Ini Modus Fuad Amin Ambil Jatah 10 Persen Duit Dinas Kesehatan

Siswanto | Bagus Santosa | Suara.com

Senin, 03 Agustus 2015 | 17:31 WIB
Ini Modus Fuad Amin Ambil Jatah 10 Persen Duit Dinas Kesehatan
Ketua DPRD nonaktif Bangkalan Fuad Amin Imron menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (7/5). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan Nur Aida Rachmawati mengakui adanya fee sebesar 10 persen dari anggaran dinas yang dia pimpin kepada Fuad Amin Imron ketika masih aktif menjadi Ketua DPRD Bangkalan, Jawa Timur.

"Iya (pemotongan) 10 persen (anggaran) diberikan ke pak Fuad (Amin Imron)," kata Aida di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (3/8/2015).

Hal itu dikatakan Aida saat memberikan keterangan dalam sidang dengan terdakwa Fuad Amin dalam kasus dugaan suap dan tindak pidana pencucian uang jual beli gas alam di Bangkalan.

Fee 10 persen, kata Aida, merupakan permintaan Fuad. Aida menjelaskan anggaran tidak akan cair bila tidak ada persetujuan dari Fuad.

Aida menerangkan proses seperti ini sudah terjadi sebelum dia menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan. Aida menjelaskan selama menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan, sejak September 2014, sudah menyerahkan fee senilai Rp200 juta sebanyak dua kali.

"Ketika saya sebelum dilantik, waktu itu bapak (Fuad Amin) meminta saya harus mengikuti seperti yang sebelum saya. 'Kamu loncat jangan lupa kewajiban sebagaimana sebelumnya, jangan dikurangi'," kata Aida.

Mekanismenya, kata Aida, dilakukan dengan mengumpulkan surat permintaan pembayaran. Kemudian dari SPT menjadi surat perintah membayar. SPM ini, kemudian, ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan.

"Kemudian SPM yang ada direkap untuk mendapat persetujuan dari bapak (Fuad Amin), kemudian kita bawa ke kantor keuangan (Badan pengelolaan keuangan dan aset daerah) BPKAD untuk diterbitkan (Surat perintah pencairan dana) SP2D, akan dibawa ke Bank Jatim untuk dicairkan," ujar dia.

Namun, ada trik tersendiri untuk anggaran yang sudah disetujui Fuad atau belum. Aida menerangkan, ada tanda khusus bila anggaran yang disetujui Fuad itu bisa dicairkan.

"(Ada tanda acc) Pojokan. Ditekuk sedikit terus dicontreng. Saya enggak tahu (maksudnya). Tapi pas dibawa ke BPKAD itu bisa dicairkan," ujarnya.

Seperti diketahui, dalam dakwaan ketiga, Fuad Amin didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang tahun 2003-2010, dengan cara menempatkan harta kekayaan di penyedia jasa keuangan dengan saldo akhir Rp904,391 juta, membayar asuransi Rp6,979 miliar.

Kemudian membayar pembelian kendaraan bermotor Rp2,214 miliar, membayar pembelian tanah dan bangunan Rp42,425 miliar, yang diduga hasil tindak pidana korupsi berkaitan dengan tugas dan jabatan Bupati Bangkalan.

Meski punya aset bernilai puluhan miliar, pendapatan resmi Fuad Amin, kata jaksa, pada Maret 2003-September 2010 tercatat Rp3,690 miliar.

Selain pendapatan sebagai Bupati Bangkalan, Fuad Amin, kata jaksa, tidak memiliki penghasilan lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:59 WIB