Semua Pemuka Agama di Bali Ikut Doa Bersama untuk Angeline

Siswanto

Kamis, 25 Juni 2015 | 19:49 WIB
Semua Pemuka Agama di Bali Ikut Doa Bersama untuk Angeline
Rumah ibu angkat Angeline, Margaret, di Jalan Sedap Malam 26, Denpasar, Bali, Minggu (21/6/2015) [suara.com/Luh Wayanti]

Suara.com - Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Korban Kekerasan menyelenggarakan doa bersama untuk arwah bocah berusia delapan tahun yang menjadi korban pembunuhan, Engeline Margriet Megawe (Angeline), di Denpasar, Bali, Kamis (25/6/2015).

"Semua pemuka yang ada kami panggil untuk mendoakan Angeline, agar arwah dia diterima disisi Tuhan. Dan kasus ini cepat selesai terungkap," kata Koordinator Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Luh Putu Angraeni.

Angraeni mengatakan pembunuhan Angeline telah menyentak kesadaran masyarakat.

Doa bersama dihadiri ratusan orang dari berbagai LSM dan pemuka agama dari berbagai agama yang ada di Bali.

Selain doa bersama, mereka juga menyatakan sikap mengutuk keras aksi pembunuhan putri asal Banyuwangi, Jawa Timur.

"Selain itu kami juga mendesak pihak kepolisian untuk sungguh-sungguh bekerja keras mengungkapkan fakta-fakta terkait pembunuhan adik kita Angeline," katanya.

Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Korban Kekerasan menghimbau masyarakat untuk serius mengawasi kinerja polisi dan penegak hukum agar kasus Angeline diselesaikan secara adil.

"Kami juga mendesak pemerintah dari berbagai instansi untuk mencegah adanya penelantaran anak," katanya.

Angeline diadopsi Margaret sejak umur tiga hari pada 2007. Sejak itu, Angeline belum pernah bertemu orangtua kandung, Hamidah dan Rosidik.

Dalam kasus Angeline, polisi sudah menetapkan dua orang tersangka. Pertama, Agus, orang yang pernah menjadi pembantu rumah Angeline, ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan. Kedua, Margaret, jadi tersangka kasus penelantaran anak.

Bocah kelas 2-B di SDN 12 Kesiman, Sanur, Denpasar, sebelumnya dilaporkan orangtua angkatnya hilang pada Sabtu (16/5/2015).

Tapi ternyata, jasad Angeline ditemukan dalam kondisi terkubur di halaman belakang rumah Margaret, dekat kandang ayam, Rabu (10/6/2015).

Jenazah Angeline ditemukan dalam keadaan tertelungkup memeluk boneka barbie dan dibungkus kain sprei putih.

Dari hasil autopsi RS Sanglah, di lehernya ditemukan bekas jeratan dan banyak sekali tanda kekerasan akibat benda tumpul, bahkan sundutan rokok di tubuh bocah tersebut. Ia juga menjadi korban perbuatan asusila yang dilakukan Agus. Kekerasan yang diterima Angeline diduga sudah berlangsung lama. (Luh Wayanti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lubang Kubur Angeline Digali Dua Pekan Sebelum Pembunuhan

Lubang Kubur Angeline Digali Dua Pekan Sebelum Pembunuhan

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 16:56 WIB

Untuk Ungkap Pembunuh Angeline, Darah Dua Anak Margaret Diambil

Untuk Ungkap Pembunuh Angeline, Darah Dua Anak Margaret Diambil

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 15:51 WIB

Ini Pengakuan Agustinus Kepada Ortunya Soal Pembunuhan Angeline

Ini Pengakuan Agustinus Kepada Ortunya Soal Pembunuhan Angeline

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 13:59 WIB

Mantan Penghuni Kos Rumah Angeline Beri Informasi Lagi

Mantan Penghuni Kos Rumah Angeline Beri Informasi Lagi

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 13:09 WIB

Pengacara Margaret Pertanyakan Hasil Tes DNA dan Sidk Jari

Pengacara Margaret Pertanyakan Hasil Tes DNA dan Sidk Jari

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 13:06 WIB

Kapolda Bali: Ada Indikasi Tersangka Baru Pembunuh Angeline

Kapolda Bali: Ada Indikasi Tersangka Baru Pembunuh Angeline

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 10:14 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×