Ini 4 Teori Penyebab Jatuhnya Pesawat Metrojet Rusia

Ruben Setiawan | Suara.com

Selasa, 03 November 2015 | 08:57 WIB
Ini 4 Teori Penyebab Jatuhnya Pesawat Metrojet Rusia
Sebuah helikopter Mesir terbang di sekitar lokasi jatuhnya pesawat Kogalymavia atau Metrojet di Sinai. (Reuters/Mohamed Abd El Ghany)

Suara.com - Penyelidikan atas jatuhnya pesawat maskapai Kogalymavia atau Metrojet milik Rusia di Sinai, Mesir, Sabtu (31/10/2015), masih berlangsung. Otoritas terkait di Rusia belum mengetahui penyebab jatuhnya pesawat. Hasil penyelidikan awal menyebutkan, pesawat terlebih dahulu pecah di udara sebelum akhirnya jatuh ke tanah.

"Pecahnya pesawat terjadi di udara dan serpihannya tersebar di kawasan yang luas," kata pejabat senior Komite Penerbangan Antar Negara Bagian Rusia, Viktor Sorochenko sebagaimana dikutip kantor berita RIA Novosti.

Sorochenko menegaskan, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan terkait penyebab jatuhnya pesawat. Kedua buah kotak hitam yang kemungkinan menjadi kunci jawaban misteri ini sudah ditemukan dan dianalisis.

Di tengah teka-teki insiden yang menelan 224 nyawa penumpang dan kru ini, muncul beberapa teori mengenai apa yang sebenarnya membuat pesawat Airbus A321 itu jatuh dari angkasa.

Kesalahan teknis

Yang pertama, ada teori yang menyebut ada kesalahan teknis pada pesawat sehingga pesawat jatuh. Ada pula informasi yang menyebutkan pesawat tersebut pernah mengalami kerusakan pada bagian ekornya pada tahun 2001 silam.

Namun, Wakil Direktur Umum maskapai Kogalymavia yang mengoperasikan Metrojet, Alexander Smirnov menegaskan bahwa pesawat dalam kondisi baik. Sementara itu, Wakil Direktur Umum bagian teknik Kogalymavia, Andrei Averyanov, mengatakan, insiden pada tahun 2001 terjadi ketika bagian ekor menyentuh landas pacu. Kendati demikian, kerusakan itu sudah diperbaiki dan bukan faktor penyebab jatuhnya pesawat.

Maskapai juga menyebut, mesin pesawat telah diinspeksi di Moskow, Rusia, pada 26 Oktober lalu dan tidak ditemukan permasalahan. Sedangkan, berdasarkan hasil inspeksi, bahan bakar pesawat juga sudah memenuhi persyaratan.

Seperti dikutip Reuters, maskapai juga mengatakan bahwa pesawat telah menerima sertifikat laik terbang dari badan regulasi penerbangan di Irlandia tahun ini. Maskapai menuding faktor eksternal menjadi penyebab jatuhnya pesawat.

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Istri Kopilot Pesawat Metrojet Rusia

Kesalahan pilot

Wakil Direktur Umum maskapai Kogalymavia yang mengoperasikan Metrojet, Alexander Smirnov mengatakan bahwa pesawat jatuh bukan karena kesalahan pilot atau kru.

"Kami menepikan kesalahan teknis atau kesalahan apapun yang dilakukan kru," kata Smirnov.

Dilansir Ria Novosti, pesawat Metrojet dipiloti oleh Kapten Valery Nemov, pilot 48 tahun yang mengantongi 3.682 jam terbang. Ia juga pernah menjalani latihan menerbangkan Airbus A321 di Turki pada tahun 2008.

Rudal ISIS

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:21 WIB