Hindari Konflik, Pembatasan di Wilayah Kashmir Diberlakukan

Adhitya Himawan

Senin, 09 November 2015 | 08:56 WIB
Hindari Konflik, Pembatasan di Wilayah Kashmir Diberlakukan
A Kashmiri boy looks through the concertina wire barricade during an election campaign in Pulwama

Suara.com - Daerah dengan mayoritas warga orang Muslim di Kashmir yang dikuasai India pada Ahad (8/11/2015) menghadapi penutupan sebagai protes mengenai tewasnya seorang pemuda akibat penembakan oleh polisi dan paramiliter, kata beberapa pejabat.

Gowhar Ahmad Dar (22) tewas pada Sabtu malam (7/11), setelah diterjang tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan pemerintah di Zainakote di Kota Srinagar, Ibu Kota Musim Panas Kashmir-India.

Juru bicara Polisi mengatakan satuan polisi "diserang" dengan menggunakan batu dan bata di daerah tersebut. Setelah itu, "mereka menembakkan peluru asap air mata.

Pemerintah, yang mengkhawtirkan bentrokan di Srinagar, terus memberlakukan pembatasan untuk hari kedua berturut-turut di berbagai daerah yang berada di bawah wewenang delapan kantor polisi.

"Untuk memelihara hukum dan ketenangan setelah seruan penutupan yang dikeluarkan oleh kelompok separatis, kami memberlakukan pembatasan di Khanyar, Rainawari, Nowhatta, Maharaj Gunj, Safakadal, Kralkhud, Maisuma dan Parimpora," kata seorang pejabat polisi, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. "Secara umum, situasi hari ini masih tetang." Toko dan tempat usaha masih tutup. Angkutan umum juga tak terlihat di jalan setelah penutupan dan pembatasan di Srinagar.

Kantor pemerintah, bank dan lembaga pendidikian masih tutup sebab Ahad adalah hari libur umum.

Laporan mengenai penutupan diterima dari seluruh desa dan kota besar utama.

Sementara itu, bentrokan terjadi di Zainakote antara pasukan pemerintah dan pemuda yang marah. Pasukan pemerintah menembakkan gas air mata untuk membubarkan pemuda yang melempar batu, kata warga setempat.

Pada pagi hari yang sama, anggota parlemen independen pro-India Abdul Rashid Sheikh ditahan bersama dengan beberapa pendukungnya saat ia berusaha melancarkan pawai protes. Sheikh dihentikan saat ia sedang dalam perjalanan menuju kediaman Menteri Besar Regional Mufti Muhammad Sayeed untuk memprotes pembunuhan pada Sabtu.

Pembunuhan Gowhar Ahmad Dar terjadi tak lama setelah Perdana Menteri India Narendra Modi mengakhiri kunjungan satu-hari ke wilayah yang bergolak tersebut. Modi mengumumkan satu paket keuangan sebesar 12 miliar dolar AS buat wilayah itu.

Pemerintah telah memberlakukan penutupan pada Sabtu di kota tersebut guna mencegah pawai serupa oleh kaum separatis, berbarengan dengan kunjungan Modi.

Perasaan anti-India sangat mendalam di dalam jiwa kebanyakan warga Kashmir.

Warga di wilayah bergolak tersebut turun ke jalan untuk memperlihatkan perlawanan dengan melempar batu dan bata ke arah pasukan pemerintah, yang membalas dengan menembakkan gas air mata dan peluru, sehingga sering merenggut jiwa.

Satu gerakan separatis dan gerilya menantang kekuasaan New Delhi aktif di Kashmir yang dikuasai India sejak 1989.

