Kebijakan Bappenas Perlambat Pembangunan Gedung Markas Densus 88

Ruben Setiawan | Suara.com

Selasa, 22 Desember 2015 | 03:59 WIB
Kebijakan Bappenas Perlambat Pembangunan Gedung Markas Densus 88
Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengawal petugas yang membawa barang bukti dari rumah Tuah Febriwansyah yang diduga terlibat dalam jaringan ISIS di Tangerang Selatan, Banten, Minggu (22/3). (Antara)

Kebijakan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) untuk mengurangi anggaran belanja modal Polri, ternyata memperlambat dalam proses pembangunan gedung Markas Komando Densus 88 Anti Teror di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

"Pada pengajuan penetapan pertama sebesar Rp150 miliyar, sebetulnya udah dipenuhi. Tapi karena ada kebijakan dari pemerintah jadi anggaran belanja untuk modal Polri dikurangi oleh Bappenas," kata Kepala Polisi Daerah Inspektur Jendral Tito Karnavian, kepada wartawan, di Markas Besar Polda Metro Jaya, Senin (21/12/2015).

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa kepolisian (Polri) seharusnya mendapatkan anggaran dan sebesar Rp1,4 triliun. Akan tetapi, dana tersebut sekarang telah dikurangi menjadi Rp1 triliun, dan sehingga hanya tersisa Rp400 miliyar saja jatah untuk kepolisian (Polri).

"Yang saya dengar itu, informasinya dana anggaran polri dikurang sebanyak Rp1 triliun. Nah, makanya sisanya itu tinggal Rp400 miliar aja sekarang," ujarnya.

Tito pun menambahkan bahwa uang Rp400 miliyar tersebut, harus dibagi-bagi dengan beberapa Polda.

"Kita hanya punya Rp 50 miliyar saja, karena uang yang Rp400 miliyar itu harus dibagi-bagi ke seluruh Polda, Mabes dan juga Polsek," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Daerah Polda Metro Jaya, Inspektur Jendral Polisi Tito Karnavian menjajikan gedung Markas Komando Densus 88 Anti Teror akan selesai pembangunannya pada akhir tahun 2016.

"Kami kekurangan anggaran sebesar Rp150 miliyar, tapi untuk tahun depan kita hanya mendapatkan jatah anggaran Rp50 miliyar," kata Tito, di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2015).

Lebih lanjut, Tito mengatakan bahwa pihaknya kini sedang meminta anggaran tambahan Rp100 miliyar, untuk kekurangan anggaran dana pembuatan gedung tersebut kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Namun, dia berharap agar mendapatkan anggaran tambahan untuk pembangunan gedung tersebut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) di bulan Januari dan Febuari tahun 2016.

"Jika nanti sudah terpenuhi semua anggaran tersebut, insya Allah akhir tahun depan bisa jadi gedungnya," kata dia.

Tito pun menjelaskan, bahwa gedung yang berlantai 25 itu, masih kurang di bagian dalem gedung tersebut.

"Kekurangan gedungnya itu dari bagian dalamnya, interior dan tentunya finishing gedung itu," ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, sejak tahun 2004 silam, Polda Metro Jaya telah membangun gedung yang digunakan untuk markas Komando Densus 88 Anti Teror.

Namun, pembangunan tersebut sempat terhenti pada tahun 2007, dan ditahun 2013 mulai kembali dikerjakan lagi pembangunan gedung tersebut. Akan tetapi, pengerjaan gedung tersebut sempat terhenti kembali ditahun 2014 karena dana untuk pembangunan gedung tersebut tidak cukup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:42 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Densus 88 Kencangkan Pengawasan Jaringan Teror! Antisipasi Dampak Perang ASIsrael vs Iran

Densus 88 Kencangkan Pengawasan Jaringan Teror! Antisipasi Dampak Perang ASIsrael vs Iran

