Jadi Sumber Dana Teroris, Batu Lapis Lazuli Akan Disertifikasi

Ruben Setiawan

Kamis, 12 November 2015 | 16:01 WIB
Jadi Sumber Dana Teroris, Batu Lapis Lazuli Akan Disertifikasi
Potongan-potongan batu lapis lazuli di sebuah sekolah pemotongan batu di Kunduz, Afghanistan. (Reuters/Sabine Siebold)

Suara.com - Pemerintah Afghanistan berencana memotong aliran dana kelompok pemberontak Taliban yang berasal dari hasil perdagangan batu permata jenis lapis lazuli. Pemerintah akan mendirikan bursa resmi guna menjual batu yang didominasi warna biru tersebut ke dunia internasional.

Pemerintah Afghanistan mengklaim, selama ini Taliban membiayai operasinya dengan menjual batu permata seperti lapis lazuli, rubi, dan zamrud ke luar negeri. Tak hanya itu, kata pemerintah, Taliban juga memperoleh dana dari hasil penjualan heroin dan operasi penculikan.

Menurut Menteri Pertambangan Daud Saba, Afghanistan mengalami kerugian hingga 100 juta Dolar per tahun akibat aksi penyelundupan batu permata. Nilai tersebut jauh melebihi nilai komoditas ekspor Afghanistan seperti batu bara, dan mineral industri seperti talek.

"Ini adalah masalah besar bagi rakyat Afghanistan, karena mereka kehilangan kekayaan alam mereka yang dirampas kelompok-kelompok teroris, yang di satu sisi mencuri kekayaan kami dan di sisi lain memperkuat kelompok teroris," kata Daud.

Daud menyebut, menghentikan penyelundupan zamrud, rubi, giok, dan materian lain memang pekerjaan yang sulit. Namun, tidak demikian dengan lapis lazuli. Pasalnya, lapis lazuli dengan kualitas tinggi hanya didapat dari satu tambang, yakni Sar-i-Sang, yang terletak di Afghanistan bagian utara.

Pemerintah, imbuh Daud, sedang mempersiapkan untuk membangun bursa permata lapis lazuli di Kabul pada pertengahan tahun 2016. Bursa tersebut nantinya akan menjadi satu-satunya sumber penjualan lapis lazuli dari Afghanistan yang dilengkapi dengan sertifikat dari pemerintah.

"Kami memonopoli lapis lazuli jenis itu. Batu tersebut memiliki kekhasan," kata Daud.

"Dengan demikian, batu lapis lazuli lain yang tidak memiliki sertifikat akan dilarang beredar di komunitas internasional, sebagaimana yang terjadi dengan "berlian berdarah"," pungkasnya.

Seperti diketahui, berlian berdarah adalah sebutan untuk berlian yang ditambang di wilayah konflik dan dijual untuk mendanai perang. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membuat sebuah program sertifikasi pada tahun 2003 guna melarang peredaran berlian tersebut. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menelusuri Lorong Sunyi JGC: Saat Kilau Bacan Rp15 Juta Tak Lagi 'Sewangi' Dulu

Menelusuri Lorong Sunyi JGC: Saat Kilau Bacan Rp15 Juta Tak Lagi 'Sewangi' Dulu

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:34 WIB

Kisah Helena Sukses Kembangkan Batu Akik Jadi Bisnis Perhiasan Menjanjikan dengan Bantuan BRI

Kisah Helena Sukses Kembangkan Batu Akik Jadi Bisnis Perhiasan Menjanjikan dengan Bantuan BRI

Bri | Senin, 21 April 2025 | 15:22 WIB

Pencuri Motor di Cisarua Babak Belur Dihakimi Massa, Bawa 7 Jimat Batu Akik Saat Beraksi

Pencuri Motor di Cisarua Babak Belur Dihakimi Massa, Bawa 7 Jimat Batu Akik Saat Beraksi

News | Kamis, 13 Juni 2024 | 18:12 WIB

3 Rekomendasi Toko Buku Unik di Jogja, Salah Satunya Langganan Najwa Shihab

3 Rekomendasi Toko Buku Unik di Jogja, Salah Satunya Langganan Najwa Shihab

Your Say | Senin, 30 Oktober 2023 | 14:06 WIB

Keindahan Akik, Keris dan Senja dalam Novel Akik dan Penghimpun Senja

Keindahan Akik, Keris dan Senja dalam Novel Akik dan Penghimpun Senja

Your Say | Rabu, 29 Maret 2023 | 11:09 WIB

3 Jenis Batu Akik yang Cocok Dijadikan Cincin Wanita

3 Jenis Batu Akik yang Cocok Dijadikan Cincin Wanita

Your Say | Sabtu, 05 November 2022 | 15:30 WIB

Terkini

Begini Strategi Damkar Padamkan Api Nipah Mall, Salah Satu Gedung Tinggi di Makassar

Begini Strategi Damkar Padamkan Api Nipah Mall, Salah Satu Gedung Tinggi di Makassar

Sulsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:58 WIB

Timnas Indonesia Main Dua Stadion Ikonik Akan Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Main Dua Stadion Ikonik Akan Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56 WIB

Transportasi ke Kepulauan Seribu Bakal Dikelola Transjakarta, Pramono Janjikan Tarif Murah

Transportasi ke Kepulauan Seribu Bakal Dikelola Transjakarta, Pramono Janjikan Tarif Murah

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:54 WIB

Skintific 5X Ceramide Moisture Gel untuk Kulit Apa Saja? Cek Review Jujur Pengguna Ini

Skintific 5X Ceramide Moisture Gel untuk Kulit Apa Saja? Cek Review Jujur Pengguna Ini

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:50 WIB

5 Physical Sunscreen Buat Kulit Berjerawat: Non-Comedogenic dan Bebas Gerah

5 Physical Sunscreen Buat Kulit Berjerawat: Non-Comedogenic dan Bebas Gerah

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:50 WIB

Contoh Susunan Upacara Hari Pramuka 14 Agustus 2026, Lengkap dan Siap Digunakan

Contoh Susunan Upacara Hari Pramuka 14 Agustus 2026, Lengkap dan Siap Digunakan

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49 WIB

Kusutnya Timnas India Calon Lawan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Kusutnya Timnas India Calon Lawan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:48 WIB

Ekshumasi Jasad Sutrimo Digelar 12 Agustus, Kasus Naik ke Penyidikan Dugaan Pembunuhan

Ekshumasi Jasad Sutrimo Digelar 12 Agustus, Kasus Naik ke Penyidikan Dugaan Pembunuhan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:47 WIB

Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat

Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:46 WIB

432 Saksi di Kasus Haji, Pengacara: Tak Ada yang Bilang Gus Yaqut Terima Aliran Uang

432 Saksi di Kasus Haji, Pengacara: Tak Ada yang Bilang Gus Yaqut Terima Aliran Uang

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45 WIB

×