Array

Kasus Setnov Harus Jadi Momen Jokowi Habisi Mafia Tambang

Kamis, 19 November 2015 | 16:59 WIB
Kasus Setnov Harus Jadi Momen Jokowi Habisi Mafia Tambang
Presiden Joko Widodo [Antara/Setpres]

Suara.com - Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti kasus Ketua DPR dari Fraksi Golkar Setya Novanto yang diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika meminta saham PT. Freeport Indonesia sebagai imbalan andil dalam perpanjangan kontrak karya, merupakan momentum bagi Presiden Joko Widodo untuk membersihkan mafia pemburu rente di bidang tambang.

"Ini momentum Jokowi untuk kembali ke Nawa Cita. Ini momentum untuk bersih-bersih. Saatnya dibersihkan dari mafia pemburu rente. Saatnya peradaban politik dibangun," kata Ray di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).

Ray dan masyarakat antikorupsi berharap Presiden Jokowi mendorong pengungkapan kasus tersebut.

"Jokowi jangan menyia-nyiakan kesempatan ini," katanya.

Rohaniawan Benny Susetyo mengatakan sejak jaman Orde Baru sampai sekarang elite politik masih saja menjajah bangsanya sendiri dengan dibantu negara asing.

"Pemimpin poltik kita selalu selingkuh dengan komprador-komprador asing dengan memperjualbelikan kekayaan kita untuk kepentingan bisnis pribadi. Ia menjadi alat kapitalis," kata Romo Benny.

Terungkapnya percakapan Setya Novanto yang diduga mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden untuk minta saham Freeport, menurut Romo Benny, semakin meruntuhkan kredibilitas DPR.

"Akhirnya semakin hari parlemen semakin kehilangan kredibilitas. Etikanya sudah mati," katanya.

Kasus Setya Novanto mencuat setelah Menteri ESDM Sudirman Said melaporkannya ke Mahkamah Kehormatan Dewan karena diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika meminta saham kepada PT. Freeport Indonesia sebagai imbalan atas andil memperpanjang kontrak karya, Senin (16/11/2015).

Di tengah desakan agar Setya Novanto diganti, kasus tersebut saat ini sedang ditangani Mahkamah Kehormatan Dewan.

Di sejumlah kesempatan, Setya Novanto membantah keras mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ia juga membantah minta saham dalam pertemuan dengan pimpinan Freeport. Ia menyayangkan beredarnya transkrip percakapan yang menurutnya tidak utuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI