5 Fakta yang Membuat Kasus 'Kopi Maut' Mirna Belum Terungkap

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 14 Januari 2016 | 06:09 WIB
5 Fakta yang Membuat Kasus 'Kopi Maut' Mirna Belum Terungkap
Wayan Mirna Salihin [Ilustrasi suara.com)

Suara.com - Kepolisian Daerah Metro Jaya masih kesulitan mengungkap kasus kematian Wayan Mirna Salihin setelah meminum kopi. Padahal polisi sudah merekontruksi kejadian di kafe tempat Mirna ngopi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti pun mengungkapkan jika sudah memegang barang buktinya. Hanya saja mereka belum menentukan tersangka pembunuh Mirna.

Setidaknya ada 5 hal yang membuat kasus ini belum juga mengungkap kematian Mirna.

Pertama, hasil pengujian sampel biji kopi di kafe Oliver di reka ulang kematian Mirna, jenis es kopi Vietnam yang diminum Mirna tidak bermasalah. Pasalnya, kata dia, ada juga pengunjung yang memesan kopi tersebut saat Mirna, Jessica, dan Hani datang ke kafe tersebut. Itu didapatkan saat polisi mengikuti proses pembuatan dan penyajian es kopi Vietnam yang dicicip Mirna sebelum tewas. Polisi pun belum memastikan kopi Mirna saat itu mengandung zat sianida.

Kedua, kepolisian masih menunggu hasil resmi laboratorium forensik yang ‎belum selesai menelaah barang bukti kasus kematian Mirna. Polisi baru bergerak setelah labfor mengeluarkan hasil telaahnya. Baik terkait bukti-bukti yang telah diperoleh dari restoran maupun hasil penyelidikan dari tempat lain. Sebanyak 7 sampel telah di bawa dari restoran Olivier.

Ketiga, belum ditemukan motif dugaan pembunuhan Mirna. Polisi pun belum bisa menyimpulkan kasus kematian Mirna masuk unsur pidana atau tidak. Keterangan saksi-saksi masih berdasar fakta yang terjadi di sekitar tempat kejadian perkara.

Keempat, kesaksian teman Mirna, Jessica dan Hani yang terakhir bersama Mirna belum berhasil ungkap penyebab kematian Mirna. Meski Jessica sudah hadir dalam prarekonstruksi di kafe Olivier, Senin (11/1/2016) kemarin. Dalam prarekonstruksi berisi 60 adegan. Rumah Jessica juga telah digeledah polisi. Namun polisi akan memanggil Jessica untuk diperiksa sebagai saksi. Surat pemanggilan terhadap Jessica sudah dilayangkan. Dalam waktu tiga hari kedepan Jessica wajib memenuhi panggilan penyidik.

Kelima, CCTV yang diharapkan bisa mengungkap kematian Mirna pun belum memberikan petunjuk jelas detil saat kejadian. Sebab gerak gerik Jessica  tidak terlihat jelas di CCTV itu. Tas yang ditaruh di atas meja dan tanaman tinggi menyebabkan CCTV tidak menangkap pergerakan tangan dan kaki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ungkap Kasus Mirna, Polisi Ibaratkan Membuat Gado-gado

Ungkap Kasus Mirna, Polisi Ibaratkan Membuat Gado-gado

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 17:12 WIB

Ini yang Terjadi Jika Tak Ditemukan Unsur Pidana di Kasus Mirna

Ini yang Terjadi Jika Tak Ditemukan Unsur Pidana di Kasus Mirna

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 16:50 WIB

Titik Terang Kematian Mirna Sudah Didapat, Tapi Belum Benderang

Titik Terang Kematian Mirna Sudah Didapat, Tapi Belum Benderang

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 15:11 WIB

Ungkap Misteri Kematian Mirna, Polisi Tak Mau Tergiring Opini

Ungkap Misteri Kematian Mirna, Polisi Tak Mau Tergiring Opini

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 14:59 WIB

Terkini

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB