Harley Davidson Club Indonesia Akui Koordinasi Kurang Maksimal

Siswanto | Suara.com

Minggu, 16 Agustus 2015 | 18:26 WIB
Harley Davidson Club Indonesia Akui Koordinasi Kurang Maksimal
Ilustrasi sepeda motor Harley Davidson. [Shutterstock]

Suara.com - Ketua Harley Davidson Club Indonesia Yogyakarta Gatot Kurniawan mengakui banyak menerima komplen dari masyarakat terkait acara Jogja Bike Rezdevous 14-17 Agustus 2015 yang berpusat di Rich Hotel, Yogyakarta.

Komplen dari masyarakat yang diterima HDCI, mulai dari konvoi moge menimbulkan kemacetan sampai kebisingan.

"Untuk mengantisipasi gesekan dengan masyarakat sebenarnya kita sudah berusaha melakukan berbagai cara, mulai dari membuat imbauan kalau lokasi hotel jauh dari lokasi acara agar naik transportasi lokal, seperti andong, becak, selain itu lokasi penginapan kalau bisa juga tidak jauh dari lokasi acara," kata Gatot saat konferensi pers di Rich Hotel, Minggu (16/8/2015).

Pernyataan Gatot terkait dengan peristiwa yang terjadi di persimpangan jalan Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (15/8/2015). Saat itu, konvoi HDCI menerobos lampu merah. Kasus ini menjadi besar seorang pengguna sepeda angin bernama Elanto Wijoyono (32) berusaha menghadang konvoi tersebut. Elanto protes karena konvoi yang dikawal polisi tersebut tetap menerobos lampu merah dan tidak menghormati hak pengguna jalan lain.

Gatot menjelaskan konvoi pada Sabtu yang berangkat dari Jogja City Mall menuju Prambanan sebenarnya sudah dibagi dalam dua kloter perjalanan agar tidak menimbulkan kemacetan.

"Kemarin kami sudah hitung kalau dari JCM ke Prambanan jaraknya 20 kilometer, awalnya ada 4.000 motor yang akan ikut konvoi, tapi ternyata hanya 1.800 yang ikut, sisanya memilih di hotel, kami sudah bagi jadi dua kloter karena setelah dihitung setiap kloter panjangnya 10 kilometer dengan waktu tempuh 50 menit, kemarin saya juga ikut konvoi, tapi di belakang sendiri karena mau pantau juga," kata Gatot.

Gatot mengakui koordinasi dengan petugas Dinas Perhubungan kurang maksimal lantaran adanya tamu VVIP yang berkunjung ke Yogyakarta.

Gatot menambahkan saat akan berangkat konvoi, panitia sudah mengimbau agar peserta berkumpul di JCM. Namun ternyata sebagian peserta memilih langsung berangkat dari hotel tempat mereka menginap.

"Ada beberapa peserta memang yang memilih berangkat tidak dari JCM, misal berangkat dari Malioboro, karena mungkin sudah tahu rutenya, nah yang tidak berangkat bareng ini yang kami tidak bisa kontrol," kata Gatot.

Senada dengan Gatot, ketua panitia acara Jogja Bike Rezdevous Lutfi mengatakan panitia sudah berusaha meminimalisir konflik.

"Awalnya pilih di JCM karena mau ke Borobudur, tapi dekat acara ternyata kalau di Borobudur harus ada ijin UNESCO dan beberapa syarat lain, akhirnya kami pilih ke Prambanan, kami sudah coba mengurangi dampaknya," kata Lutfi.

Lutfi menjelaskan sebenarnya pembinaan terhadap anggota HDCI selalu dilakukan, bahkan ada sanksi sosial bagi yang tidak taat aturan atau bersikap arogan kepada masyarakat.