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:18 WIB

Kapolri Minta Densus 88 Pertahankan Zero Terrorist Attack Saat Lebaran

Kapolri Minta Densus 88 Pertahankan Zero Terrorist Attack Saat Lebaran

News | Senin, 02 Maret 2026 | 16:37 WIB

70 Anak Indonesia Terpapar Komunitas Kekerasan TCC, Komisi X DPR: Tentu Ini Jadi Persoalan Serius

70 Anak Indonesia Terpapar Komunitas Kekerasan TCC, Komisi X DPR: Tentu Ini Jadi Persoalan Serius

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 14:53 WIB

Fakta Baru! Siswa SMP Pelaku Molotov di Kalbar Satu Komunitas dengan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

Fakta Baru! Siswa SMP Pelaku Molotov di Kalbar Satu Komunitas dengan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 11:57 WIB

Anak Marah Gawainya Dilihat? Densus 88 Ungkap 6 Ciri Terpapar Ekstremisme Berbahaya

Anak Marah Gawainya Dilihat? Densus 88 Ungkap 6 Ciri Terpapar Ekstremisme Berbahaya

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 20:29 WIB

Miris! Densus 88 Ungkap 70 Anak Indonesia Terpapar Radikalisme, Pemicunya Tak Terduga

Miris! Densus 88 Ungkap 70 Anak Indonesia Terpapar Radikalisme, Pemicunya Tak Terduga

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 18:48 WIB

Seorang Remaja di Rusia Serang Sekolah Usai Terinspirasi Aksi Bom SMA 72

Seorang Remaja di Rusia Serang Sekolah Usai Terinspirasi Aksi Bom SMA 72

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 16:56 WIB

Densus 88: 70 Anak Terjerat Grup 'True Crime', Berawal dari Bullying dan Broken Home

Densus 88: 70 Anak Terjerat Grup 'True Crime', Berawal dari Bullying dan Broken Home

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 15:50 WIB

Terkini

Warisan Mao Zedong! Fakta Great Hall of the People yang Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Xi

Warisan Mao Zedong! Fakta Great Hall of the People yang Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Xi

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:33 WIB

Daftar Pengadaan Mewah di Sekolah Rakyat: Sepatu sampai Bingkai Foto Prabowo Bernilai Miliaran

Daftar Pengadaan Mewah di Sekolah Rakyat: Sepatu sampai Bingkai Foto Prabowo Bernilai Miliaran

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:33 WIB

Apa Itu Thucydides Trap? Konsep Geopolitik yang Bikin Trump Terdiam di Depan Xi Jinping

Apa Itu Thucydides Trap? Konsep Geopolitik yang Bikin Trump Terdiam di Depan Xi Jinping

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:26 WIB

Bohong atau Fakta? Klaim Netanyahu Kunjungi UEA Secara Rahasia Picu Kehebohan Ini di Tengah Perang

Bohong atau Fakta? Klaim Netanyahu Kunjungi UEA Secara Rahasia Picu Kehebohan Ini di Tengah Perang

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:24 WIB

Mensos Nonaktifkan 2 Pejabat Terkait Dugaan Maladministrasi Pengadaan Sekolah Rakyat

Mensos Nonaktifkan 2 Pejabat Terkait Dugaan Maladministrasi Pengadaan Sekolah Rakyat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:24 WIB

Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa

Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:18 WIB

Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini

Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:10 WIB

Tak Cukup Minta Maaf usai Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember Harus Diberi Sanksi

Tak Cukup Minta Maaf usai Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember Harus Diberi Sanksi

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:10 WIB

Balai TNGM Catat 60 Pendaki Ilegal Gunung Merapi dalam Setahun, Haus Validasi-FOMO Jadi Pemicu

Balai TNGM Catat 60 Pendaki Ilegal Gunung Merapi dalam Setahun, Haus Validasi-FOMO Jadi Pemicu

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Nasib Juri LCC MPR Kalbar Usai Viral: Dinonaktifkan, Kini Dibidik Sanksi Berat

Nasib Juri LCC MPR Kalbar Usai Viral: Dinonaktifkan, Kini Dibidik Sanksi Berat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:55 WIB