Ibu Kandung Angeline Takut Didatangi Lima Orang Ngaku Polisi

Siswanto

Selasa, 11 Agustus 2015 | 06:11 WIB
Ibu Kandung Angeline Takut Didatangi Lima Orang Ngaku Polisi
Ibu kandung Angeline, Hamidah (tengah), saat di RS Sanglah, Denpasar, Bali, Selasa (16/6/2015). [Suara.com/Luh Wayanti]

Suara.com - Hamidah, ibu kandung Engeline Margriet Megawe (Angeline), mengaku kaget dan takut ketika rumahnya didatangi lima orang yang mengaku anggota Polres Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (10/8/2015) sekitar pukul 15.30 Wita. Mereka bilang suruhan Ketua Tim Reaksi Cepat Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia Naomi Werdisastro.

"Tadi ada lima orang polisi dari Polres Banyuwangi yang ke rumah, katanya mereka orangnya bu Naomi minta kepada saya untuk tidak mempermasalahkan uang sumbangan untuk Angeline yang nilainya Rp30 juta," katanya Hamidah dihubungi via telepon Senin (10/8/2015) malam.

Kelima orang tersebut meminta Hamidah jangan mendengarkan masukan orang terkait uang Rp30 juta yang saat ini dibawa Naomi.

Kedatangan lima orang itu semula diungkapkan oleh juru bicara sekaligus pendamping hukum Pusat Pelayanan Terpadu Kota Denpasar Siti Sapurah.

Kelima orang yang datang terdiri dari dua perempuan dan tiga lelaki. Salah seorang mengenakan seragam dengan Reno. Empat lainnya mengenakan pakaian sipil.

"Mereka katanya mengaku orang suruhan Naomi, meminta bu Hamidah jangan mempermasalahkan uang sumbangan sebesar Rp30 juta. Karena uang itu sudah di pakai untuk beasiswa kakak dan adiknya Angeline," kata Siti di Denpasar.

Kelima orang itu, kata Siti, berjanji akan membantu Hamidah untuk menyelenggarakan peringatan 100 hari kematian Angeline pada 26 Agustus 2015.

Mereka juga berjanji akan datang seminggu lagi dan membawa uang untuk biaya peringatan.

Angeline diadopsi Margaret sejak umur tiga hari pada 2007. Sejak itu, Angeline belum pernah bertemu orangtua kandung, Hamidah dan Rosidik.

Dalam kasus pembunuhan Angeline, polisi sudah menetapkan dua orang menjadi tersangka kasus pembunuhan. Pertama, Agus, orang yang pernah menjadi pembantu Margaret dan kedua Margaret. Sebelumnya, Margaret juga sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus penelantaran anak.

Bocah kelas 2-B di SDN 12 Kesiman, Sanur, Denpasar, sebelumnya dilaporkan orangtua angkatnya hilang pada Sabtu (16/5/2015).

Tapi ternyata, jasad Angeline ditemukan dalam kondisi terkubur di halaman belakang rumah Margaret, dekat kandang ayam, Rabu (10/6/2015).

Jenazah Angeline ditemukan dalam keadaan tertelungkup memeluk boneka barbie dan dibungkus kain sprei putih.

Dari hasil autopsi RS Sanglah, di lehernya ditemukan bekas jeratan dan banyak sekali tanda kekerasan akibat benda tumpul, bahkan sundutan rokok di tubuh bocah tersebut.  Kekerasan yang diterima Angeline diduga sudah berlangsung lama. (Luh Wayanti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kawasan Angeline Dibunuh Diperciki 'Air Suci'

Kawasan Angeline Dibunuh Diperciki 'Air Suci'

News | Minggu, 09 Agustus 2015 | 17:59 WIB

Ini Sesaji Upacara Pembersihan Pascapembunuhan Angeline

Ini Sesaji Upacara Pembersihan Pascapembunuhan Angeline

News | Minggu, 09 Agustus 2015 | 16:11 WIB

Desa Adat Ini Gelar Upacara Pembersihan Pascapembunuhan Angeline

Desa Adat Ini Gelar Upacara Pembersihan Pascapembunuhan Angeline

News | Minggu, 09 Agustus 2015 | 15:41 WIB

Kapolda Bali Diganti, Bagaimana Nasib Penuntasan Kasus Angeline?

Kapolda Bali Diganti, Bagaimana Nasib Penuntasan Kasus Angeline?

News | Jum'at, 07 Agustus 2015 | 14:14 WIB

'Usir' Menteri, Bekas Satpam Ibu Angkat Angeline Diberi Bonus

'Usir' Menteri, Bekas Satpam Ibu Angkat Angeline Diberi Bonus

News | Jum'at, 07 Agustus 2015 | 06:30 WIB

Terkini

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB