Jokowi Kirim Utusan Khusus untuk Konflik Arab-Iran

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 08 Januari 2016 | 23:03 WIB
Jokowi Kirim Utusan Khusus untuk Konflik Arab-Iran
Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) masa jabatan 2016-2021 Djoko Setiadi mengucapkan sumpah jabatan yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/1). (Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pekan depan segera mengirimkan utusan khusus merespon konflik dan memanasnya hubungan Saudi Arabia dan Iran. Utusan khusus itu dikirim pekan depan.

"Saya minggu depan akan kirim utusan khusus untuk ke Iran dan Saudi. Nanti saya sampaikan setelah akan berangkat tapi secepatnya, mungkin berangkat hari Senin, Selasa atau bisa lebih cepat," kata Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Jumat (8/1/2016).

Presiden menilai, ketegangan antara Arab Saudi dan Iran tersebut sangat penting untuk segera diredakan. Untuk itu, pengiriman utusan khusus merupakan upaya yang mendesak dan sangat penting.

Pengiriman utusan khusus tersebut, menurut Presiden, juga untuk memberikan pesan bahwa Indonesia serius untuk mencari solusi mengatasi ketegangan yang terjadi antara Arab Saudi dan Iran tersebut. Presiden mengatakan, ke depan Indonesia akan menawarkan diri menjadi mediator dalam ketegangan dua negara tersebut.

"Kalau menelepon itu berbeda maksudnya tapi kalau mengirim utusan khusus itu bahwa kita memang ingin serius betul kalau telepon yah saya bisa saja," katanya.

Seperti diberitakan, hubungan diplomatik Saudi Arabia dan Iran memburuk setelah Saudi mengeksekusi 47 orang, yang sebagian besar didakwa terorisme dalam sehari, termasuk ulama syiah Nimr al-Nimr. Pemerintah Saudi menganggap Nimr melakukan aksi terorisme hingga memicu terjadinya protes anti-pemerintah pada 2011 dan 2012.

Eksekusi terhadap Nimr itu mengundang kecaman dari warga Iran yang mayoritas penganut syiah. Berbagai aksi digelar di negara tersebut. Bahkan Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran pun menjadi lokasi unjuk rasa terhebat sampai dilempari bom molotov.

Akibat serangan ke kedutaan tersebut, pemerintah kerajaan Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Langkah Arab Saudi diikuti oleh negara teluk lainnya Bahrain dan Sudan. Sementara Qatar dan Kuwait menarik duta besarnya dari Teheran. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Ajak Wartawan Makan, Tapi Jangan Tanya "Reshuffle"

Jokowi Ajak Wartawan Makan, Tapi Jangan Tanya "Reshuffle"

News | Jum'at, 08 Januari 2016 | 21:26 WIB

Jokowi Lantik Kepala Lemsaneg

Jokowi Lantik Kepala Lemsaneg

Foto | Jum'at, 08 Januari 2016 | 15:26 WIB

Ahok Dukung Johan Budi Jadi Jubir Presiden Jokowi

Ahok Dukung Johan Budi Jadi Jubir Presiden Jokowi

News | Jum'at, 08 Januari 2016 | 10:49 WIB

Pangeran Arab Saudi Tak Ingin Berperang dengan Iran

Pangeran Arab Saudi Tak Ingin Berperang dengan Iran

News | Jum'at, 08 Januari 2016 | 06:59 WIB

Iran Putuskan Semua Hubungan Bisnis dengan Arab Saudi

Iran Putuskan Semua Hubungan Bisnis dengan Arab Saudi

News | Jum'at, 08 Januari 2016 | 03:11 WIB

Pemerintah Diminta Pilih Opsi Kilang Terapung di Blok Masela

Pemerintah Diminta Pilih Opsi Kilang Terapung di Blok Masela

Bisnis | Jum'at, 08 Januari 2016 | 01:06 WIB

Bakal Hadir di Rakernas PDIP, Jokowi akan Sampaikan Arahan

Bakal Hadir di Rakernas PDIP, Jokowi akan Sampaikan Arahan

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 21:05 WIB

Iran Tuding Jet Tempur Saudi Bom Kedutaan Besarnya di Yaman

Iran Tuding Jet Tempur Saudi Bom Kedutaan Besarnya di Yaman

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 19:40 WIB

Tarik Dubesnya dari Iran, Kuwait Belum Tentukan Sikap

Tarik Dubesnya dari Iran, Kuwait Belum Tentukan Sikap

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 15:01 WIB

Kaum Syiah Arab Saudi Terus Protes Atas Ekskusi Mati Ulama Syiah

Kaum Syiah Arab Saudi Terus Protes Atas Ekskusi Mati Ulama Syiah

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 03:32 WIB

Terkini

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:38 WIB

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:25 WIB

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:17 WIB

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:13 WIB

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:04 WIB

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:52 WIB

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:39 WIB

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:30 WIB

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:25 WIB

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:18 WIB