Kata Penjual Lapo soal Perda Anjing Konsumsi di Jakarta

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Rabu, 30 September 2015 | 10:37 WIB
Kata Penjual Lapo soal Perda Anjing Konsumsi di Jakarta
Pedagang masakan daging anjing di Jakarta Timur. (suara.com/Erik Tanjung)

Suara.com - Rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membuat Peraturan Gubernur‎ (Pergub) tentang peredaran anjing untuk konsumsi mendapatkan respon dari pedagang.‎ Ahok beralasan hal itu dilakukan untuk mencegah merebaknya penyakit rabies di Ibu Kota.

Salah satu pedagang masakan daging anjing atau yang disebut B-1,‎ Damenta Boru Parangin Angin (42)‎ mengatakan, bahwa daging yang ia jual selama ini aman, higenis. Menurutnya selama ini belum ada keluhan penyakit dari konsumen, pelanggannya.

‎"Selama ini tidak ada orang yang mengeluh masakan daging B-1 di sini," kata Damenta di warungnya, Jalan Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (30/9/2015).

BACA JUGA:

Ucapan Ahok Dibantah Pedagang Daging Anjing, Ini Ceritanya

‎Pemilik Lapo Tapanuli ini mengaku, rata-rata konsumennya adalah pelanggan tetap. Meski memang kadang ada konsumennya mengeluh atas masakan daging anjing yang ia jual, namun bukan keluhan penyakit, tetapi mengeluh dagingnya yang keras.

"Pelanggan yang mengeluh cuma masalah dagingnya yang terkadang agak keras dan kurang lembut. ‎Tidak ada yang mengeluh penyakit setelah makan," ujarnya.

‎Damenta mengungkapkan dalam sehari ia membeli daging anjing rat-rata 2 kilogram. Harga satu kg daging Rp50 ribu. Selain jual daging anjing, ia juga menjual masakan daging babi atau B-2.

"Daging ini saya masak ada yang rica-rica, sop, dan saksang. Masakan saksang ini dimasak pakai darah B-1," tuturnya.

Dia menambahkan, ia membeli daging anjing ini tak jauh dari warungnya. Dan kalau habis ia membeli di Pasar Senen dekat terminal.

"Lapo buka pukul 07.00 WIB, pukul 10.00 WIB masakannya sudah matang. Lapo saya tutup jam 20.00, kadang jam 21.00 malam," terangnya.

BERITA MENARIK LAINNYA:

Adat Makan Daging Anjing Bukan Alasan Legalkan Peredarannya

Jakarta Seharusnya Larang Adanya Peternakan Anjing

Ini Doa Haji Lulung Saat Diperiksa Bareskrim Lagi Soal UPS

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Komentar Muhammadiyah soal Rencana Pergub Anjing Konsumsi

Ini Komentar Muhammadiyah soal Rencana Pergub Anjing Konsumsi

News | Selasa, 29 September 2015 | 19:59 WIB

Dikecam Soal Festival Makan Anjing, Warga Yulin: Ini Tradisi Kami

Dikecam Soal Festival Makan Anjing, Warga Yulin: Ini Tradisi Kami

News | Selasa, 23 Juni 2015 | 12:29 WIB

Stop Makan Daging Anjing Diperingati di Bundaran Hotel Indonesia

Stop Makan Daging Anjing Diperingati di Bundaran Hotel Indonesia

News | Minggu, 05 April 2015 | 12:30 WIB

Terkini

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:55 WIB

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:51 WIB

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:40 WIB

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:18 WIB

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:57 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:56 WIB