Ibunda Putri "Bocah Dalam Kardus" Tidak Mau Makan

Siswanto | Suara.com

Selasa, 06 Oktober 2015 | 16:07 WIB
Ibunda Putri "Bocah Dalam Kardus" Tidak Mau Makan
Rumah Putri Nur Fauziah di Kampung Rawa Lele, RT 6/7, Kalideres,‎ Jakarta Barat [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan menyampaikan duka cita kepada keluarga mendiang Putri Nur Fauziah alias Eneng (9).

"Kami turut berbelasungkawa dan prihatin setelah tewasnya Eneng, sampai sekarang pun kondisi ibunya masih lemes dan nggak mau untuk makan," kata Anton kepada wartawan setelah mengunjungi rumah duka di Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (6/10/2015)

Anton telah bertemu dengan ibunda Putri, Ida Farida (33). Saat ditemui, Ida terlihat murung.

"Kondisi psikis ibunya pun masih harus perlu adanya penanganan yang khusus dan juga adanya pendampingan kepada ibunya Eneng," ujarnya.

Tak hanya Anton, keluarga Putri tadi juga dikunjungi mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi dan Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia Asrorun Ni'am Sholeh serta sekretaris jenderal Erlinda.

"Kami nanti akan mengadakan pendampingan khusus, makanya sekarang kami membawa tim psikolog dan saya juga mengajak Kak Seto (nama panggilannya) kesini untuk membantu psikologi anak yang lainnya," kata Anton.

Putri merupakan murid kelas dua SD Negeri 05 Kalideres Pagi, Rawa Lele, Kalideres, yang ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di Jalan Sahabat RT 6/5, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jumat (2/10/2015) sekitar pukul 22.30 WIB. Ia dibunuh dan jenazahnya dimasukkan dalam kardus. Saat ditemukan, bagian kemaluan dan mulut Putri mengeluarkan darah. Tangannya diikat lakban, dia ditelanjangi. (Nur Habibie)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembunuh Bocah Dalam Kardus Masih Berkeliaran Bikin Anak Ngeri

Pembunuh Bocah Dalam Kardus Masih Berkeliaran Bikin Anak Ngeri

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 15:08 WIB

Bisa Jadi Pembunuh Biadab Putri "Bocah Dalam Kardus" Orang Dekat

Bisa Jadi Pembunuh Biadab Putri "Bocah Dalam Kardus" Orang Dekat

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 14:39 WIB

Kasus 'Mayat dalam Kardus' Putri, KPAI: Ini Teror

Kasus 'Mayat dalam Kardus' Putri, KPAI: Ini Teror

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 14:31 WIB

Kondisi Ibunda Putri "Bocah Dalam Kardus" Sangat Berat

Kondisi Ibunda Putri "Bocah Dalam Kardus" Sangat Berat

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 14:06 WIB

Pelajaran untuk Guru di Kasus 'Mayat dalam Kardus' Putri

Pelajaran untuk Guru di Kasus 'Mayat dalam Kardus' Putri

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 13:53 WIB

Kasus Bocah Dalam Kardus, Tetangga Bersedih Hati

Kasus Bocah Dalam Kardus, Tetangga Bersedih Hati

News | Selasa, 06 Oktober 2015 | 13:43 WIB

Terkini

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:59 WIB

Kasus Tragis di Kediri, Nenek Diduga Aniaya Cucu hingga Meninggal Dunia

Kasus Tragis di Kediri, Nenek Diduga Aniaya Cucu hingga Meninggal Dunia

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:54 WIB

Tambahan 24 Pesawat Tempur Rafale Masih Dikaji, Kemhan Pastikan Belum Ada Kontrak Baru

Tambahan 24 Pesawat Tempur Rafale Masih Dikaji, Kemhan Pastikan Belum Ada Kontrak Baru

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:43 WIB

Gercep Respons Bencana Alam, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua Diganjar KWP Awards 2026

Gercep Respons Bencana Alam, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua Diganjar KWP Awards 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:39 WIB