"Kalau sanksi kayak ngambil motornya kan nggak mungkin kita lakukan tapi kalau sanksi sosial sudah sering kita lakukan, sanksinya seperti dikucilkan, tidak diajak touring, dan itu lebih menyakitkan lho, punya motor, tapi nggak punya teman, sakitnya tu di sini (sambil menunjuk dada)," kata Gatot.

Gatot dan Lutfi menyesalkan kejadian kemarin. Acara yang sudah disiapkan enam bulan ini, salah satu tujuannya untuk mendongkrak pariwisata Yogyakarta. (Wita Ayodhyaputri)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahmad Sahroni dan Harley Davidson Club Indonesia Gelar Bakti Sosial dan Buka Puasa Bareng 500 Anak Yatim

Ahmad Sahroni dan Harley Davidson Club Indonesia Gelar Bakti Sosial dan Buka Puasa Bareng 500 Anak Yatim

Entertainment | Jum'at, 14 April 2023 | 12:15 WIB

Terkini

Viral! Laki-laki Tak Bercerita, Tapi Langsung Acak-acak Kota dengan Bulldozer 24 Ton

Viral! Laki-laki Tak Bercerita, Tapi Langsung Acak-acak Kota dengan Bulldozer 24 Ton

News | Kamis, 30 April 2026 | 11:17 WIB

Kedaulatan Terancam? Akademisi Kompak Kritisi Kebijakan Akses Militer Asing di Langit Indonesia

Kedaulatan Terancam? Akademisi Kompak Kritisi Kebijakan Akses Militer Asing di Langit Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 11:16 WIB

KPK Ungkap Pemodal Politik Bupati Ponorogo Sugiri Diduga Juga Terlibat dalam Kasus DJKA

KPK Ungkap Pemodal Politik Bupati Ponorogo Sugiri Diduga Juga Terlibat dalam Kasus DJKA

News | Kamis, 30 April 2026 | 11:10 WIB

Legislator PDIP Kecewa: KAI Disebut BUMN Paling Privileged tapi Gagal Jamin Keselamatan Warga

Legislator PDIP Kecewa: KAI Disebut BUMN Paling Privileged tapi Gagal Jamin Keselamatan Warga

News | Kamis, 30 April 2026 | 11:06 WIB

Pentagon Spill Biaya Perang Iran Tembus Rp 400 Triliun, Amerika Berkilah Operasi Tidak Gagal

Pentagon Spill Biaya Perang Iran Tembus Rp 400 Triliun, Amerika Berkilah Operasi Tidak Gagal

News | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Tabrakan Maut KRL vs Argo Bromo di Bekasi, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Sopir dan Pemkot

Tabrakan Maut KRL vs Argo Bromo di Bekasi, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Sopir dan Pemkot

News | Kamis, 30 April 2026 | 10:30 WIB

Rusia Prediksi UEA Keluar dari OPEC Akan Bawa Berkah untuk Harga Minyak Dunia

Rusia Prediksi UEA Keluar dari OPEC Akan Bawa Berkah untuk Harga Minyak Dunia

News | Kamis, 30 April 2026 | 10:23 WIB

Studi Ungkap Sungai Dunia Lepaskan Emisi Tambahan 1,5 Miliar Karbon Dioksida: Apa Dampaknya?

Studi Ungkap Sungai Dunia Lepaskan Emisi Tambahan 1,5 Miliar Karbon Dioksida: Apa Dampaknya?

News | Kamis, 30 April 2026 | 10:14 WIB

Asap Pekat Kepung Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Petugas Damkar Berjibaku Evakuasi Penghuni

Asap Pekat Kepung Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Petugas Damkar Berjibaku Evakuasi Penghuni

News | Kamis, 30 April 2026 | 10:13 WIB

Kurangi Sampah Jakarta, Warga Belajar Cara Pengolahan Limbah Jadi Sumber Penghasilan

Kurangi Sampah Jakarta, Warga Belajar Cara Pengolahan Limbah Jadi Sumber Penghasilan

News | Kamis, 30 April 2026 | 10:03 WIB