Penasaran Soal Dana KPU 334 M, Komisi II DPR Salah Undangan Rapat

Laban Laisila, Bagus Santosa

Senin, 22 Juni 2015 | 13:22 WIB
Penasaran Soal Dana KPU 334 M, Komisi II DPR Salah Undangan Rapat
Bahas Hasil Audit KPU di Komisi II DPR. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Komisi II menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (22/6/2015). Di tengah rapat, Ketua KPU Husni Kamil Manik melontarkan komentar yang mengejutkan peserta rapat.

Dia mengatakan, KPU mendapat surat undangan RDP dengan agenda membahas peraturan KPU (PKPU) dan bukan untuk membahas hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap KPU seperti yang direncanakan Komisi II DPR.

"Tadi kita sudah sama dengar harapan bapak Ketua Komisi II. Tapi Ijin kan kami sampaikan surat undangan dari DPR, kami terima surat tentang bahas PKPU (bukan hasil audit BPK)," ungkap Husni diruang rapat Komisi II DPR, Senin (22/6/2015).

Padahal, Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarulzaman sebelumnya mengatakan RDP tersebut beragenda membahas hasil audit BPK terhadap KPU yang diduga terdapat penyimpangan anggaran sebesar Rp334 miliar.

Rambe mengatakan, memang ada kesalahan komunikasi antara Komisi II dengan pihak Sekretariat Jenderal DPR yang mengirimkan surat ke KPU ini.

Menurut Rambe pembahasan audit BPK terhadap KPU merupakan inisiatif acara tambahan setelah pembahasan PKPU.

"Jadwal hari ini memang bahas PKPU. Jadi waktu saat Kamis (18/6), pertemuan dengan pimpinan BPK kita diberikan secara resmi dan pimpinan DPR langsung dengan Sekjen ditambah acara konfirmasi menyangkut hasil tenuan BPK. Oleh karena itu saya langsung hubungi Kabagseg (kesekretariatan) Kamis Magrib, agar ditambah acara itu, dan konfirmasi ke KPU," kata Rambe.

"Jawaban kabag waktu itu siap pak, akan kami laksanakan. Oleh karena itu, diundangannya, undangannya ini baru nanti dilanjutkan evaluasi PKPU," jelasnya lagi.

Setelah itu, Husni kembali menimpali, KPU siap memberikan penjelasan atas temuan BPK tersebut usai pembahasan PKPU selesai.

Untuk diketahui, BPK menemukan adanya penyimpangan anggaran oleh KPU sebesar Rp334 miliar. Komisi II pun ingin mendalami temuan ini dengan mengundang KPU dan melakukan RDP hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Diminta Lihat Dampaknya Jika Dana Aspirasi Diterima

DPR Diminta Lihat Dampaknya Jika Dana Aspirasi Diterima

News | Sabtu, 20 Juni 2015 | 16:10 WIB

Misbakhun: Bukan 'Dana Aspirasi', Tapi Program Pembangunan Dapil

Misbakhun: Bukan 'Dana Aspirasi', Tapi Program Pembangunan Dapil

News | Sabtu, 20 Juni 2015 | 14:13 WIB

Nasdem Ingatkan Pemerintah Hati-hati Mengenai Dana Aspirasi

Nasdem Ingatkan Pemerintah Hati-hati Mengenai Dana Aspirasi

News | Sabtu, 20 Juni 2015 | 14:35 WIB

BPK Temukan 334 M Dana KPU Tak Sesuai, JK: Tidak Berarti Korupsi

BPK Temukan 334 M Dana KPU Tak Sesuai, JK: Tidak Berarti Korupsi

News | Jum'at, 19 Juni 2015 | 16:24 WIB

Terkini

Freeport Targetkan Tambang Grasberg Pulih 100 Persen pada 2028

Freeport Targetkan Tambang Grasberg Pulih 100 Persen pada 2028

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:19 WIB

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:10 WIB

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:07 WIB

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Bogor | Rabu, 04 November 2026 | 19:03 WIB

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:01 WIB

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:54 WIB

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

×