Ruhut Sitompul Dorong KPK Berani Periksa Surya Paloh

Siswanto | Bagus Santosa | Suara.com

Kamis, 01 Oktober 2015 | 15:21 WIB
Ruhut Sitompul Dorong KPK Berani Periksa Surya Paloh
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh (Suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul meminta KPK jangan tebang pilih dalam menangani kasus-kasus korupsi, termasuk dugaan suap Gubernur Sumatera Utara (nonaktif) Gatot Pujo Nugroho terhadap hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara, Medan, Sumatera Utara, yang belakangan menyinggung-nyinggung nama Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh dalam pertemuan dengan Gatot di kantor Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat.

"Kalau kita apapun itu ingin setiap kasus diusut secara tuntas, bukan hanya kasus Pak Surya Paloh," ujar Ruhut di DPR, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Jika memang keterangannya dibutuhkan, Ruhut mendorong penyidik KPK memanggil Surya Paloh.

"Kita juga minta (KPK) jangan tebang pilih dalam memeriksa ini (Pak Paloh)," kata dia.

Saat ini, KPK tengah mendalami peristiwa pertemuan antara Gatot dan wakilnya, Tengku Erry Nuradi, bersama elite Partai Nasdem di Kantor DPP Nasdem. Dalam kasus ini, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Rio Patrice Capella telah dimintai keterangan.

Ketua DPP Partai Nasional Demokrat Viktor Laiskodat mengatakan tidak masalah KPK memeriksa Surya Paloh.

"Siapa saja di negeri ini boleh diminta datang (KPK), nggak ada masalah itu," kata Viktor di DPR.

Viktor menilai pertemuan antara Paloh dan Gatot wajar.

"Gatot sebagai gubernur cerita ada masalah dengan wakil gubernur, tidak pernah cocok. Nah itu minta untuk ketemu supaya didamaikan mereka. Setelah keluar (pertemuan) dari situ harus berdamai, itu perintah bang Surya, sebagai kakak untuk memberikan nasehat pada adik adiknya," ujar dia. "Yang nggak boleh, namanya ketua umum itu ketemu itu terus minta duit."

Dia enggan berspekulasi soal kaitan Partai Nasdem dalam kasus tersebut.

"Saya tidak pernah berpikir seperti itu (Nasdem dikait-kaitkan), kita berpikir positif saja, silakan saja mau sebut siapapun, pertanyaannya kembali kepada morality dan hati nuranimu," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disadap, Kaligis Disebut Ingin Kasus Ditangani Kejagung Agar Aman

Disadap, Kaligis Disebut Ingin Kasus Ditangani Kejagung Agar Aman

News | Kamis, 01 Oktober 2015 | 15:02 WIB

Nasdem Persilakan KPK Periksa Surya Paloh

Nasdem Persilakan KPK Periksa Surya Paloh

News | Kamis, 01 Oktober 2015 | 14:00 WIB

Kalau Terbukti, Patrice Rio Capella Dipecat dari Nasdem

Kalau Terbukti, Patrice Rio Capella Dipecat dari Nasdem

News | Kamis, 01 Oktober 2015 | 13:17 WIB

Evy Bicara Soal Kejagung dan Islah Gatot-Tengku di Kantor Nasdem

Evy Bicara Soal Kejagung dan Islah Gatot-Tengku di Kantor Nasdem

News | Kamis, 01 Oktober 2015 | 12:47 WIB

Dalami Keterlibatan Petinggi Nasdem, KPK Tunggu Fakta Baru Sidang

Dalami Keterlibatan Petinggi Nasdem, KPK Tunggu Fakta Baru Sidang

News | Kamis, 01 Oktober 2015 | 10:56 WIB

Kasus Suap Hakim PTUN, Sekjen Partai Nasdem Diperiksa KPK

Kasus Suap Hakim PTUN, Sekjen Partai Nasdem Diperiksa KPK

News | Rabu, 23 September 2015 | 13:01 WIB

Terkini

KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar

KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 09:32 WIB

Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah

Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 09:16 WIB

Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis

Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:29 WIB

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:16 WIB

Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai

Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:06 WIB

Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon

Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 06:57 WIB

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

News | Sabtu, 25 April 2026 | 06:34 WIB

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

News | Sabtu, 25 April 2026 | 00:02 WIB

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:59 WIB

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:55 WIB