ke Madinah via Bandara Soetta

Haji 2026 Dimulai: 391 Jemaah Kloter Pertama Resmi Bertolak ke Madinah via Bandara Soetta

News | Rabu, 22 April 2026 | 07:05 WIB

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

News | Selasa, 21 April 2026 | 22:11 WIB

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:42 WIB

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:25 WIB

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:05 WIB

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:02 WIB

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:58 WIB

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:55 WIB

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:51 WIB

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:41 WIB