Kashmir, Wilayah Himalaya yang terpecah antara India dan Pakistan, diklaim secara keseluruhan oleh kedua negara tersebut. Sejak kemerdekaan mereka dari Inggira, kedua negara bertetangga di Asia Selatan itu telah tiga kalir terlibat perang, dua secara khusus gara-gara Kashmir. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KAMMI Tolak Aksi Warga Pati di DPR, Tetap Dukung RUU Perampasan Aset

KAMMI Tolak Aksi Warga Pati di DPR, Tetap Dukung RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Ada Ancaman Sandera Anggota DPR, Mahasiswa Tolak Rencana Demo AMPB 27 Agustus

Ada Ancaman Sandera Anggota DPR, Mahasiswa Tolak Rencana Demo AMPB 27 Agustus

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:29 WIB

WNA India Produksi Emas Ilegal hingga 30 Kg Sehari, Sahroni Minta Pembeking Diusut

WNA India Produksi Emas Ilegal hingga 30 Kg Sehari, Sahroni Minta Pembeking Diusut

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:52 WIB

Inovasi Produk Lokal Mengangkat Nilai Tradisi di Momen 17 Agustus

Inovasi Produk Lokal Mengangkat Nilai Tradisi di Momen 17 Agustus

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Bareskrim Ungkap Modus Pengolahan Emas Ilegal di Apartemen Sunter

Bareskrim Ungkap Modus Pengolahan Emas Ilegal di Apartemen Sunter

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:05 WIB

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Bola | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Negara Ranking 181 Ini Diminta Gantikan India Lawan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Negara Ranking 181 Ini Diminta Gantikan India Lawan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:30 WIB

Hidup Gen Z Makin Susah, Cuma Pakai 5 Persen Gaji Buat Healing Bulanan

Hidup Gen Z Makin Susah, Cuma Pakai 5 Persen Gaji Buat Healing Bulanan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:25 WIB

India Mundur, Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

India Mundur, Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:18 WIB

Alasan India Lebih Pilih Brasil Dibanding Timnas Indonesia, Rela Batal Ikut FIFA ASEAN Cup 2026

Alasan India Lebih Pilih Brasil Dibanding Timnas Indonesia, Rela Batal Ikut FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Bisnis Tak Bisa Lagi Cuma Hitung Cuan, Risiko Politik Juga Harus Dibaca

Bisnis Tak Bisa Lagi Cuma Hitung Cuan, Risiko Politik Juga Harus Dibaca

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Penggemar Toy Story Wajib Coba, High Tea Bertema Woody dan Buzz Hadir dari Ketinggian Lantai 70

Penggemar Toy Story Wajib Coba, High Tea Bertema Woody dan Buzz Hadir dari Ketinggian Lantai 70

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Kecewa AMPB Balik Kanan, Ojol Ancam Usir Massa Pati Jika Kembali Demo di Jakarta

Kecewa AMPB Balik Kanan, Ojol Ancam Usir Massa Pati Jika Kembali Demo di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:27 WIB

KemenHAM Janji Partisipasi Publik Bukan Sekadar Slogan, Siap Tampung Kritik Pedas OMS

KemenHAM Janji Partisipasi Publik Bukan Sekadar Slogan, Siap Tampung Kritik Pedas OMS

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Berapa Harga Sepeda Lipat Brompton C Line? Ini Kisaran, Spesifikasi dan Kelebihannya

Berapa Harga Sepeda Lipat Brompton C Line? Ini Kisaran, Spesifikasi dan Kelebihannya

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Cegah Ricuh, Polisi Minta Pelajar Demo di DPR Pulang: Pulang Ya? Salaman Dulu

Cegah Ricuh, Polisi Minta Pelajar Demo di DPR Pulang: Pulang Ya? Salaman Dulu

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Suasana Demo Memanas, Pengunjung Tetap Santai Makan dan Belanja

Suasana Demo Memanas, Pengunjung Tetap Santai Makan dan Belanja

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Korupsi BUMN: Ketika Inovasi Berjalan Tanpa Pengawasan

Korupsi BUMN: Ketika Inovasi Berjalan Tanpa Pengawasan

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Beredar Isu Perselingkuhan, Sarah Wijayanto Ancam Akun Penyebar Hoax

Beredar Isu Perselingkuhan, Sarah Wijayanto Ancam Akun Penyebar Hoax

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:12 WIB

×