LSM: Sebelum Disajikan, Banyak Anjing yang Disiksa dalam Karung

Arsito Hidayatullah, Erick Tanjung

Rabu, 30 September 2015 | 20:02 WIB
LSM: Sebelum Disajikan, Banyak Anjing yang Disiksa dalam Karung
Daging anjing di salah satu tempat berjualan daging anjing dan daging babi di Cililitan, Jakarta Timur. [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Kelompok masyarakat pemerhati satwa menolak rencana legalisasi konsumsi daging anjing melalui Peraturan Gubernur (Pergub) yang akan dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Alasannya, anjing merupakan hewan peliharaan, bukan hewan ternak yang bisa dikonsumsi.

CEO Garda Satwa Indonesia, Devina Veronica mengungkapkan, selain tidak layak konsumsi karena tidak bagus untuk kesehatan, penyajian anjing tidak sesuai etika dan dipotong dengan disiksa.

"Rata-rata anjing yang dikonsumsi diperlakukan dengan disiksa, dimasukin dalam karung lalu digebuk kepalanya sampai mati. Bahkan ada yang diracun, dikuliti dalam kondisi masih hidup. Artinya tidak ada anjing yang dipotong dengan benar," kata Devina dalam konfrensi pers di warung kopi Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015).

Menurut Devina, anjing-anjing di luar saat ini banyak yang sangat mengenaskan. Ia mengaku, sangat menyayangi anjing sebagai hewan peliharaan yang harus dilindungi dan diperlakukan dengan baik.

"Saya juga punya lima anjing dan saya anggap mereka sebagai bagian keluarga saya. Kami tidak ingin peraturan gubernur yang akan dibuat itu membagi mana daging sehat dan tidak sehat. Kami ingin konsumsi daging anjing benar-benar dilarang," tegasnya.

Founder Animal Defender Indonesia, Doni Herdaru Tona menyampaikan, berdasarkan investigasi yang dilakukan tim Garda Satwa Indonesia terhadap 40 restoran atau Lapo (warung daging anjing) di Jakarta‎, menyediakan 68 ekor daging anjing setiap hari atau 2.040 ekor perbulannya. Pasokan anjing itu didapat dari pasar gelap sebanyak 80 persen dan sisanya hasil curian.

"Tindakan ini merupakan bentuk kejahatan sesuai KHUP pasal 362 tentang pencurian‎," terangnya.

Se‎lain itu, kata Doni, bahkan sangat memungkinkan ada daging anjing oplosan yang beredar di Lapo-lapo.

"Karena harga daging anjing satu kilogram hanya Rp30 ribu, sementara harga daging sapi Rp120 ribu. Setelah daging anjing rabies dimakan, akan berdampak bagi badan (kesehatan) pemakannya," jelasnya.

"Buat kalian yang masih makan daging anjing, stop. Ayo bertobat dan pergub (legalisasi konsumsi daging anjing) tidak bisa dikeluarkan. Perbaiki pergub, dilarang menjual daging anjing," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dukung Ahok, Warga: Anjing Tak Pantas Dibunuh, Apalagi Dimakan

Dukung Ahok, Warga: Anjing Tak Pantas Dibunuh, Apalagi Dimakan

News | Rabu, 30 September 2015 | 18:37 WIB

Ahok Tak Jadi Keluarkan Pergub Anjing Konsumsi

Ahok Tak Jadi Keluarkan Pergub Anjing Konsumsi

News | Rabu, 30 September 2015 | 10:43 WIB

Kata Penjual Lapo soal Perda Anjing Konsumsi di Jakarta

Kata Penjual Lapo soal Perda Anjing Konsumsi di Jakarta

News | Rabu, 30 September 2015 | 10:37 WIB

Ini Komentar Muhammadiyah soal Rencana Pergub Anjing Konsumsi

Ini Komentar Muhammadiyah soal Rencana Pergub Anjing Konsumsi

News | Selasa, 29 September 2015 | 19:59 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×