Kebebasan Pers 2015 Memburuk, Polisi Pelaku Kekerasan Terbanyak

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 20 Desember 2015 | 15:36 WIB
Kebebasan Pers 2015 Memburuk, Polisi Pelaku Kekerasan Terbanyak
Unjuk Rasa Jurnalis

Suara.com - Aliansi Jurnalis Independen ( AJI) mencatat, dalam 10 tahun terakhir kebebasan pers dan berekspresi di Indonesia semakin mengkhawatirkan.

Berdasarkan data World Press Freedom Index 2015 yang dirilis Reporters Sans Frontiers (Prancis), berada di posisi 138 dari 180 negara. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2014 yakni di posisi 132.

Ketua Umum AJI Indonesia Suwarjono mengatakan, posisi tersebut berada di bawah Thailand yang notabene negara tersebut dipimpin oleh junta militer.

"Kami mencatat khususnya sepanjang tahun 2015 ini bahkan ada penurunan. Hal ini membuktikkan pemerintah belum serius melakukan langkah-langkah terkait kebebasan pers ini. Tandanya dari tahun ke tahun tidak ada perbaikan. Apalagi tahun 2015 ini paling buruk sejak reformasi bergulir," kata Jono saat menggelar konferensi pers 'Catatan Akhir Tahun 2015 AJI' di Kedai Tjikini, Jakarta Pusat, Minggu (20/12/2015).

Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2015 sedikitnya ada 43 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 40 kasus. Lebih menarik lagi, pelaku kekerasan terbanyak dilakukan kepolisian, dengan 14 kasus (tahun lalu 7 kasus kekerasan oleh polisi). Disusul orang tidak dikenal 7 kasus, satuan pengaman 5 kasus, warga biasa 4 kasus, bupati 3 kasus, PNS dan mahasiswa masing-masing 2 kasus dan lain-lain.

"Tahun ini sangat mundur soal kebebasan pers. Kekerasan meningkat, upaya mengkriminalisasi jurnalis makin banyak. Sejumlah kebijakan juga tidak mendukung kebebasan pers. Padahal di 2014, saat isu-isu politik sangat kuat, pemilu legislatif dan pilpres,  namun dibandingkan tahun lalu, kekerasan tahun ini justru meningkat," ungkapnya.

Mengingat masih banyak catatan kekerasan dan isu kebebasan pers agar menjadi lebih baik pada tahun berikutnya, AJI memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah untuk mengatasi permasalan tersebut.

"Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah strategis agar kebebasan pers dan bereskpresi tidak semakin memburuk, penegasan Polri sebagai pelindung masyarakat termasuk jurnalis. Karena kasus kekerasan kepada jurnalis yang dilakukan oleh pihak kepolisian ini menempati posisi pertama, ada 14 kasus padahal mereka sebagai penjaga kebebasan itu," tegasnya.

Kedua, presiden perlu memastikan agar Kapolri revisi UU ITE agar tidak mengekang kebebasan pers dan berpendapat mampu membedakan hate speech, pencemaran dan penghinaan serta kritik terhadap penyelenggaraan bernegara.

Ketiga, pembenahan pendidikan terhadap aparat kepolisian dengan memasukkan prinsip kebebasan pers dan kebebasan berpendapat dalam kurikulum.

Keempat, perbaikan peradilan internal polri terhadap pelaku kekerasan terhadap pers dan menyelesaikan kasus pembunuhan kepada wartawan.

Kelima, memerintahkan Kapolri untuk berkoordinasi dengan Dewan Pers untuk kasus sengketa pemberitaan berdasarkan MoU 01/DP/MoU/II/2012.

"Itu contohnya Setya Novanto yang melaporkan wartawan terkait pemberitaan kepada Bareskrim dam Dewan Pers menurut kami itu salah alamat. Apa yang menyangkut tentang wartawan dan pemberitaan seharusnya ke Dewan Pers dan diselesaikan dengan UU Pers. Itu salah alamat," tegasnya.

