Mencontoh Pemberdayaan 'Waria Jalanan' di Palembang

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 26 Desember 2015 | 15:09 WIB
Mencontoh Pemberdayaan 'Waria Jalanan' di Palembang
Ilustrasi transgender. (Shutterstock)

Suara.com - Masalah kaum waria tidak hanya nampak jelas di Ibu Kota Negara, Jakarta . Di Kota Palembang, Sumatera Selatan, persoalan waria sama rumitnya.

Koordinantor Himpunan Waria Sumsel, Ismail Effendi alias Ita Sandy mengatakan kebanyakan waria di Palembang masih hidup di jalan menjajakan diri. Mereka datang dari kota-kota di luar Palembang. Sebab Palembang dianggap sumber uang untuk mengadu nasib.

"Masih banyak yang di jalan, tapi ini sudah berkurang. Bisa dihitung pakai jari," kata Ismail yang juga waria kepada suara.com di Palembang belum lama ini.

Tidak ada catatan pasti jumlah waria di sana. Namun diprediksi ada 2.000 waria di Palembang. Ada 500 waria yang terdata di buku Himpunan Waria Sumsel. Mereka datang dari 16 kabupaten dan kota di Sumsel. Mereka datang tanpa keahlian khusus.

"Mereka terpaksa melacurkan diri di Palembang karena tidak mempunyai keahlian di daerah. Mereka didiskriminasi di daerah, lari ke kota," jelas dia.

Menurut dia, salah satu cara ampuh memindahkan waria dari jalanan dengan memberikan keahlian khusus kepada mereka. Misal menjahit sampai kursus kecantikan. Himpunan Waria yang dikomandoi Ismail melakukan hal itu. HW pun memberikan palatihan memotong rampung di Lembaga Pemasyarakatan di Palembang.

"Himpunan Waria ini sejak 1 Agustus 1996. Sudah lama. Kita kebanyakan bakti sosial. Biar masyarakat memandang kita positif," katanya.

Ismail menggandeng Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Sosial. Tiap tahunnya tak kurang dari 30 waria diajak untuk belajar keahlian khusus. Kebanyakan keahlian kecantikan agar mereka membuka salon sendiri.

Tidak mudah, kata Ismail. Sebab kebanyakan waria yang diajaknya masih muda. Keinginan mereka ingin senang-senang, jelas Ismail.

"Atur waria 10 orang lebih sulit. Lebih baik atur hewan 10 ribu. Waria susah sekali, inginnya hidupnya bebas nggak mau diatur. Mereka harus didorong dari jalanan ke rumah. Susahnya atur waria muda. Dia mau sendiri aja. Kalau yang agak dewasa, mereka lebih mudah," kata dia.

Menurut Ismail buruh usaha besar menangani persoalan waria di Palembang. Makanya harus dibentuk perkumpulan HW Palembang. Yani Ibrahim didaulat jadi koordinantornya.

Menurut Yani, jika perkumpulan waria Palembang tidak terbentuk, urusan waria akan terbengkalai. "Tidak bisa tersalurkan keinginannya kalau ada himpunan waria Palembang ini. Mereka bisa salurkan inspirasi mereka," kata Yani.

Anggota HW Palembang bertemu Sebulan sekali saban 3 pekan. Sementara untuk pengurus sebulan sekali. Mereka membicarakan advokasi dan kegiatan sosial waria di sana. Tujuan utamanya untuk mengambil hati masyarakat agar tidak memandang sebelah mata waria.

"Kami kasih sumbangan, pemberdayaan ibu-ibu dan lain-lain di masyarakat," kata dia.

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Daerah Sumatera Selatan ikut mendorong pemberdayaan waria di Palembang. Pengurus PKBI Sumsel di Palembang, Leo mengatakan pihaknya memberikan dukungan berupa bantuan advokasi dan pengetahuan kesehatan reproduksi (kespro).

"Kita dorong agar masalah-masalah waria ini teratasi. Terutama penguatan kapasitas dan pengembangan diri mereka," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tinggalkan Anak-Istri, Lelaki Ini Hidup Baru Sebagai Gadis Kecil

Tinggalkan Anak-Istri, Lelaki Ini Hidup Baru Sebagai Gadis Kecil

News | Minggu, 13 Desember 2015 | 07:01 WIB

Waria Dihabisi Dua Lelaki di Atas Jembatan Supriadi

Waria Dihabisi Dua Lelaki di Atas Jembatan Supriadi

News | Rabu, 25 November 2015 | 13:56 WIB

Kisah Lelaki Transgender yang Hamil dan Miliki Anak

Kisah Lelaki Transgender yang Hamil dan Miliki Anak

Lifestyle | Senin, 16 November 2015 | 10:34 WIB

Kisah Waria Bersuami dan Anak Adopsinya

Kisah Waria Bersuami dan Anak Adopsinya

News | Senin, 26 Oktober 2015 | 06:17 WIB

Dunia Soroti Kematian Tiga Transgender di Argentina

Dunia Soroti Kematian Tiga Transgender di Argentina

News | Kamis, 15 Oktober 2015 | 06:22 WIB

Polisi Ringkus Tiga Tersangka Pembunuh Waria di Bekasi

Polisi Ringkus Tiga Tersangka Pembunuh Waria di Bekasi

News | Selasa, 15 September 2015 | 17:49 WIB

Negara Ini Terbitkan Paspor Khusus Transgender

Negara Ini Terbitkan Paspor Khusus Transgender

News | Selasa, 11 Agustus 2015 | 06:31 WIB

Dena Rahman Blak-blakan Mengapa Memutuskan Berganti Kelamin

Dena Rahman Blak-blakan Mengapa Memutuskan Berganti Kelamin

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2015 | 09:29 WIB

Di-Bully di Media Sosial, Dena Rahman Mantap Jadi Perempuan

Di-Bully di Media Sosial, Dena Rahman Mantap Jadi Perempuan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2015 | 08:52 WIB

Militer Inggris Akan Tugaskan Personel Transgender di Garis Depan

Militer Inggris Akan Tugaskan Personel Transgender di Garis Depan

News | Kamis, 09 Juli 2015 | 20:14 WIB

Terkini

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:36 WIB

×