Sidang Dewan Gubernur IAEA, Indonesia Desak Aplikasi Nuklir Damai

Laban Laisila | Suara.com

Jum'at, 11 September 2015 | 09:44 WIB
Sidang Dewan Gubernur IAEA, Indonesia Desak Aplikasi Nuklir Damai
Ilustrasi nuklir untuk listrik (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia mendorong penguatan kerja sama internasional di bidang keselamatan dan keamanan nuklir, serta aplikasi teknologi nuklir untuk tujuan damai dalam pertemuan  Badan Tenaga Atom Internasional atau IAEA di Wina, Austria, yang digelar pada 7-11 September 2015.

Minister Counsellor KBRI/PTRI Wina Dody Kusumonegoro di London, Jumat (11/9/2015), mengatakan desakan itu disampaikan Duta Besar RI untuk PBB Rachmat Budiman pada Sidang Dewan Gubernur IAEA.

Dubes Rachmat Budiman juga menegaskan komitmen Indonesia untuk membantu negara-negara berkembang lainnya di kawasan Asia Pasifik, dan Afrika, khususnya di bidang aplikasi teknologi nuklir dalam berbagai bidang pembangunan.

Di bidang keselamatan nuklir, Dubes Rachmat menyampaikan apresiasi atas beberapa kerja sama antara Indonesia dan IAEA dalam rangka pengembangan infrastruktur dan penguatan budaya keselamatan nuklir.

Indonesia mempunyai catatan keselamatan dan keamanan nuklir yang baik, namun pengembangan kapasitas di bidang tersebut merupakan suatu yang harus dilakukan secara berlanjut untuk menjawab tantangan perkembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir yang semakin luas.

Hal itu, katanya, juga menjadi semakin penting mengingat rencana Indonesia untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir pada masa yang akan datang.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan IAEA, antara lain Site and External Events Design (SEED) dalam bentuk pelatihan mengenai safety review simulation, rencana pengiriman SEED review mission oleh IAEA ke Indonesia.

Sidang Dewan Gubernur IAEA itu merupakan sidang yang khusus diselenggarakan dalam rangka mempersiapkan Konferensi Umum (General Conference) IAEA dimulai 14 September mendatang di Wina, Austria.

Partisipasi Indonesia dalam konferensi tersebut memiliki arti strategis untuk menyuarakan kepentingan Indonesia dalam program-program IAEA dan dalam rangka menggalang kerja sama dan kemitraan dengan negara-negara anggota IAEA untuk mendukung berbagai program pengembangan dan pemanfaatan iptek nuklir di Indonesia. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kementerian ESDM Rekomendasikan Pembangunan PLTN pada 2024

Kementerian ESDM Rekomendasikan Pembangunan PLTN pada 2024

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2015 | 22:54 WIB

IAEA: PLTN Lebih Aman Dibandingkan Pembangkit Lain

IAEA: PLTN Lebih Aman Dibandingkan Pembangkit Lain

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2015 | 01:12 WIB

Uni Eropa Mulai Cabut Sanksi Terhadap Iran

Uni Eropa Mulai Cabut Sanksi Terhadap Iran

News | Jum'at, 14 Agustus 2015 | 04:30 WIB

Terkini

33 Tahun Pembunuhan Marsinah, Dian Septi Soroti Pola Militerisme dan Penjinakan Gerakan Buruh

33 Tahun Pembunuhan Marsinah, Dian Septi Soroti Pola Militerisme dan Penjinakan Gerakan Buruh

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:45 WIB

Korupsinya Pengaruhi Kualitas Pendidikan, Jadi Alasan Eks Direktur SD Divonis 4 Tahun Penjara

Korupsinya Pengaruhi Kualitas Pendidikan, Jadi Alasan Eks Direktur SD Divonis 4 Tahun Penjara

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:38 WIB

Korupsi Chromebook, Ini Alasan Hakim Ringankan Vonis Sri Wahyuningsih

Korupsi Chromebook, Ini Alasan Hakim Ringankan Vonis Sri Wahyuningsih

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:31 WIB

Update Kebakaran Apartemen Mediterania: Pemadaman Tuntas, Tim Damkar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Update Kebakaran Apartemen Mediterania: Pemadaman Tuntas, Tim Damkar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:22 WIB

Jelang Hari Buruh, Jukir Liar dan PKL di Monas Jadi Target Penertiban

Jelang Hari Buruh, Jukir Liar dan PKL di Monas Jadi Target Penertiban

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:06 WIB

Wajib Tahu! 8 Hak Pekerja Perempuan yang Dijamin UU tapi Sering Diabaikan Perusahaan

Wajib Tahu! 8 Hak Pekerja Perempuan yang Dijamin UU tapi Sering Diabaikan Perusahaan

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:04 WIB

Korupsi Chromebook, Eks Direktur SD Kemendikbudristek Divonis 4 Tahun Penjara

Korupsi Chromebook, Eks Direktur SD Kemendikbudristek Divonis 4 Tahun Penjara

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:58 WIB

Korlantas Soroti Disiplin Pengendara, Lampu Kuning Justru Dianggap Tanda Ngebut?

Korlantas Soroti Disiplin Pengendara, Lampu Kuning Justru Dianggap Tanda Ngebut?

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:48 WIB

Jelang Hari Buruh, Ketimpangan Upah dan Rentannya Pekerja Informal Disorot

Jelang Hari Buruh, Ketimpangan Upah dan Rentannya Pekerja Informal Disorot

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:34 WIB

Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Kim Jong-un Malah Ambil Keputusan Ekstrem

Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Kim Jong-un Malah Ambil Keputusan Ekstrem

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:25 WIB