Keenam, perusahaan-perusahaan pers memperbaiki kesejahteraan jurnalis dan kontributor, mendukung keberadaan serikat pekerja, mengutamakan dialog dan mengupayakan perjanjian kerja bersama dengan serikat pekerja.

Ketujuh, jurnalis-jurnalis Indonesia untuk meningkatkan profesionalisme dam etika dengan mengikuti pelatihan dan pendidikan serta uji kompetensi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Vietnam Penjarakan Jurnalis karena Dituduh Jadi Mata-mata

Vietnam Penjarakan Jurnalis karena Dituduh Jadi Mata-mata

News | Kamis, 01 Oktober 2015 | 16:15 WIB

Vietnam Akan Pangkas Jumlah Media sampai Tahun 2020

Vietnam Akan Pangkas Jumlah Media sampai Tahun 2020

News | Sabtu, 26 September 2015 | 13:34 WIB

Bima Arya Sebut Media Massa di Kota Bogor Jadi Alat Politik

Bima Arya Sebut Media Massa di Kota Bogor Jadi Alat Politik

News | Selasa, 22 September 2015 | 16:41 WIB

Hana Hikoyabi Raih SK Trimurti Award 2015

Hana Hikoyabi Raih SK Trimurti Award 2015

News | Jum'at, 04 September 2015 | 19:17 WIB

AJI Kecam Pemerintah Jokowi Batasi Akses Jurnalis Asing

AJI Kecam Pemerintah Jokowi Batasi Akses Jurnalis Asing

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 20:16 WIB

Wartawan Sudan Selatan Ditembak Mati

Wartawan Sudan Selatan Ditembak Mati

News | Kamis, 20 Agustus 2015 | 18:58 WIB

Terkini

Review Drama Between Steps, Kisah Menuju Kedewasaan dan Cinta Sejati

Review Drama Between Steps, Kisah Menuju Kedewasaan dan Cinta Sejati

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Rempugan, Tradisi Perempuan Lebak Menjaga Warisan Pangan Leluhur

Rempugan, Tradisi Perempuan Lebak Menjaga Warisan Pangan Leluhur

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Polisi Gerebek Besar-besaran Sarang Narkoba di Deli Serdang, 37 Orang Diamankan

Polisi Gerebek Besar-besaran Sarang Narkoba di Deli Serdang, 37 Orang Diamankan

Sumut | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Rasio Pajak Seret, Utang Membengkak, Pengangguran Muda Membludak

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Rasio Pajak Seret, Utang Membengkak, Pengangguran Muda Membludak

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:26 WIB

Urutan Pemakaian Moisturizer Viva dan Sunscreen Pagi Hari, Kulit Lembap dan Terlindungi

Urutan Pemakaian Moisturizer Viva dan Sunscreen Pagi Hari, Kulit Lembap dan Terlindungi

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Dedengkot Jakmania Geram Suporter Serang Bus Pemain EPA Persib Bandung U-18: Gobl*k!

Dedengkot Jakmania Geram Suporter Serang Bus Pemain EPA Persib Bandung U-18: Gobl*k!

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:23 WIB

Bobby Nasution Usulkan Jalur Laut dan Subsidi Logistik untuk Dongkrak Ekspor UMKM ke Malaysia

Bobby Nasution Usulkan Jalur Laut dan Subsidi Logistik untuk Dongkrak Ekspor UMKM ke Malaysia

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:21 WIB

CELIOS: Beban Bunga Utang Pemerintah Capai Rp 599,4 T, Lebih Tinggi dari Anggaran Kesehatan

CELIOS: Beban Bunga Utang Pemerintah Capai Rp 599,4 T, Lebih Tinggi dari Anggaran Kesehatan

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Karhutla Makin Parah, Indonesia Digunjing Media Asing

Karhutla Makin Parah, Indonesia Digunjing Media Asing

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:16 WIB

7 Sepatu Lari Lokal untuk Kaki Lebar, Empuk dan Melar Anti Kesempitan

7 Sepatu Lari Lokal untuk Kaki Lebar, Empuk dan Melar Anti Kesempitan

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:14 WIB

×