Militan Filipina Minta Tebusan Rp238 Miliar per Kepala Sandera

Ruben Setiawan | Suara.com

Rabu, 04 November 2015 | 14:52 WIB
Militan Filipina Minta Tebusan Rp238 Miliar per Kepala Sandera
Ilustrasi penyanderaan. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah kelompok militan Filipina yang berafiliasi dengan Al Qaeda meminta tebusan atas empat sandera yang mereka culik dari sebuah resor pantai pada bulan September lalu. Lewat sebuah video yang diunggah ke Twitter, kelompok tersebut meminta tebusan sebesar 1 miliar Peso atau sekitar Rp283 miliar untuk ditukarkan dengan masing-masing sandera.

Para sandera terdiri atas dua lelaki asal Kanada, satu lelaki Norwegia, dan satu perempuan asal Filipina. Dalam video yang beredar di Twitter, keempat sandera berlutut di tanah. Di dekat mereka berdiri beberapa orang bersenjata tajam.

"Saya memohon kepada Perdana Menteri Kanada, tolong segera bayar uang tebusan ini karena nyawa kami dalam bahaya besar," kata lelaki berjanggut yang mengaku bernama John Ridsdel, yang berprofesi sebagai konsultan pertambangan dari Kanada.

"Saya menjadi sandera kelompok Abu Sayaaf. Kami masing-masing harus ditebus sebesar satu miliar peso," sambungnya.

Juru bicara kepolisian Filipina, Chief Superintendent Wilben Mayor mengatakan, Pemerintah Filipina tidak bernegosiasi dengan militan. Sementara itu, pihak militer belum mau berkomentar terkait masalah ini, namun mengatakan bahwa permintaan tebusan itu amatlah luar biasa.

Para sandera diyakini ditawan di hutan Pulau Jolo, benteng Abu Sayyaf. Video klip berdurasi 27 detik tersebut diunggah ke Twitter oleh Site Intelligence Group yang melacak aktivitas kelompok militan.

Ini bukan pertama kalinya para sandera muncul dalam video. Bulan lalu, militan merilis video berdurasi lebih panjang yang memperlihatkan para sandera. Saat itu, militan meminta pemerintah Filipina dan Kanada untuk mendengarkan tuntutan mereka dan menghentikan operasi militer di Jolo.

Pada video pertama, Ridsdel juga diminta militan untuk berbicara, juga dua lelaki lainnya, Robert Hall dan Kjartan Sekkingstad. Namun, si perempuan tidak berbicara sama sekali.

Penculikan yang terjadi pada bulan September memang mengejutkan. Pasalnya, pemerintah dan pemberontak sudah menyepakati perdamaian untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung selama 45 tahun.

Abu Sayyaf juga diketahui menyandera warga asing lainnya, termasuk satu warga Belanda, satu warga Jepang, dua warga Malaysia, dan seorang misionaris Italia.

Pekan lalu, seorang lelaki asal Korea berusia 70 tahun meninggal dalam tahanan. Jenazahnya dimasukkan dalam karung dan ditinggalkan di Jolo.

Pada tahun 2014, Abu Sayyaf membebaskan sepasang warga Jerman setelah ditahan selama berbulan-bulan setelah ditebus sebesar 270 juta Peso atau setara Rp77 miliar. Namun, baik Filipina maupun Jerman membantah telah memberikan tebusan. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20

Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 14:47 WIB

Siapa Dro Fernandez? Pemain Keturunan Filipina Calon Musuh Calvin Verdonk

Siapa Dro Fernandez? Pemain Keturunan Filipina Calon Musuh Calvin Verdonk

Bola | Selasa, 27 Januari 2026 | 15:45 WIB

Profil Dro Fernndez: Pemain Keturunan Filipina Jebolan La Masia yang Diikat Kontrak Panjang PSG

Profil Dro Fernndez: Pemain Keturunan Filipina Jebolan La Masia yang Diikat Kontrak Panjang PSG

Bola | Selasa, 27 Januari 2026 | 08:49 WIB

Terpopuler: Wali Kota Selamat usai Ditembak RPG Mobil Bikin Penasaran, Suzuki Terdepak dari Thailand

Terpopuler: Wali Kota Selamat usai Ditembak RPG Mobil Bikin Penasaran, Suzuki Terdepak dari Thailand

