Soal Ricuh di Tolikara, Gus Sholah: Kita Jangan Mau Diadu

Ruben Setiawan

Senin, 20 Juli 2015 | 05:45 WIB
Soal Ricuh di Tolikara, Gus Sholah: Kita Jangan Mau Diadu
Gus Sholah bersama Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Robert O Blake Jr (kanan) di Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (11/12). [Antara/Syaiful Arif]

Suara.com -  Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) meminta umat Islam dan Kristen untuk sama-sama menahan diri dalam menyikapi insiden Tolikara di Papua.

"Kita jangan mau diadu oleh pihak-pihak yang ingin bermain atau melakukan provokasi, karena tokoh gereja di Papua dan PGI sendiri tidak membenarkan aksi itu," katanya kepada Antara, Minggu (19/7/2015).

Menurut Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, apa yang terjadi itu harus diselesaikan dengan solusi hukum dan cara-cara dialogis, agar tidak menguntungkan pihak yang sengaja 'memainkan' kerukunan umat beragama.

"Bisa saja ada pihak gereja yang ekstrem, tapi hal itu bisa terjadi pada agama apapun, karena itu harus disikapi dengan tenang dan sama-sama menahan diri, sebab pihak gereja juga sudah membantah adanya surat gereja yang melarang shalat," katanya.

Adik kandung mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menyatakan pihaknya juga mengecam cara-cara kekerasan atas nama agama, namun pihaknya juga menyesalkan sikap polisi yang kurang antisipatif.

"Untuk itu kita harus hati-hati dengan menyerahkan masalah itu pada proses hukum untuk memastikan apa yang terjadi, siapa yang memulai, siapa yang menandatangani surat yang disebut dari gereja itu, dan kenapa polisi kurang antisiptif," katanya.

Setelah semua pertanyaan itu terjawab, maka fakta yang ditemukan harus dipublikasikan kepada masyarakat, namun fakta itu tetap harus dikembalikan kepada proses hukum untuk mengusut kasus itu secara yuridis.

"Kasus itu harus diusut sebaik-baiknya, apalagi gereja juga tidak membenarkan tindakan itu kalau proses hukum sudah ada maka proses selebihnya bagi kita harus saling menghormati, karena balas dendam justru memperpanjang masalah," katanya.

Ia mengharapkan Menteri Agama juga harus bergerak dengan sejumlah tokoh antaragama untuk mempercepat proses pengungkapan apa yang terjadi sebenarnya di sana dengan cara internal keagamaan.

"Hasilnya bisa disampaikan kepada polisi dan para tokoh agama juga bisa menyampaikan kepada umat. Kalau perlu para tokoh antar agama melakukan kecaman terhadap cara-cara kekerasan yang memakain isu agama," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Geram Gegara Gelagapan di Sidang, Hakim MK Semprot Kubu Cagub-Cawagub Tolikara: Kuasa Hukum kok Gak Ngerti?

Geram Gegara Gelagapan di Sidang, Hakim MK Semprot Kubu Cagub-Cawagub Tolikara: Kuasa Hukum kok Gak Ngerti?

News | Kamis, 16 Januari 2025 | 11:15 WIB

Aksi Brutal Buntut 3 Komisioner KPU Tolikara Dipecat, Massa Bakar Kantor KPU Papua Pegunungan

Aksi Brutal Buntut 3 Komisioner KPU Tolikara Dipecat, Massa Bakar Kantor KPU Papua Pegunungan

News | Rabu, 14 Agustus 2024 | 15:51 WIB

Polres Tolikara Diserang, 1 Warga Tewas Dan 5 Polisi Terluka

Polres Tolikara Diserang, 1 Warga Tewas Dan 5 Polisi Terluka

News | Selasa, 20 Desember 2022 | 11:11 WIB

Terkini

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:05 WIB

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:15 WIB

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:50 WIB

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB