Ini Keuntungan Materi Jika Tempe Jadi Warisan Budaya Dunia

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 05 Agustus 2015 | 00:00 WIB
Ini Keuntungan Materi Jika Tempe Jadi Warisan Budaya Dunia
Ilustrasi tempe. (suara.com)

Suara.com - Peneliti tempe yang juga Guru Besar IPB Prof Made Astawan MS mengatakan diajukannya tempe sebagai warisan dunia "Intangible Cultural Heritage of Humanity" ke Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO). Dia mencatat tempe berpotensi mendorong ekonomi kerakyatan.

"Saat ini saja tempe sudah mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan. Dengan dijadikannya tempe sebagai warisan budaya Indonesia, tentu ini akan lebih mendorong peningkatan status tempe, seperti halnya batik. Masyarakat mulai sadar, dan menyukai konsumsi tempe," kata Made kepada wartawan dalam acara press conference rencana pengajuan tempe sebagai "Intangible Cultural Heritage of Humanity" ke UNESCO di Bogor, Selasa (4/8/2015).

Made mengatakan saat ini potensi pasar tempe tidak hanya skala domestik. Tetapi sudah merambah pasar internasional. Terlebih lagi dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan memperbesar pasar tempe dari 250 juta orang menjadi 625 juta orang.

Tempe saat ini sudah dikenal di 20 negara di dunia. Selain karena nilai gizi dan khasiatnya untuk kesehatan, juga sudah menjadi gaya hidup masyarakat vegetarian.

"Total ada 500 juta vegetarian di dunia, ini terdapat di India sekitar 350 juta, USA 20 juta dan Eropa 20 juta orang," katanya.

Made menyebutkan, penilaian orang terhadap tempe sebagai pangan inferior merupakan cerita lama, karena tempe memiliki nilai gizi dan potensi yang baik untuk kesehatan masyarakat. Tempe diproduksi berdasarkan daerah yakni ada Tempe Malang, Tempe Pekalongan, dan Tempe Yogyakarta. Umumnya diproduksi secara tradisional pada skala UKM. Oleh karena itu ada aturan yang mengatur tidak diizinkan membikin usaha tempe sekala besar karena bisa mematikan UKM.

"Tempe setiap tahun terus mengalami perubahan mulai dari bungkusnya, zaman dulu dari daun jati, batang pisang dan sekarang sudah era plastik. Ini bagian dari sentuhan teknologi tetapi tidak meninggalkan hakekatnya sebagai pangan tradisional," katanya.

Dia mengatakan, dengan perkembangan teknologi pengolahan tempe saat ini sudah siap menuju pasar dunia, dari Jawa menuju Prancis, Australia, Jepang, Meksiko bahkan sudah tersedia di Vietnam. "Tempe akan menjadi milik dunia, jangan sampai diklaim orang lain," katanya.

Menurut Made, beberapa negara sudah mencoba memproduksi tempe salah satunya Jepang. Bahkan kemasan produk tempe di luar negeri jauh lebih bagus dibanding di dalam negeri. Ia juga mengatakan, saat ini Malaysia sedang gencar melakukan penelitian tentang tempe. Beberapa penelitinya ada yang datang ke Rumah Tempe Indonesia yang ada di Bogor.

"Ada salah satu penelitian mengangkat judul "Malaysia Tempe" ini tidak saya izinkan," katanya.

Made mengatakan, formulasi tempe yang dibuat sejak zaman nenek moyang sangat mengagumkan, potensinya dapat meningkatkan kualitas, lebih mudah dicerna, dan diserap oleh tubuh. Kandungan vitamin pada tempe juga beragam mulai dari B-1, B-2, B-3, pantotena. Begitu juga senyawa biotif yang banyak dicari oleh para vegetarian.

Saat ini terdapat lebih dari 100 ribu produsen tempe yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Konsumsi tempe memberikan kontribusi minimal 10 persen dari total protein hewani, sementara telur 1,25 persen, daging 3,15 persen dan sereal sekitar 6 persen (Hardinsyah 2014). Data BPS (2012) menunjukkan bahwa konsumsi tempe masyarakat Indonesia rata-rata mencapai tujuh kilogram per kapika per tahun.

"Dengan memproduksi tempe 10 sampai 20 kg per hari bisa membantu pengrajin tempe, ini keuntungan ekonomi. Apalagi ada tradisi pengrajin tempe di Pekalongan yang mewariskan keterampilan membuat tempe kepada kerabatnya, dengan melatih mereka. Setelah mahir, mereka akan membuat pasar baru di daerah lain lagi, dan ini masih terus berlangsung," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pergizi Pangan Ajukan Tempe Jadi Warisan Budaya

Pergizi Pangan Ajukan Tempe Jadi Warisan Budaya

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2015 | 16:39 WIB

Ketika Masyarakat Indonesia Tak Rela Tempe Diklaim Negara Lain

Ketika Masyarakat Indonesia Tak Rela Tempe Diklaim Negara Lain

News | Sabtu, 18 Juli 2015 | 11:18 WIB

Tempe Dipetisikan Jadi Warisan Budaya Nasional

Tempe Dipetisikan Jadi Warisan Budaya Nasional

Tekno | Kamis, 16 Juli 2015 | 01:15 WIB

Inilah Warisan Dunia Terbaru dari UNESCO

Inilah Warisan Dunia Terbaru dari UNESCO

Lifestyle | Jum'at, 10 Juli 2015 | 14:03 WIB

Studi: Tempe dan Oncom Efektif Tangkal Penyumbatan Pembuluh Darah

Studi: Tempe dan Oncom Efektif Tangkal Penyumbatan Pembuluh Darah

Health | Jum'at, 10 Juli 2015 | 10:03 WIB

Kota Tua Sawahlunto Diajukan Menjadi Warisan Dunia

Kota Tua Sawahlunto Diajukan Menjadi Warisan Dunia

Lifestyle | Rabu, 18 Februari 2015 | 18:15 WIB

Dapur Shofii: Nikmatnya Kering Tempe Tanpa MSG

Dapur Shofii: Nikmatnya Kering Tempe Tanpa MSG

Bisnis | Senin, 16 Februari 2015 | 12:00 WIB

Tempe Lebih Aman Bagi Kesuburan Lelaki, Benarkah?

Tempe Lebih Aman Bagi Kesuburan Lelaki, Benarkah?

Health | Senin, 02 Februari 2015 | 12:36 WIB

Pembuat Tempe Terpaksa Menaikkan Harga Jual

Pembuat Tempe Terpaksa Menaikkan Harga Jual

Bisnis | Senin, 22 Desember 2014 | 20:25 WIB

"Bango Bumbu Bacem", Cara Mudah Memasak Bacem

"Bango Bumbu Bacem", Cara Mudah Memasak Bacem

Lifestyle | Kamis, 11 Desember 2014 | 17:31 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Eyeliner Pensil Serut yang Waterproof, Pigmented dan Tahan Lama

5 Rekomendasi Eyeliner Pensil Serut yang Waterproof, Pigmented dan Tahan Lama

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Pindah ke Gresini, Joan Mir Akui Nyontek Marc Marquez

Pindah ke Gresini, Joan Mir Akui Nyontek Marc Marquez

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:52 WIB

Api Sore Hari

Api Sore Hari

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi

Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:39 WIB

Resmi! Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Resmi! Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Ketiga, Kejagung Ingatkan Batasan KUHAP Baru

Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Ketiga, Kejagung Ingatkan Batasan KUHAP Baru

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Mengenal Inovasi Sistem Hybrid Terbaru pada Mitsubishi New Xforce HEV

Mengenal Inovasi Sistem Hybrid Terbaru pada Mitsubishi New Xforce HEV

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Ulasan Buku Senjata Kaum Lemah: Ketika Melawan Tak Harus Berteriak

Ulasan Buku Senjata Kaum Lemah: Ketika Melawan Tak Harus Berteriak

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Bahaya Residu Benzena pada Sunscreen Spray, Bisa Picu Kanker Darah

Bahaya Residu Benzena pada Sunscreen Spray, Bisa Picu Kanker Darah

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Terjawab! Alasan Teknis Mengapa Vario Evo 160 Tipe Tertinggi Belum Pakai Suspensi Ganda

Terjawab! Alasan Teknis Mengapa Vario Evo 160 Tipe Tertinggi Belum Pakai Suspensi Ganda

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:15 WIB

×