Sasar Duit Asuransi Jadi Modus Baru Pembakaran Lahan

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 03 November 2015 | 14:10 WIB
Sasar Duit Asuransi Jadi Modus Baru Pembakaran Lahan
BNPB memantau lokasi pembakaran yang menghanguskan ratusan hektar lahan perkebunan sawit di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Minggu (20/9). (Antara)

Suara.com - Seorang pakar kehutanan dan lahan gambut Institus Pertanian Bogor menemukan modus baru pembakaran lahan gambut di Sumatera dan Kalimantan. Pembakaran itu dilakukan karena sengaja.

Modus baru pembakaran lahan gambut itu menyasar ingin mendapatkan klaim asuransi penjaminan lahan. Pakar Gambut IPB, Prof Bambang Hero menjelaskan tahun ini modus itu muncul.

Dia menjelaskan pengusaha sawit yang menggunakan modus itu terjadi di kawasan hutan tanaman industri (HTI). Pengusaha sawit itu menggunakan bibit dan pupuk sawit kualitas rendahan. Sejak awal mereka memprediksi keuntungan sawit yang dia tanam selama 4-5 tahun ke depan.

"Misalnya begitu masuk tahun kedua, ada kesalahan pengelolaan karena pupuknya nggak bagus. Pegusaha memprediksi akan rugi. Maka itu mereka membeli asuransi untuk menjamin area tanamnya. Sehingga ketika terjadi sesuatu, si asuransi harus mengganti klaimnya," kata Bambang saat berbincang dengan suara.com di kantornya di IPB, Senin (3/11/2015).

Bambang tahun modus itu saat menjadi saksi pakar di sebuah kasus pembakaran lahan sawiti di Sumatera Selatan. Dia mengatakan perusahaan asuransi kebanyakan tidak tahu dengan tanaman sawit. Padahal perusahaan asuransi akan rugi jika menjaminkan lahan sawit yang mempunyai tanaman berkualitas rendahan.

"Begitu terjadi kebakaran, asuransi harus bayar klaimnya. Jumlah klaimnya itu sampai miliaran. Makanya pengusaha sawit itu begitu terbakar, yah tenang saja. Karena modalnya sudah kembali saat klaimnya dibayar. Paling tidak mereka balik modal," cerita Bambang.

Luas lahan rawa gambut di Indonesia diperkirakan 20,6 juta hektar atau sekitar 10,8 persen dari luas daratan Indonesia. Dari luasan tersebut sekitar 7,2 jutahektar atau 35 persen terdapat di Pulau Sumatera.

Lahan rawa gambut merupakan bagian dari sumberdaya alam yang mempunyai fungsi untuk pelestarian sumberdaya air, peredam banjir, pencegah intrusi air laut, pendukung berbagai kehidupan, keanekaragaman hayati, dan pengendali iklim melalui penyerapan dan menyimpan karbon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anggota Komisi IX DPR Dirikan Rumah Evakuasi Balita

Anggota Komisi IX DPR Dirikan Rumah Evakuasi Balita

DPR | Selasa, 03 November 2015 | 13:35 WIB

8000 Ha Lahan Terbakar Dikeluarkan Dari HGU Pada Perusahaan

8000 Ha Lahan Terbakar Dikeluarkan Dari HGU Pada Perusahaan

Bisnis | Selasa, 03 November 2015 | 13:20 WIB

Kemarau Panjang, Bank Muamalat Gelar Salat Istisqa di 83 Lokasi

Kemarau Panjang, Bank Muamalat Gelar Salat Istisqa di 83 Lokasi

Press Release | Selasa, 03 November 2015 | 12:30 WIB

Kabut Asap Menghilang, Dinkes Riau Hentikan Operasi Pos Kesehatan

Kabut Asap Menghilang, Dinkes Riau Hentikan Operasi Pos Kesehatan

News | Selasa, 03 November 2015 | 01:05 WIB

Korupsi Duit Bencana Asap, KPK: Pelaku Bakal Dihukum Mati

Korupsi Duit Bencana Asap, KPK: Pelaku Bakal Dihukum Mati

News | Senin, 02 November 2015 | 19:08 WIB

Dirut PT Dyera Hutan Lestari Jadi Tersangka Pembakar Hutan

Dirut PT Dyera Hutan Lestari Jadi Tersangka Pembakar Hutan

News | Senin, 02 November 2015 | 13:25 WIB

Penumpang Pesawat Turun 90 Persen Akibat Asap

Penumpang Pesawat Turun 90 Persen Akibat Asap

News | Minggu, 01 November 2015 | 23:11 WIB

Pemerintah dan Aparat Lembek, Pengusaha Santai Saja Bakar Hutan

Pemerintah dan Aparat Lembek, Pengusaha Santai Saja Bakar Hutan

News | Minggu, 01 November 2015 | 19:26 WIB

Izin Terbang Helikopter Bom Air Rusia di Riau Diperpanjang

Izin Terbang Helikopter Bom Air Rusia di Riau Diperpanjang

News | Minggu, 01 November 2015 | 18:07 WIB

Ribuan Kristiani di Papua Doa Minta Hujan

Ribuan Kristiani di Papua Doa Minta Hujan

News | Minggu, 01 November 2015 | 17:59 WIB

Terkini

Indonesia Protes Keras Gugurnya Pasukan UNIFIL, Tuntut Investigasi Menyeluruh Atas Serangan Israel

Indonesia Protes Keras Gugurnya Pasukan UNIFIL, Tuntut Investigasi Menyeluruh Atas Serangan Israel

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:10 WIB

Fakta Baru Kasus Andrie Yunus Terungkap di DPR, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Puspom TNI

Fakta Baru Kasus Andrie Yunus Terungkap di DPR, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Puspom TNI

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:08 WIB

Istri Eks Komut Indofarma Mengadu ke DPR, Sebut Vonis 13 Tahun Penjara Tanpa Bukti Aliran Dana

Istri Eks Komut Indofarma Mengadu ke DPR, Sebut Vonis 13 Tahun Penjara Tanpa Bukti Aliran Dana

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:04 WIB

MenpanRB: Isu Utama WFH ASN Adalah Digitalisasi, Bukan Sekadar Efisiensi

MenpanRB: Isu Utama WFH ASN Adalah Digitalisasi, Bukan Sekadar Efisiensi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:00 WIB

Detik-detik Gugurnya Praka Farizal di Lebanon, Terkena Serangan Mortir saat Salat Isya

Detik-detik Gugurnya Praka Farizal di Lebanon, Terkena Serangan Mortir saat Salat Isya

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:51 WIB

Prabowo Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Prabowo Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:45 WIB

Kawal Program Prioritas Nasional, Wamendagri: IPDN Konsisten Hasilkan Kader Pemerintahan Kompeten

Kawal Program Prioritas Nasional, Wamendagri: IPDN Konsisten Hasilkan Kader Pemerintahan Kompeten

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:44 WIB

Ratusan Elemen Sipil Teken Petisi, Desak Kasus Andrie Yunus Tak Diadili di Militer!

Ratusan Elemen Sipil Teken Petisi, Desak Kasus Andrie Yunus Tak Diadili di Militer!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:35 WIB

Minim Lahan dan Polusi Meningkat, Bisakah Atap Hijau Jadi Solusi Berbasis Alam?

Minim Lahan dan Polusi Meningkat, Bisakah Atap Hijau Jadi Solusi Berbasis Alam?

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:30 WIB

Danbrigif Siwah Ungkap Alur Pemulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Tanah Air

Danbrigif Siwah Ungkap Alur Pemulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Tanah Air

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:27 WIB