Ini Pesan dari Megawati untuk Pasangan Risma-Whisnu

Arsito Hidayatullah

Minggu, 22 November 2015 | 13:05 WIB
Ini Pesan dari Megawati untuk Pasangan Risma-Whisnu
Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani dan Tri Rismaharini saat mengunjungi bekas lokasi pelacuran Dolly, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (2/8/2015) [suara.com/Yovie Wicaksono]

Suara.com - Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyampaikan pesan dari Ketua Umum PDIP Megawati agar Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana berkampanye secara "door to door" (pintu ke pintu) untuk mendapatkan simpati warga.

"Saya menyampaikan salam Ibu Mega. Beliau berpesan agar kita berkampanye door to door, lebih banyak berdialog. Kita mendatangi ke rakyat, bukan rakyat yang datang ke kita. Itulah karakter PDIP," kata Hasto saat berkunjung ke Surabaya, Minggu.

Menurut dia, dengan cara kampanye seperti itu barulah bisa didengar keinginan rakyat tentang apa yang harus dilakukan dwi tunggal Risma-Whisnu.

"Belajarlah bagaimana mendengar suara rakyat. Tampil secara yakin dan tidak menyombongkan diri, itulah watak kita sebagai banteng-banteng sejati," katanya.

Selain itu, Hasto minta mesin pemenangan pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana terus bergerak hingga akhir proses Pilkada Surabaya. Meski hasil survei posisi Risma-Whisnu sangat menggembirakan, Hasto minta semua elemen mesin pemenangan tidak lengah.

"Hasil survei pasangan Risma-Whisnu sangat menggembirakan. Namun, kita tidak boleh lengah. Mesin partai harus tetap bekerja mengawal hingga hari pencoblosan, bahkan sampai proses penghitungan suara," katanya.

Hasil survei yang cukup tinggi ini, sebut Hasto, melebihi prediksi sebelumnya. "Apalagi Bu Risma dan Mas Whisnu berani menetapkan kemenangan 93 persen. Ini artinya, kepercayaan warga Surabaya terhadap calon dari PDIP cukup besar. Itu harus tetap dijaga," katanya.

Hasto mengungkapkan hasil survei pasangan calon yang bertarung di Pilkada Surabaya itu termasuk menjadi perhatian khusus Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Hal ini dikarenakan dengan tingkat popularitas maupun keterpilihan paslon yang diusung PDIP, Surabaya bisa menjadi tolok ukur bagi daerah lain yang juga menghadapi pilkada serentak.

Surabaya, tambah Hasto, diharapkan menjadi 'benchmarking' bagi daerah-daerah lain yang paslonnya juga diusung PDIP. Karena itu, ajak dia, dengan semangat gotong royong, kerja mesin pemenangan seharusnya lebih dimaksimalkan, agar nanti hasil coblosan juga maksimal seperti yang diharapkan.

"Kita anti money politics, kita meyakini survei yang menyebutkan money politics tidak efektif, tapi malah merusak sendi-sendi demokrasi. Kita juga harus percaya pada pengurus anak ranting. Ingat pesan Ibu Mega, menanglah dengan cara terhormat," tegasnya.

PDIP, tambah Hasto, tidak akan kompromi terkait hal-hal yang bertentangan dengan ideologi. Praktik-praktik yang didasarkan ideologis partai yang didasarkan kerakyatan, sebutnya, sudah dijalankan Risma-Whisnu saat memimpin Surabaya periode lalu.

Dia mencontohkan penataan sistem-sistem pemerintahan, pertamanan, birokrasi kerakyatan yang didata dengan baik, dan reformasi anggaran yang juga tertata dengan baik.

"Di Surabaya inilah, satu-satunya kota yang menggunakan anggaran paling kecil untuk aparatur. Anggaran lebih banyak diprioritaskan untuk kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Sementara itu, Tri Rismaharini merespons positif permintaan Hasto terkait hasil survei tersebut. "Tentu kita tidak bisa bekerja maksimal, tanpa dukungan mesin partai, relawan, dan tentunya seluruh warga Surabaya," katanya.

Sedang Whisnu Sakti Buana mengatakan, seluruh elemen mesin pemenangan siap mengawal penuh proses Pilkada Surabaya. Termasuk para saksi maupun relawan.

"Sejak awal saya tegaskan, saksi di TPS menjadi ujung tombak dari pemenangan ini. Sehingga, dengan kesiapan seluruh barisan partai, kita akan bisa mencapai target," ujar cawawali yang juga Ketua DPC PDIP Kota Surabaya ini. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Risma: Kontes Kucing di Surabaya Berpotensi jadi Wisata Dunia

Risma: Kontes Kucing di Surabaya Berpotensi jadi Wisata Dunia

Lifestyle | Senin, 16 November 2015 | 07:02 WIB

Nyalon Lagi, Kekayaan Risma 'Hanya' Rp1,8 Miliar

Nyalon Lagi, Kekayaan Risma 'Hanya' Rp1,8 Miliar

News | Kamis, 12 November 2015 | 18:05 WIB

Mendagri Sebut Kasus Pasar Turi Tak Bakal Hambat Risma di Pilkada

Mendagri Sebut Kasus Pasar Turi Tak Bakal Hambat Risma di Pilkada

News | Selasa, 27 Oktober 2015 | 15:41 WIB

Kasus Risma, PDI P Tuding Ada Oknum Polda yang Berpolitik

Kasus Risma, PDI P Tuding Ada Oknum Polda yang Berpolitik

News | Senin, 26 Oktober 2015 | 17:43 WIB

Terkini

Uang Asuransi 2 Miliar Melayang Gara-Gara Mati Suri? Intip Serunya Film Gak Ada Matinya!

Uang Asuransi 2 Miliar Melayang Gara-Gara Mati Suri? Intip Serunya Film Gak Ada Matinya!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 08:48 WIB

Hadirkan Aroma Kopi Nusantara di Blok M, Pertamina Gelar Pekan Kopi Jelang SMEXPO 2026

Hadirkan Aroma Kopi Nusantara di Blok M, Pertamina Gelar Pekan Kopi Jelang SMEXPO 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 08:29 WIB

Kenapa Ria Ricis Dihujat usai Datangi Lokasi Karhutla? Ini Pemicu Kontroversinya

Kenapa Ria Ricis Dihujat usai Datangi Lokasi Karhutla? Ini Pemicu Kontroversinya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 08:23 WIB

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Jogja | Minggu, 08 November 2026 | 07:53 WIB

Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya

Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya

Jogja | Minggu, 08 November 2026 | 07:48 WIB

Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?

Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 07:15 WIB

5 Rekomendasi Tas Exsport Stylish dan Awet 2026: Badak untuk Kuliah, Kerja, hingga Hangout!

5 Rekomendasi Tas Exsport Stylish dan Awet 2026: Badak untuk Kuliah, Kerja, hingga Hangout!

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 06:45 WIB

Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi

Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 06:30 WIB

Apple Kirim Peringatan Spyware iPhone di 99 Negara dan Cara Mengatasinya

Apple Kirim Peringatan Spyware iPhone di 99 Negara dan Cara Mengatasinya

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 06:25 WIB

Bangun Papua Tak Cukup Fisik, Warga Ingin Ada Rasa Aman dan Damai

Bangun Papua Tak Cukup Fisik, Warga Ingin Ada Rasa Aman dan Damai

News | Minggu, 08 November 2026 | 06:24 WIB

×