Korsel Buka Opsi Penempatan Senjata AS di Semenanjung Korea

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 08 Januari 2016 | 02:53 WIB
Korsel Buka Opsi Penempatan Senjata AS di Semenanjung Korea
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ketika menginspeksi latihan militer di Pyonyang (30/10). (Reuters/KCNA)

Suara.com - Korea Selatan sedang dalam pembicaraan serius dengan Amerika Serikat (AS) untuk menempatkan senjata AS secara strategis di semenanjung Korea. Pernyataan ini diungkapkan oleh salah seorang pejabat militer Korea Selatan pada hari Kamis (7/1/2016).

Respon ini keluar sehari setelah Korea Utara menyatakan berhasil menguji perangkat nuklir hidrogen pada Rabu (6/1/2016).

Korea Selatan juga mengatakan akan melanjutkan siaran propaganda oleh loudspeaker ke Korea Utara dari Jumat (8//1/2016) yang kemungkinan akan membuat marah negara saingannya yang terisolasi tersebut karena nekat melakukan uji coba nuklir keempat.

Namun AS dan para ahli senjata menyuarakan keraguan perangkat nuklir Korea Utara yang diuji pada hari Rabu memang benar adalah adalah bom nuklir hidrogen. Walau demikian. AS berencana untuk memberikan sanksi lebih terhadap untuk Iran yang nakal melanjutkan program nuklirnya.

Tak hanya AS. Tiongkok juga dikabarkan diam-diam merasa marah meskipun selama ini sekutu utama Korea Utara.Sebab Tiongkok tidak diberitahukan terkait uji coba nuklir terbaru Korut. Peristiwa ini menunjukkan sebuah ketegangan baru dalam hubungan mereka.

Kekhawatiran juga muncul dari Jepang. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, setuju dengan Presiden AS Barack Obama dalam pembicaraan telepon bahwa respon global memang diperlukan. Kata pernyataan resmi dari Gedung Putih.

Obama juga berbicara dengan Presiden Park Geun-hye dari Korea Selatan untuk mendiskusikan pilihan.

Seorang pejabat militer Korea Selatan mengatakan kepada Reuters bahwa kedua negara telah membahas penyebaran AS aset strategis di semenanjung Korea di beberapa titik. Namun pejabat bersangkutan menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Setelah Korea Utara terakhir menguji perangkat nuklir, pada tahun 2013, Washington mengirimkan sepasang B-2 pembom siluman berkemampuan nuklir pada sortie atas Korea Selatan dalam unjuk kekuatan. Pada saat itu, Korea Utara merespon dengan mengancam serangan nuklir terhadap Amerika Serikat.

Korea Selatan, secara teknis dalam keadaan perang melawan Korut. Namun Pemerintah Korsel mengatakan pihaknya tidak mempertimbangkan penangkal nuklir sendiri, meskipun mendapat dukungan dari para pemimpin partai yang berkuasa. Amerika Serikat sangat tidak mungkin untuk mengembalikan rudal nuklir taktis itu dihapus dari Korea Selatan pada tahun 1991,kata para ahli.

Uji coba nuklir yang dilakukan Korut adalah "pelanggaran berat" dari perjanjian Agustus oleh kedua negara Korea untuk meredakan ketegangan dan meningkatkan hubungan.
Seorang pejabat keamanan nasional Korea Selatan, Cho Tae-yong, mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Militer kami adalah pada keadaan kesiapan penuh, dan jika Korea Utara upah provokasi, akan ada hukuman tegas."

(Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Donald Trump Mencak-mencak Minta Dibantu di Selat Hormuz, Pejabat Korsel Masih Cuek Bebek

Donald Trump Mencak-mencak Minta Dibantu di Selat Hormuz, Pejabat Korsel Masih Cuek Bebek

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:01 WIB

Kim Jong Un Tembak 10 Rudal Balistik saat Perang AS-Israel vs Iran Makin Panas

Kim Jong Un Tembak 10 Rudal Balistik saat Perang AS-Israel vs Iran Makin Panas

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 10:02 WIB

Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield

Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield

News | Sabtu, 14 Maret 2026 | 22:30 WIB

Film We, Everyday: Tiga Sahabat dan Segitiga Cinta yang Menggemaskan

Film We, Everyday: Tiga Sahabat dan Segitiga Cinta yang Menggemaskan

Your Say | Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:00 WIB

Viral! Alat Vital Dicincang Istri Gegara Selingkuh, Suami Ini Minta Hakim Ringankan Hukuman

Viral! Alat Vital Dicincang Istri Gegara Selingkuh, Suami Ini Minta Hakim Ringankan Hukuman

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 17:43 WIB

Kesal dengan Israel, Kim Jong Un Kepikiran soal Perang Nuklir

Kesal dengan Israel, Kim Jong Un Kepikiran soal Perang Nuklir

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:43 WIB

Number One: Film Melankolis Lembut dengan Akhir yang Menenangkan Hati

Number One: Film Melankolis Lembut dengan Akhir yang Menenangkan Hati

Your Say | Kamis, 12 Maret 2026 | 17:05 WIB

Iran Disebut Dapat Bantuan Nuklir Korea Utara, Pakar Militer AS Peringatkan Trump

Iran Disebut Dapat Bantuan Nuklir Korea Utara, Pakar Militer AS Peringatkan Trump

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 12:43 WIB

Korea Utara Bela Iran, Dukung Penuh Mojtaba Khamenei dan Kecam Serangan AS Israel

Korea Utara Bela Iran, Dukung Penuh Mojtaba Khamenei dan Kecam Serangan AS Israel

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 12:08 WIB

B.I Umumkan Wajib Militer Mulai 16 Maret, Fans Diminta Tak Hadir di Lokasi

B.I Umumkan Wajib Militer Mulai 16 Maret, Fans Diminta Tak Hadir di Lokasi

Your Say | Rabu, 11 Maret 2026 | 07:30 WIB

Terkini

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:17 WIB

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:13 WIB

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:54 WIB

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:52 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB