Fahri Hamzah Terkejut Rekaman Setya-Freeport Bocor ke Publik

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Selasa, 17 November 2015 | 11:33 WIB
Fahri Hamzah Terkejut Rekaman Setya-Freeport Bocor ke Publik
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. [Suara.com/Tri Setyo]

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah terkejut dengan laporan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Dalam laporan itu Ketua DPR Setya Novanto mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam perpanjangan kontrak karya PT. Freeport Indonesia.

Fahri juga terkejut dalam laporan Sudirman itu, menyertakan transkip perbincangan tiga orang, berinisial SN, M dan Ms. Fahri jadi curiga dengan rekaman perbincangan yang konteksnya adalah ranah privat.Kemudian dibocorkan ke publik.

"Yang jelas saya agak kaget. Kok bisa ada perusahaan asing merekam seorang pimpinan lembaga negara di Indonesia. Lalu itu dibocorkan dan jadi opini publik dan itu bekerjasama dengan seorang menteri dan menggunakan data itu," kata Fahri di DPR, Selasa (17/11/2015).

Politisi PKS ini tidak ingin menduga-duga apakah perbincangan ini direkam secara disengaja atau tidak. Dia pun tidak tahu siapa yang merekam perbincangan itu, apakah pihak perusahaan asing atau orang lain.

"Ini nggak masuk akal itu. Tapi kok bisa ada operasi seperti ini ya," ujar dia.

Fahri menduga, perbincangan tiga orang itu dilakukan bukan di gedung formil, baik di Kantor Freeport atau di DPR. Seingatannya, pimpinan DPR tidak pernah melakukan pertemuan dengan PT Freeport Indonesia di DPR.

Namun, Fahri mengakui jika Freeport kerap mencari pimpinan DPR untuk membantu perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia.

"Tapi dari awal saya menjadi pimpinan, direksi Freeport memang ingin bertemu kita. Yang saya dengar begitu ya. Tapi saya nggak pernah ketemu. Mereka itu terus yang mengejar-mengejar bahkan saya mendengar banyak orang yang mengkontak minta jalur ketemu dan mereka minta terkait perpanjangan. Jadi dugaan saya yang aktif memang Freeport," ujar dia.

Menurutnya, sikap pemerintah dan DPR sudah jelas, yaitu tidak menginginkan perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia. Bahkan, Presiden Jokowi dalam rapat konsultasi DPR menyatakan tidak ada pembicaraan tentang Freeport hingga 2019.

"Jadi presiden ngomong ke pimpinan dewan, nggak ada perpanjangan sampai 2019. Karena kontrak habis 2021. Komisi VII juga sudah menolak. Nah tapi tiba-tiba dibikin suasana seperti ini. Saya nggak ngerti ini kenapa kok gini banget. Jelaslah ini kan nggak bakal diperpanjang. Mustahil diperpanjangan," kata Fahri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setya Novanto Bantah Catut Nama Presiden

Setya Novanto Bantah Catut Nama Presiden

News | Senin, 16 November 2015 | 14:45 WIB

Madura Mau Jadi Provinsi, Fahri: Banyak Orang Nekat di Sana

Madura Mau Jadi Provinsi, Fahri: Banyak Orang Nekat di Sana

News | Selasa, 10 November 2015 | 14:21 WIB

Dugaan Politisi Minta Jatah ke Freeport, Ketua DPR Berkelit

Dugaan Politisi Minta Jatah ke Freeport, Ketua DPR Berkelit

News | Senin, 09 November 2015 | 12:11 WIB

Ada Mobil Jaguar Berplat Nomor RI 6 Terpakir di DPR

Ada Mobil Jaguar Berplat Nomor RI 6 Terpakir di DPR

News | Senin, 09 November 2015 | 11:45 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×