Otomotif | Senin, 26 Januari 2026 | 18:48 WIB

Detik-Detik Wali Kota di Filipina Ditembak RPG, Mobil Rp600 Jutaan Jadi Penyelamat

Detik-Detik Wali Kota di Filipina Ditembak RPG, Mobil Rp600 Jutaan Jadi Penyelamat

Otomotif | Senin, 26 Januari 2026 | 18:22 WIB

Profil Aurora Gaming PH, Penantang Alter Ego di Grand Final M7 Mobile Legends

Profil Aurora Gaming PH, Penantang Alter Ego di Grand Final M7 Mobile Legends

Tekno | Minggu, 25 Januari 2026 | 12:13 WIB

Rekor Mengerikan Filipina di Piala AFF

Rekor Mengerikan Filipina di Piala AFF

Bola | Rabu, 21 Januari 2026 | 10:05 WIB

Bukan Vietnam, Timnas Indonesia Patut Waspada dengan Tim Kuda Hitam Ini di Piala AFF 2026

Bukan Vietnam, Timnas Indonesia Patut Waspada dengan Tim Kuda Hitam Ini di Piala AFF 2026

Bola | Selasa, 20 Januari 2026 | 10:00 WIB

Selamat Tinggal! Gelandang Keturunan Filipina Tinggalkan Barcelona

Selamat Tinggal! Gelandang Keturunan Filipina Tinggalkan Barcelona

Bola | Minggu, 18 Januari 2026 | 10:04 WIB

Bertemu Dubes Filipina, Yusril Jajaki Transfer Narapidana dan Bahas Status WNI Tanpa Dokumen

Bertemu Dubes Filipina, Yusril Jajaki Transfer Narapidana dan Bahas Status WNI Tanpa Dokumen

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 19:28 WIB

Terkini

Perang AS-Iran Memanas: WNI Cemas Harga BBM Bakal Melejit

Perang AS-Iran Memanas: WNI Cemas Harga BBM Bakal Melejit

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:10 WIB

"Ini Bukan Perang Kami": Negara Eropa Tolak Bantu AS di Selat Hormuz

"Ini Bukan Perang Kami": Negara Eropa Tolak Bantu AS di Selat Hormuz

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:05 WIB

Cuaca Panas Ekstrem Ancam Pemudik, Wamenkes Ingatkan Cukup Minum Selama Perjalanan

Cuaca Panas Ekstrem Ancam Pemudik, Wamenkes Ingatkan Cukup Minum Selama Perjalanan

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:03 WIB

Dasco Bukber Bareng Aktivis Senior, Serap Aspirasi Hariman Siregar hingga Connie Rahakundini

Dasco Bukber Bareng Aktivis Senior, Serap Aspirasi Hariman Siregar hingga Connie Rahakundini

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:51 WIB

Teheran Membara! Presiden Iran Bersumpah Balas Dendam Atas Tewasnya Ali Larijani

Teheran Membara! Presiden Iran Bersumpah Balas Dendam Atas Tewasnya Ali Larijani

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:51 WIB

Bisakah Ekonomi Tumbuh Memperparah Krisis Iklim? Studi Terbaru Ungkap Jawabannya

Bisakah Ekonomi Tumbuh Memperparah Krisis Iklim? Studi Terbaru Ungkap Jawabannya

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:45 WIB

Komisi C DPRD DKI: Terminal Kalideres Harus Renovasi Total demi Kenyamanan Pemudik

Komisi C DPRD DKI: Terminal Kalideres Harus Renovasi Total demi Kenyamanan Pemudik

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:16 WIB

Taktik Asimetris Taklukkan Iron Dome: Bagaimana Amunisi Tandan Iran Mengoyak Pertahanan Udara Israel

Taktik Asimetris Taklukkan Iron Dome: Bagaimana Amunisi Tandan Iran Mengoyak Pertahanan Udara Israel

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:03 WIB

Teguh Pendirian, Kanada Menolak Ikut Perang AS-Israel Lawan Iran

Teguh Pendirian, Kanada Menolak Ikut Perang AS-Israel Lawan Iran

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:39 WIB

Mendagri Tito: Kolaborasi Kunci Atasi Backlog Perumahan Nasional

Mendagri Tito: Kolaborasi Kunci Atasi Backlog Perumahan Nasional

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:35 WIB